Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kisah Mahasiswa Diduga Korban TPPO Berkedok Magang Ferienjob Jerman: Lontang-Lantung, Kontrak Kerja Diputus

image-gnews
Universitas Jambi. Dok. ANTARA
Universitas Jambi. Dok. ANTARA
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Mahasiswa Universitas Jambi turut menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok program magang ferienjob di Jerman. Salah satu mahasiswa bercerita kontrak kerjanya diputus sepihak dan sempat lontang-lantung.

Renda—bukan nama sebenarnya—bercerita ia tiba di Jerman pada 11 Oktober 2023, tetapi baru mulai bekerja 31 Oktober 2023. Selama 20 hari, Renda dan rekannya berkali-kali dipindahkan dari satu apartemen ke apartemen lainnya. “Selama itu saya dipindahkan hotel sembilan kali sampai ke luar kota,” katanya saat dihubungi Tempo, Sabtu, 23 Maret 2024.

Dalam ceritanya, Renda pertama kali menandatangani kontrak dengan masa kerja 4 Oktober-30 Desember 2023. Namun, ia baru diberangkatkan ke Jerman oleh PT Sinar Harapan Bangsa (PT SHB) dan PT CVGEN 10 Oktober. Alasannya agen penyalur di Jerman—Brisk United GmbH—belum bisa menerima peserta ferienjob.

Setibanya di Bandara Internasional Frankfurt, Renda bertemu dengan belasan mahasiswa Indonesia lain peserta magang ferienjob. Para mahasiswa ini lalu hanya diarahkan untuk pergi ke apartemen a&o Frankfurt Ostend tanpa pendampingan.

Di apartemen Renda kembali bertemu sejumlah mahasiswa Indonesia lain. Jumlahnya sekitar 50 orang dan sudah berada di Jerman sejak 9 Oktober. “Puluhan orang itu belum mendapatkan pekerjaan,” tutur dia.

Tinggal di Jerman Tanpa Kepastian Bekerja

Renda tinggal di apartemen a&o Frankfurt Ostend selama sembilan hari tanpa kepastian akan bekerja di mana. Pada 20 Oktober, ia dipindahkan ke apartemen Frankfurt Galluswarte. Keesokan harinya, dia digeser lagi untuk tinggal di Pallazo Hotel Mönchengladbach.

Nasib Renda akhirnya mendapat kejelasan. Pihak penyalur menyebut dia akan bekerja di Amazon Mönchengladbach. 

Pada 23 Oktober 2023, Renda dan sekitar 20 mahasiswa perempuan mendatangi Amazon. Namun, nasibnya buntung. Ia ditolak oleh Amazon. Menurut pihak Amazon, kata dia, mereka membutuhkan mahasiswa magang yang tiba di Jerman sejak 4 Oktober. “Alasannya kami datang terlambat,” tutur dia.

Gagal mendapatkan pekerjaan di Amazon, tempat tinggal Renda dipindahkan lagi ke Apartement Mülgaustraße, Mönchengladbach pada 25 Oktober 2023.

Pada 27 Oktober 2023, Renda dan rekan-rekannya diminta datang ke kantor Brisk untuk menandatangani kontrak kerja baru. Permintaan itu datang tiba-tiba. Dalam waktu 30 menit mereka harus hadir di kantor Brisk.

Ia menceritakan kondisi para mahasiswa ferienjob saat itu tak siap. “Kontrak kerja itu dalam Bahasa Jerman, kami tidak paham isinya, pasal-pasalnya. Kami juga kehabisan uang membeli paket untuk menerjemahkan isi dokumennya.”

Alhasil Renda menerima kontrak tersebut tanpa sempat mempelajari dan tahu isinya. Setelah tanda tangan, Brisk meminta mereka hengkang dari apartemen. “Sekaligus dipindahkan lagi ke apartemen baru,” katanya. Para mahasiswa ini lalu digeser ke Apartemen Mozartstraße.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Usai menandatangani kontrak kedua, barulah ada kejelasan mengenai perusahaan yang akan menerima mahasiswa-mahasiswa magang ini. Ada yang ditempatkan di Amazon Leipzig, sementara Renda diterima di perusahaan logistik bernama ID Logistic di Kaiserslautern.

