Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cerita Polisi, Penghuni Apartemen, dan Penjaga Klenteng soal Satu Keluarga Tewas Melompat dari Lantai 21

image-gnews
Lokasi empat orang keluar melompat dari gedung Topaz di kawasan Apartemen Teluk Intan, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Korban yang masih satu keluarga itu melompat dan tewas pada Sabtu, 9 Maret 2024. TEMPO/Ihsan Reliubun
Lokasi empat orang keluar melompat dari gedung Topaz di kawasan Apartemen Teluk Intan, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Korban yang masih satu keluarga itu melompat dan tewas pada Sabtu, 9 Maret 2024. TEMPO/Ihsan Reliubun
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Peristiwa empat orang tewas usai melompat dari lantai 21 salah satu apartemen di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu, 9 Maret 2024, menggegerkan khalayak ramai. Empat orang yang disebut masih satu keluarga ini tewas seketika dengan dugaan posisi tangan terikat. 

Meski Kepolisian Sektor Penjaringan telah membeberkan kronologi dari peristiwa itu, Tempo berupaya menggali cerita dari penghuni apartemen, pedagang, hingga penjaga klenteng yang berada di pucuk gedung apartemen itu. 

Cerita Polisi

Kapolsek Penjaringan, Jakarta Utara, Komisaris Agus Ady Wijaya membeberkan kronologi empat orang yang diduga melompat dari lantai 21 salah satu apartemen. Agus menjelaskan momen terakhir empat korban yang diduga masih satu keluarga ini terekam kamera pengawas. Kamera CCTV merekam mulai dari para korban tiba di apartemen hingga naik ke rooftop.

Agus menyebut keempat korban yang melompat ini, yaitu EA, 50 tahun; AEL, 52 tahun; JWA, usia belum diketahui; dan JL, 15 tahun.  Menurut Agus, sekitar pukul 16.02 WIB para korban mendatangi apartemen menggunakan mobil Grand Max warna silver bernomor polisi B 2972 PEQ.

"Dan masuk ke apartemen," kata Agus kepada wartawan di depan aparteman, Sabtu malam, 9 Maret 2024.

Pada pukul 16.04 WIB, para korban masuk dalam lift. Terekam EA mencium kening AEL, JWA, dan JL. "Setelah mencium keningnya pihak AWL termonitor mengumpulkan ponsel-ponsel di tasnya. Lalu naik ke atas," kata dia.

Berikutnya pada pukul 16.05 keempat korban tampak keluar dari lift lantai 21. Kemudian mereka melintas melewati tangga darurat, dan naik ke anjungan apartemen. "Kemudian pada pukul 16.21 WIB para korban jatuh bersamaan di depan mobil," ucap Agus.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh saksi berinisial DF. Menurut Agus, DF sedang berjaga di depan pintu masuk apartemen yang terletak di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara itu.

Saat DF bertugas di depan lobi, dia mendengar benturan keras di depan bangunan itu. "Pada saat menoleh, ternyata ada empat mayat langsung tergeletak di depan lobi," kata Agus

Cerita Penjaga Klenteng Apartemen

Penjaga Klenteng di pucuk gedung apartemen, A Kong, mengatakan keempat korban itu datang sore. Seorang ibu langsung berdiri menghadap tempat ibadah. "Saya suruh ambil hio, dia tak mau. Dia pakai tangan," kata pria 70 tahun itu yang mengaku sudah sepuluh tahun menjaga tempat ibadah itu.

Dari satu tempat ibadah yang berada di bangunan A Kong berjaga, perempuan itu pindah ke bangunan sebelah. "Dia berdoa sendiri," tutur A Kong. Saat perempuan itu berdoa, A Kong hanya duduk menonton televisi.

Sebelum beranjak dari tempat berdoa. Keluarga ini, menurut A Kong, sempat menaruh uang Rp 50 ribu di kotak amal. "Yang anak perempuan ambil uang untuk sumbang di kotak amal," tutur A Kong, saat ditanya siapa yang menaruh uang tersebut.

Dia bercerita bahwa keempat orang ini naik membawa tas. Tas itu ditaruh di kursi kayu berukuran panjang. Kursi ini berada di ujung tangga darurat, tepat di antara pintu kiri dan kanan. Jika berjalan ke kiri dari ujung tangga ini, akan bertemu tempat yang dijaga A Kong.

