Kapolsek Tambora Imbau Orang Tua Awasi Anaknya Supaya Tak Jadi Korban Pelecehan Seksual

Reporter

Ilustrasi pelecehan seksual pada anak perempuan. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolsek Tambora Komisaris Polisi Putra Pratama mengimbau kepada para orang tua agar melindungi dan mencegah anak-anak menjadi korban pelecehan seksual. Peringatan ini setelah polisi menangkap pelaku pencabulan anak perempuan berusia 11 tahun.

"Sebagai pelindung dan pelayan masyarakat, kami berpesan kepada para orang tua bangunlah komunikasi yang intens dengan anak, ajarkan anak batasan yang jelas tentang apa yang boleh dan tidak boleh, apa yang harus dilakukan dan tidak harus dilakukan," katanya saat dihubungi, Kamis, 8 Desember 2022.

Kasus terbaru yang ditangani kesatuannya adalah pencabulan yang diduga dilakukan oleh seseorang berinisial FH, laki-laki 32 tahun. Dia mencabuli seorang anak perempuan berumur 11 tahun sebanyak dua kali.

Putra menjelaskan, pelaku membujuk rayu korban melalui pesan WhatsApp agar datang ke sebuah hotel. Sebelumnya, FH meminta langsung nomor kontak kepada korban agar bisa saling berkomunikasi. "Korban punya handphone sendiri juga," tuturnya.

Pelaku mencabuli korban di sebuah hotel di Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Aksi pertama terjadi pada Sabtu, 22 Oktober 2022, lalu yang kedua terjadi pada Senin, 21 November 2022 di tempat yang sama.

FH memberikan Rp 100 ribu kepada korban sebagai uang jajan dan tutup mulut, supaya kejadian ini tidak diceritakan kepada siapa pun. Setelah mencabuli, pelaku mengantarkan korban hanya sampai di sebuah minimarket dekat rumah perempuan tersebut.

Korban pun memberanikan diri bercerita kepada orang tuanya atas kejadian yang dialami. Lalu ibu korban melaporkan pelaku ke kepolisian.

"Ibu korban ke Polsek Tambora pada tanggal 25 November 2022 atas peristiwa dugaan persetubuhan terhadap anaknya," ujarnya.

Tiga hari berselang, FH ditangkap dirumahnya pada Senin, 28 November 2022, sekitar pukul 23.00 WIB. Laki-laki beristri dan beranak satu itu diketahui warga Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Ternyata pelaku merupakan kenalan dari ayah dan ibu korban. "Pelaku kenal dengan ibu dan ayah korban. Kenal sejak 2022, tapi bulannya enggak dijelaskan. Pernah beberapa kali bertemu di lokasi yang sama," katanya.

Putra mengonfirmasi bahwa tindakan FH tidak sampai menyetubuhi. Perbuatan pelaku dengan menggesekkan kelamin di alat vital korban.

"Berdasarkan keterangan korban, saksi, dan didukung dengan alat bukti surat berupa hasil pemeriksaan visum et repertum dari RSUD Tarakan tertanggal  28 November 2022, pelaku kami duga telah melakukan tindak pidana karena telah membujuk untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul terhadap anak," ujarnya.

Polisi menetapkan FH sebagai tersangka dan ditahan di Markas Polsek Tambora. Dia dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) juncto Pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Baca juga: Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Tambora Kasih Korban Rp100 Ribu untuk Tutup Mulut






Dani Alves Berada Satu Sel dengan Pengawal Ronaldinho di Penjara Brians 2 di Barcelona

15 menit lalu

Dani Alves Berada Satu Sel dengan Pengawal Ronaldinho di Penjara Brians 2 di Barcelona

Dani Alves saat ini mendekam di penjara Brians 2 di Barcelona karena kasus pelecehan seksual sejak 20 Januari lalu.


Pengacara Yakin Dani Alves Bisa Dibebaskan dari Penjara dalam Waktu Satu Bulan

44 menit lalu

Pengacara Yakin Dani Alves Bisa Dibebaskan dari Penjara dalam Waktu Satu Bulan

Tim kuasa hukum Dani Alves berencana mengajukan banding terhadap perintah penahanan sementara tanpa jaminan terhadap kliennya, Senin, 30 Januari 2023.


Seleksi Paskibraka Tingkat Jakarta Barat Dibuka untuk Semua SMA dan SMK Mulai Maret 2023

12 jam lalu

Seleksi Paskibraka Tingkat Jakarta Barat Dibuka untuk Semua SMA dan SMK Mulai Maret 2023

Para siswa peserta Paskibraka terbaik di tingkat kota akan dikirimkan untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi DKI Jakarta.


Khawatir Pelecehan, Warga Minta Petugas Keamanan di Skywalk Kebayoran Lama Ditambah

1 hari lalu

Khawatir Pelecehan, Warga Minta Petugas Keamanan di Skywalk Kebayoran Lama Ditambah

Warga Jakarta, khusunya yang perempuan khawatir terjadi pelecehan seksual di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau Skywalk Kebayoran Lama


Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Ini 5 Bukti yang Dapat Memberatkan Dani Alves

3 hari lalu

Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Ini 5 Bukti yang Dapat Memberatkan Dani Alves

Pelapor mengidentifikasi Dani Alves dari tato bulan sabit di perutnya.


Terduga Pelaku Pencabulan di Rusun Marunda Hapus Data di Laptop dan Ponsel

4 hari lalu

Terduga Pelaku Pencabulan di Rusun Marunda Hapus Data di Laptop dan Ponsel

Terduga pelaku pencabulan anak di Rusun Marunda sempat menghapus sejumlah data di ponsel dan laptop sebelum dibawa ke Polres Jakarta Utara.


Putri Candrawathi Siap Pertanggungjawabkan Kesaksiannya kepada Tuhan

4 hari lalu

Putri Candrawathi Siap Pertanggungjawabkan Kesaksiannya kepada Tuhan

Apapun yang dilakukan, kata Putri Candrawathi, menjadi salah di mata mereka. Dia pun siap mempertanggungjawabkan kesaksiannya kepada Tuhan.


Pengacara Putri Candrawathi Sebut Hasil Poligraf Tidak Valid dan Cacat Hukum

4 hari lalu

Pengacara Putri Candrawathi Sebut Hasil Poligraf Tidak Valid dan Cacat Hukum

Pengacara Putri Candrawathi menyimpulkan hasil Poligraf kurang valid dan cacat hukum pada sidang pledoi di PN Jaksel


Baca Pleidoi, Putri Candrawathi: Saya Dituding Perempuan Tua yang Mengada-ada

4 hari lalu

Baca Pleidoi, Putri Candrawathi: Saya Dituding Perempuan Tua yang Mengada-ada

Andai waktu bisa diputar kembali, Putri Candrawathi mengatakan, ia memilih untuk diam karena jika menceritakan akan semakin membuatnya trauma.


Putri Candrawathi Bantah Ganti Baju Seksi untuk Memuluskan Skenario Pembunuhan Yosua

4 hari lalu

Putri Candrawathi Bantah Ganti Baju Seksi untuk Memuluskan Skenario Pembunuhan Yosua

Putri Candrawathi membantah mengganti pakaian dengan baju yang lebih seksi untuk memuluskan skenario pelecehan seksual di rumah dinas Ferdy Sambo.