Berdasarkan kontrak kedua, masa kerja Renda dkk mulai 30 Oktober-30 Desember 2023. Di ID Logistic dia bekerja dengan mahasiswa dari Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam, Sumatera Utara dan Universitas Binawan Jakarta.

Kontrak Kerja Diputus Sepihak

Kabar buruk datang. Renda tiba-tiba menerima surat pemutusan kerja pada 2 Desember 2023 dari ID Logistic yang dikirimkan via Brisk. “Alasan dari Brisk, performa kita kurang,” tutur dia.

Renda tak terima dengan alasan itu. Alasannya ia dan rekan-rekannya mengonfirmasi hal ini ke supervisor dan dia menyatakan performa kerja para mahasiswa Indonesia ini baik.

Berikutnya Brisk berdalih pemutusan kerja dilakukan karena volume produk sedikit sementara jumlah karyawan ID Logistic banyak. “Jadi ada pemutusan kontrak,” ucapnya.

Tak hanya kontraknya yang diputus oleh ID Logistic, Brisk meminta Renda dan kawan-kawannya keluar dari apartemen per 10 Desember. Mereka tidak akan bertanggung jawab atas apartemen itu jika ia tetap bertahan. Pada hari yang sama datang pesan dari SHB—dia dipindahkan kembali ke a&o Hotel Frankfurt.

"Pada 10 Desember, Brisk memaksa saya tidak menempati apartemen dan tidak bertanggung jawab atas akomodasi mereka setelah 10 Desember 2023," tutur dia.

Menurut Renda, setelah diputus kontrak oleh ID Logistic, Brisk menawarkan sejumlah pekerjaan di perusahaan lain. Dampaknya, Renda dan rekannya harus berpindah-pindah apartemen tiap mendapatkan tawaran pekerjaan di kota yang berbeda.

Ia mencontohkan pernah tinggal di Cityapartement24 bei Hauptbahnhof, Bremen. Di sini Brisk memesan kamar tipe sharing room sehingga orang lain bebas menginap bersama. “Selama saya di apartemen ini, saya kerap satu kamar dengan pria,” ucap Ramayani, mengenang perjalanan mengikuti program ferienjob.

Pilihan Editor: Penjelasan UNJ Usai Terseret Dugaan Perdagangan Orang Berkedok Magang Mahasiswa di Jerman

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Malaysia Evakuasi 123 Warganya dari Bangladesh

2 jam lalu

Warga negara Malaysia, yang dievakuasi dari kekerasan mematikan di Bangladesh, disambut oleh anggota keluarga saat mereka tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang, Malaysia, 23 Juli 2024. REUTERS/Hasnoor Hussain
Malaysia Evakuasi 123 Warganya dari Bangladesh

Malaysia mengevakuasi 123 warganya dari Bangladesh menyusul demonstrasi mahasiswa memprotes kebijakan penerapan sistem kuota penerimaan pegawai


Bareskrim Ungkap 50 WNI Dijadikan Pekerja Seks di Sydney

6 jam lalu

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Djuhandani Rahardjo Puro memberikan keterangan saat pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 4 April 2023. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Bareskrim Ungkap 50 WNI Dijadikan Pekerja Seks di Sydney

Menurut Bareskrim, pelaku tidak memakai modus penipuan lowongan pekerjaan lantaran sedari awal para korban tahu akan menjadi pekerja seks di Sydney.