Sementara area lain dari pintu sebelah kanan, terdapat area kosong, berumput. Di situ ada tempat dupa dan sebuah patung naga. Area ini sudah dipagari pita kuning-hitam atau garis polisi. A Kong yang berdiri dari pintu ini menunjuk titik tempat orang yang diduga jatuh.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Posisi ujung tembok ini setinggi dada. Beberapa meter dari patung naga atau sisi kanan dupa, diduga menjadi tempat keempat korban itu terjatuh. "Tempatnya di situ," kata A Kong. Dia mengaku tak tahu peristiwa orang itu ke area tersebut. Dia baru tahu ada orang jatuh dari tempat itu setelah didatangi anggota satuan pengamanan.

Cerita Penghuni Apartemen

Salah satu penghuni apartemen, Arif, mengaku kenal dengan keluarga ini. Mereka adalah pasangan suami istri dengan dua anak. Arif menyebut keluarga ini meninggalkan apartemen sudah setahun lalu. 

Arif mengaku telah mengenal dengan keluarga ini sejak 2017. Namun, pertemuan terakhir Arif dengan keluarga ini terjadi sekitar 2023.

"Saya kenal, tetapi jarang bicara. Paling tegur biasa saja. Terakhir sekitar Covid-19, dia bilang mau pindah ke Solo," kata Arif.

Tak hanya itu, Arif menyebut dirinya sempat memberikan uang untuk membantu keluarga ini. Ketika itu, Arif memberi duit sekitar Rp 3 juta.

Cerita Pedagang di Kawasan Apartemen

Zulaeha, pedagang minuman, tiba-tiba berlari dari toilet untuk menuju lokasi empat orang diduga melompat dari lantai 21 di salah satu apartemen di Penjaringan, Jakarta Utara. Dia terkejut saat mendengar bunyi benda menumbuk dinding. "Soalnya getaran di pintu besar banget," tutur Zulaeha, Sabtu malam, 9 Maret 2024.

Zulaeha merupakan penjual minuman di kedai Es Teh Indonesia. Bilik kedai ini berada di lantai dasar dan di sisi kanan pintu masuk apartemen. "Saya cuma tahu bapaknya sama anaknya," ujar dia, yang mengaku mengetahui empat korban itu sekeluarga.

Dia kemudian mengetahui bunyi dan getaran itu berasal empat orang yang diduga melompat dari anjungan apartemen tersebut. Keempat orang itu seketika meninggal di tempat.

Ketika itu, Zulaeha enggan mendekati empat korban yang tergeletak beberapa meter dari pintu kedainya. Para pembeli yang menunggu di kedai itu berhamburan keluar. "Saya enggak keluar, saya takut," tutur Zulaeha, yang baru dua bulan bekerja di kedai ini.

Perempuan 24 tahun ini bercerita, kabarnya keempat orang itu keluarga. Mereka penghuni apartemen ini. Namun sudah lama mereka tak tinggal di tempat itu karena pindah sekitar dua tahun lalu. Mereka baru kembali setelah lama tak terlihat tinggal di apartemen. "Enggak tahu mereka kunjungi siapa," katanya.

Zulaeha hanya mendengar keempat orang yang meninggal itu dengan tangan terikat. Namun tali di tangan terlepas setelah mereka jatuh dari anjungan apartemen tersebut. "Katanya saling ikat tangan gitu. Jadi lompat bareng," tutur Zulaeha, yang sesekali merinding mengingat peristiwa nahas beberapa jam lalu.

IHSAN RELIUBUN

Pilihan Editor: Warga Bangka Belitung Soal Tambang Timah: Susah Kalau Wasit Jadi Pemain

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Dua Kurir Narkoba Ditangkap di Jakarta Utara, Polisi Amankan Sabu 5 Kilogram dan 20 Ribu Butir Ekstasi

10 jam lalu

Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis
Dua Kurir Narkoba Ditangkap di Jakarta Utara, Polisi Amankan Sabu 5 Kilogram dan 20 Ribu Butir Ekstasi

Kedua tersangka kurir narkoba terancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun.


