Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kapolda Lampung Jelaskan Mengapa AKP Andri Gustami yang Divonis Mati Belum Dapat Penghargaan

image-gnews
AKP Andri Gustami. Foto: Istimewa
AKP Andri Gustami. Foto: Istimewa
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Lampung Inspektur Jenderal Helmy Santika mengatakan, Ajun Komisaris Andri Gustami pernah mengajukan permohonan penghargaan ke Polda Lampung. Permintaan itu diajukan sebelum ia terbukti menjadi kurir narkoba.

"Memang dia pernah mengajukan. Pada saat diajukan, diproses. Pada saat berproses tertangkap," kata Helmy kepada Tempo, melalui sambungan telepon, Sabtu sore, 9 Maret 2024.

Helmy mengatakan permintaan mendapatkan diberikan penghargaan itu diajukan Andri Gustami melalui Kepala Kepolisian Resor Lampung Selatan. "Dia meminta penghargaan. Diproses oleh Polda," tutur alumnus Akademi Kepolisian atau Akpol 1993 itu. Namun, Helmy tak merinci apa saja prestasi bawahannya itu.

Helmy menuturkan tawaran AKP Andri Gustami sempat diproses. Jalurnya melalui putusan Dewan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan.

Namun, beberapa penilaian menegaskan anggota polisi diberikan penghargaan saat dia bisa menangani kasus besar di luar dari bidang kerjanya. "Tapi masih dalam proses, sudah ditangkap," ujar dia.

Andri Gustami adalah Kepala Satuan Narkoba Polres Lampung Selatan. Dia ditangkap karena terbukti menjadi kurir narkoba di bawah jaringan Fredy Pratama. Melalui sindikat Escobar Indonesia, sebutan bagi kelompok Fredy, Andri Gustami bertugas meloloskan narkoba.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dia berperan memuluskan perjalanan pengiriman narkoba melawati Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak, Banten. Andri baru tertangkap menjelang Idul Adha, 20 Juni 2023. Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, pada 23 November 2023 memvonis hukuman mati kepada Andri.

Terungkap di pengadilan Andri Gustami delapan kali menjalankan peredaran narkoba jaringan internasional yang dikendalikan oleh Fredy Pratama itu. Jaksa mengungkapkan Andri Gustami membawa barang haram itu memakai kendaraan pribadi. Kendaraan masuk ke kapal fery Express hingga terhindar dari pemeriksaan.

Total dari delapan kali mengawal narkotika milik jaringan Fredy Pratama, AKP Andri Gustami berhasil meloloskan sebanyak 150 kilogram sabu dan 2.000 butir pil ekstasi. Perjalanan berikutnya Andri Gustami menjalani vonis mati, yang diputuskan pada Kamis, 29 Februari lalu.

Pilihan Editor: Hadiah Hasbi Hasan ke Windy Idol: dari Tas Hermes sampai Tur di Bali Naik Helikopter

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Polisi Gerebek Kampung Boncos, 42 Orang Positif Gunakan Narkoba

6 jam lalu

Sejumlah tersangka dan barang bukti ditampilkan saat konferensi pers terkait pengungkapan peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 15 Juli 2024. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan diancam dengan pidana kurungan maksimal 20 tahun penjara. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Polisi Gerebek Kampung Boncos, 42 Orang Positif Gunakan Narkoba

Sebanyak 42 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba dalam penggerebekan Kampung Boncos, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat.


Penggerebekan Kampung Boncos Berawal dari Informasi Suplai 2 Kg Sabu

7 jam lalu

Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Boncos dan menangkap 42 orang yang positif mengonsumsi sabu, Rabu, 17 Juli 2024. Sumber: Polres Metro Jakarta Barat
Penggerebekan Kampung Boncos Berawal dari Informasi Suplai 2 Kg Sabu

Dalam penggerebekan narkoba di Kampung Boncos, sebanyak 42 orang positif mengonsumsi sabu.


Penyeludupan 106 Kilogram Sabu Digagalkan di Kepri, 3 WNA India Jadi Tersangka

11 jam lalu

Konferensi pers pengungkapan kasus penyeludupan 106 kilogram sabu jaringan narkotika internasional di Batam, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Penyeludupan 106 Kilogram Sabu Digagalkan di Kepri, 3 WNA India Jadi Tersangka

Badan Narkotika Nasional Republik mengagalkan penyeludupan 106 kilogram narkotika jenis sabu dari Malaysia.