Adidas Copot Bella Hadid dari Kampanye karena Advokasi Palestina, Picu Seruan Boikot

6 jam lalu

Bella Hadid tampil di Billboard Adidas/Foto: Instagram/The Debut Fashion
Adidas Copot Bella Hadid dari Kampanye karena Advokasi Palestina, Picu Seruan Boikot

Meskipun mendapat reaksi keras, Adidas tidak membatalkan keputusannya untuk mencoret Bella Hadid, berpotensi membahayakan sebagian pendapatannya


8 Tips untuk Anak Magang agar Diangkat Jadi Karyawan

8 jam lalu

Tips agar anak magang diterima jadi karyawan. Foto: Canva
8 Tips untuk Anak Magang agar Diangkat Jadi Karyawan

Untuk diangkat menjadi karyawan bukanlah hal yang sulit. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan anak magang agar diangkat jadi karyawan.


7 Kesalahan Anak Magang yang Wajib Dihindari saat Bekerja

9 jam lalu

Ketahui beberapa kesalahan anak magang yang harus Anda hindari. Di antaranya tidak menghargai waktu hingga terlalu fokus pada gaji. Foto: Canva
7 Kesalahan Anak Magang yang Wajib Dihindari saat Bekerja

Ketahui beberapa kesalahan anak magang yang harus Anda hindari. Di antaranya tidak menghargai waktu hingga terlalu fokus pada gaji.


Mengenal Kampus Unpad Pangandaran dan 5 Prodi Unggulannya

15 jam lalu

Universitas Padjajaran atau Unpad. unpad.ac.id
Mengenal Kampus Unpad Pangandaran dan 5 Prodi Unggulannya

Unpad memiliki kampus PSDKU Pangandaran yang memiliki sejumlah prodi.


Apakah Anak Magang Kerja di Perusahaan Wajib Digaji? Ini Jawabannya

1 hari lalu

Pelatihan magang yang diadakan Kementerian Ketenagakerjaan di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat pada 4 Juli 2019. (Dok. International Labour Organization - ILO)
Apakah Anak Magang Kerja di Perusahaan Wajib Digaji? Ini Jawabannya

Apakah anak magang kerja di perusahaan wajib digaji. Ketentuan ini tercantum dalam UU Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.


Demonstrasi di Bangladesh: Pengerahan Militer dan Jam Malam hingga Disoroti Kepala HAM PBB

2 hari lalu

Pengunjuk rasa anti-kuota berbaris saat  terlibat dalam bentrokan dengan Liga Chhatra Bangladesh, sayap mahasiswa dari partai berkuasa Liga Awami Bangladesh, di Universitas Dhaka, di Dhaka, Bangladesh, 16 Juli 2024. REUTERS/ Mohammad Ponir Hossain
Demonstrasi di Bangladesh: Pengerahan Militer dan Jam Malam hingga Disoroti Kepala HAM PBB

Beberapa hari belakangan, Bangladesh menjadi sorotan dunia karena aksi demonstrasi besar-besaran


Panggil Mahasiswa yang Demo Isu Korupsi, Rektor UPN Veteran Jakarta Bilang Cuma Menasihati

2 hari lalu

Petugas memeriksa kelengkapan berkas peserta sebelum mengikuti pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2024 di Universitas Pembangunan Nasional
Panggil Mahasiswa yang Demo Isu Korupsi, Rektor UPN Veteran Jakarta Bilang Cuma Menasihati

Rektor UPN Veteran Jakarta mengatakan tak segan memberi sanksi bila mahasiswa kembali menggelar unjuk rasa yang dianggap melanggar etik.


Tim Mahasiswa Telkom University Kembangkan OptiGuard Sebagai Detektor Pencegah Kebutaan

2 hari lalu

Aplikasi dan adaptorOptiGuard karya tim mahasiswa Telkom University sebagai detektor pencegah kebutaan. (Dok.Tim)
Tim Mahasiswa Telkom University Kembangkan OptiGuard Sebagai Detektor Pencegah Kebutaan

Pembuatan OptiGuard melibatkan mahasiswa S1 Sains Data Fakultas Informatika Telkom University.