Razia Narkoba di Kampung Bahari: 31 Orang Ditangkap, Sabu hingga Senapan Angin Disita

2 hari lalu

Polisi menggelar razia narkoba Kampung Muara Bahari pada Sabtu, 13 Juli 2024. Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Razia Narkoba di Kampung Bahari: 31 Orang Ditangkap, Sabu hingga Senapan Angin Disita

Polres Jakarta Utara menangkap 31 orang saat razia narkoba di tiga lokasi yang berada di Kampung Bahari


Pengacara Sebut Sandra Dewi Beli Apartemen Harvey Moeis, Dicicil Pakai Uang Bulanan

2 hari lalu

Artis Sandra Dewi bergegas meninggalkan gedung usai menjalani pemeriksaan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2024. Sandra Dewi menjalani pemeriksaan kurang lebih selama 9 jam sebagai saksi terkait kasus suaminya Harvey Moeis atas dugaan korupsi tata niaga timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah tahun 2015-2022. ANTARA/Galih Pradipta
Pengacara Sebut Sandra Dewi Beli Apartemen Harvey Moeis, Dicicil Pakai Uang Bulanan

Kuasa hukum Sandra Dewi, Harris Arthur Hedar, membantah kliennya menikmati hasil dugaan korupsi timah.


Polisi Bongkar Sindikat Penipuan yang Gunakan Aplikasi Lalamove

4 hari lalu

Ilustrasi pencurian mobil pembawa uang/ATM. ANTARA/Irsan Mulyadi
Polisi Bongkar Sindikat Penipuan yang Gunakan Aplikasi Lalamove

Polsek Metro Penjaringan menangkap enam tersangka yang diduga menjadi anggota sindikat penipuan dan penggelapan menggunakan aplikasi Lalamove.


Polisi Tangkap Sindikat Pencuri Sepeda Motor, Hasil Curian Dipakai untuk Pesta Narkoba

4 hari lalu

Ilustrasi pencuri. Dok.TEMPO/Fully Syafi;
Polisi Tangkap Sindikat Pencuri Sepeda Motor, Hasil Curian Dipakai untuk Pesta Narkoba

Polisi menangkap tiga tersangka pencurian kendaraan bermotor di kawasan Kelapa Gading. Dua orang masih buron.


Kebakaran Rumah di Sydney Australia, Diduga Motif Bunuh Diri

8 hari lalu

Ilustrasi kebakaran. shutterstock
Kebakaran Rumah di Sydney Australia, Diduga Motif Bunuh Diri

Kebakaran di sebuah rumah di Kota Sydney menewaskan tiga anak. Kepolisian menduga motifnya bunuh diri.


BPJS Ketenagakerjaan Sediakan Layanan Pinjaman Dana Pembelian atau Renovasi Rumah, Simak Prosedurnya

15 hari lalu

Tipe perumahan sederhana (ilustrasi).
BPJS Ketenagakerjaan Sediakan Layanan Pinjaman Dana Pembelian atau Renovasi Rumah, Simak Prosedurnya

JHT BPJS Ketenagakerjaan bisa diklaim untuk keperluan pembeliat atau renovasi rumah.


Cerita Pemain Judi Online Putuskan Berhenti Setelah Temannya Mau Bunuh Diri

16 hari lalu

Ilustrasi pemain judi online. Menteri Kordinasi Politik Hukum dan Keamanan Hadi Tjahjanto mengungkap 164 wartawan terlibat judi online dengan analisis transaksi keuangan mencapai Rp1,4 miliar. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Cerita Pemain Judi Online Putuskan Berhenti Setelah Temannya Mau Bunuh Diri

Dicky pemuda asal Solo Jawa Tengah menceritakan bagaimana dia terjerumus judi online dan berhenti karena temannya hendak bunuh diri


Polres Metro Bekasi Periksa Dua Saksi dalam Kasus Tahanan Asal Tapanuli Tewas di Lapas Bulak Kapal

16 hari lalu

Petugas gabungan merazia kamar tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bulak Kapal Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Rabu, 30 Juni 2021. Foto: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Polres Metro Bekasi Periksa Dua Saksi dalam Kasus Tahanan Asal Tapanuli Tewas di Lapas Bulak Kapal

Tahanan asal Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, berinisial ZAN, 26 tahun, ditemukan tewas tergantung di Lapas Kelas II A Bulak Kapal, Bekasi


Kata Gibran Soal Blusukan di Bantaran Kali di Jakarta: Studi Banding

17 hari lalu

Wali Kota Solo yang juga Wakil Presiden Wapres Terpilih Gibran Rakabuming Raka memberikan penjelasan ihwal kegiatan blusukan yang dilakukannya di Jakarta pada Jumat, 28 Juni 2024, saat ditemui di Kantor DPRD Kota Solo, Jawa Tengah. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Kata Gibran Soal Blusukan di Bantaran Kali di Jakarta: Studi Banding

Gibran membenarkan dirinya blusukan bersama Pj Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono. Ia mengklaim melakukan studi banding.