5 Personel Polda Jawa Tengah Diduga Tilap Barang Bukti Sabu, IPW: Kasus yang Berulang

17 jam lalu

Sugeng Teguh Santoso. antaranews.com
5 Personel Polda Jawa Tengah Diduga Tilap Barang Bukti Sabu, IPW: Kasus yang Berulang

IPW menyarankan polisi penilap barang bukti narkoba agar ditindak tegas supaya tidak berulang.


Deretan Modus Penyelundupan Narkoba dalam Kandang Ayam, Kaleng Rokok, hingga di Kemaluan

17 jam lalu

Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis
Deretan Modus Penyelundupan Narkoba dalam Kandang Ayam, Kaleng Rokok, hingga di Kemaluan

Berbagai modus penyelundupan narkoba, ada yang dalam kandang ayam, kaleng rokok, hingga kemaluan.


Kompolnas Sesalkan Sikap Polda Jateng yang Bungkam soal Dugaan 5 Anggotanya Sunat Barang Bukti Sabu

1 hari lalu

Ketua Harian Kompolnas Inspektur Jenderal (purnawirawan) Benny Mamoto saat ditemui usai acara HUR Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Polri (PP Polri) XXIV Tahun 2023, Jakarta Selatan, 5 Juli 2023. [Tempo/Eka Yudha Saputra]
Kompolnas Sesalkan Sikap Polda Jateng yang Bungkam soal Dugaan 5 Anggotanya Sunat Barang Bukti Sabu

Hingga saat ini Polda Jateng tidak memberikan pernyataan soal dugaan 5 anggotanya menyunat jumlah barang bukti sabu.


Dugaan 5 Polisi di Polda Jateng Sunat Barang Bukti Sabu, Kompolnas: Layak Diberi Sanksi PTDH

1 hari lalu

Ketua Harian Kompolnas Inspektur Jenderal (purnawirawan) Benny Mamoto saat ditemui usai acara HUR Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Polri (PP Polri) XXIV Tahun 2023, Jakarta Selatan, 5 Juli 2023. [Tempo/Eka Yudha Saputra]
Dugaan 5 Polisi di Polda Jateng Sunat Barang Bukti Sabu, Kompolnas: Layak Diberi Sanksi PTDH

Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto mendesak 5 polisi di Ditresnarkoba Polda Jateng dikenai sanksi PTDH. Dugaan memotong jumlah barang bukti sabu.


Pj Bupati Majalengka Raih Penghargaan Satya Lencana Bakti Inovasi Desa

1 hari lalu

Penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT),dan Transmigrasi RI, untuk Pemda majalengka.Penghargaan tersebut diberikan atas jasa-jasa dalam memanfaatkan data SustainableDevelopment Goals (SDGs) desa di Kabupaten Majalengka.  Dok Majalengka
Pj Bupati Majalengka Raih Penghargaan Satya Lencana Bakti Inovasi Desa

Pemanfaatan potensi desa dijalankan melalui program Surabi. Cukup berhasil mendorong lebih banyak UMKM di desa memiliki NIB.


Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Bekasi, Sita Sabu 2 Kg dan Ekstasi. Modus Sistem Tempel

2 hari lalu

Ilustrasi penjahat narkoba. ANTARA/Galih Pradipta
Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Bekasi, Sita Sabu 2 Kg dan Ekstasi. Modus Sistem Tempel

Polisi amankan barang bukti narkoba yang disembunyikan di atas plafon rumah orang tua pelaku di wilayah Jatiasih, Kota Bekasi.


Kembar Souvenir Jadi Penyedia Plakat Akrilik Berkualitas Tinggi

2 hari lalu

Dok. 
Plakat Akrilik Kembar Souvenir.
Kembar Souvenir Jadi Penyedia Plakat Akrilik Berkualitas Tinggi

Dengan pengalaman keahlian yang teruji dan layanan kustomisasi yang fleksibel, Kembar Souvenir siap menjadi mitra terpercaya Anda.