Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

4 WNI yang Masuk DPO Interpol, Salah Satunya Pimpinan Jaringan Narkoba Fredy Pratama

image-gnews
Fredy Pratama. Foto/istimewa
Fredy Pratama. Foto/istimewa
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam kasus pidana, banyak tersangka yang mangkir dari panggilan pihak kepolisian atau melarikan diri dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO. Ada banyak alasan mengapa seseorang dapat ditetapkan sebagai DPO, di antaranya jika pemeriksaan saksi dan barang bukti mencukupi serta keyakinan para penyidik maka dapat menetapkan seseorang sebagai tersangka atau pelaku tindak pidana.

Setelah menetapkan tersangka, penyidik akan menerbitkan surat perintah penangkapan. Namun, jika orang tersebut masih belum berhasil ditangkap, maka penyidik akan melakukan penetapan DPO. 

Dilansir dari Peraturan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Standar Operasional Pelaksanaan Penyidikan Tindak Pidana, disebutkan bahwa tersangka (DPO) yang telah diketahui melarikan diri ke luar negeri akan diajukan red notice melalui Kepolisian Internasional atau Interpol

Berikut daftar tersangka dari Indonesia yang masuk dalam red notice Interpol, dilansir dari laman resmi The International Criminal Police Organization: 

1. Fredy Pratama

Dilansir dari Majalah Tempo, pihak kepolisian menyebut Fredy Pratama sebagai pimpinan sindikat narkoba Asia Tenggara yang memasok narkoba hingga setengah ton per bulan ke Indonesia. Pihak kepolisian bahwa menyebut Fredy sebagai “Escobar Indonesia” setelah menghitung laporan transaksi hingga 51 triliun. 

Dari temuan itu, pihak kepolisian menerbitkan red notice kepada Interpol pada Juni 2023. Dari pemeriksaan 408 kasus narkoba selama 202-2023, polisi menemukan pelbagai nama alias bandar narkoba, seperti The Secret, Mojopahit, Casanova. Rupanya, nama-nama alias itu merujuk pada Fredy Pratama dari nomor identifikasi personal atau PIN BBM yang sama dari tiap nama tersebut. Fredy pun akhirnya masuk dalam daftar red notice Interpol dengan keterangan sebagai berikut:

Jenis kelamin  : Pria

Tanggal lahir  : 25 Juni 1985

Tempat lahir  : Banjarmasin

Warna rambut  : Hitam

2. Evelina Fadil Pietruschka dan Manfred Armin Pietruschka

Evelina F. Pietruschka merupakan istri Manfred Armin Pietruschka. Sementara Rezanantha Petruschka adalah anak bungsu mereka.

Nama Evelina sendiri bukanlah orang baru dalam dunia asuransi di Indonesia. Selain menduduki posisi pucuk sebagai Presiden Komisaris Wanaartha, ia juga pernah menjabat posisi penting di sejumlah asosiasi asuransi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sejak tahun 1999 hingga Maret 2011, Evelina menduduki jabatan sebagai Presiden Direktur Wanaartha Life. Hingga kasus PT WAL bergulir, ia menjabat sebagai Presiden Komisaris Wanaartha Life.

Pada 2023, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life/PT WAL) agar kembali ke Indonesia dan bertanggung jawab.

Adapun PSP yang dimaksud, seperti tertulis dalam keterangan resmi OJK, Kamis, 2 Februari 2023, adalah Evelina Fadil Pietruschka, Manfred Armin Pietruschka, dan Rezanantha Pietruschka yang diduga melakukan tindak pidana asuransi. Kini, Evelina dan Manfred masuk dalam daftar red notice Interpol. 

3.  Edo Kurniawan 

Dilansir dari laman straitstimes.com, pada 2023, Eko Kurniawan mantan direktur Wirecard Asia diyakini berada di balik salah satu kasus penipuan dan pemalsuan terbesar di sektor keuangan. Kurniawan dengan tiga mantan karyawannya disebutkan telah melakukan penyalahgunaan pembayaran digital yang diperkirakan mencapai $100 ribu dollar Singapura dari Wirecard Asia Holding, anak perusahaan Jerman dari Wirecard Asia Holding.

Kini, Edo masuk dalam daftar red notice Interpol dengan keterangan sebagai berikut:

Jenis kelamin  : Pria

Tanggal lahir  : 10 Juni 1985

Tempat lahir  : Semarang

MICHELLE GABRIELA  | FAJAR PEBRIANTO | ANDRY TRIYANTO

Pilihan Editor: Polri Ajukan Red Notice ke Interpol Terhadap Dua Tersangka Kasus Ferienjob

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Paket 30 Kilogram Ganja di Tanjung Priok Diduga untuk Diedarkan di Jakarta

3 jam lalu

Polisi menyita barang bukti narkoba jenis ganja yang disimpan di rumah pelaku di Tanjung Priok, Jakarta Utara.ANTARA/HO-Polda Metro Jaya
Paket 30 Kilogram Ganja di Tanjung Priok Diduga untuk Diedarkan di Jakarta

Paket ganja tersebut berasal dari Medan dan rencananya akan diedarkan di Jakarta.


Polisi Tangkap 2 Penerima Paket Ganja Seberat 30 Kilogram di Tanjung Priok

20 jam lalu

Paket kiriman ganja kering yang dikemas sebagai suku cadang sepeda motor pesanan seorang mahasiswa di Jakarta saat diperlihatkan di Markas Polsek Tambora, Jakarta Barat, Rabu 6 September 2023. Tempo/Advist Khoirunikmah
Polisi Tangkap 2 Penerima Paket Ganja Seberat 30 Kilogram di Tanjung Priok

Dua orang jadi tersangka dalam kasus paket 30 kg ganja asal Medan.


Puluhan Orang di Kalsel Teler, Dinas Kesehatan: Negatif Zat Buah Kecubung

1 hari lalu

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Kelana Jaya bersama instansi terkait saat menyampaikan hasil rapat koordinasi tentang penyalahgunaan tanaman kecubung dan obat lainnya, Kamis, 18 Juli 2024. Foto: ANTARA/Firman
Puluhan Orang di Kalsel Teler, Dinas Kesehatan: Negatif Zat Buah Kecubung

Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan memastikan tidak ada kandungan zat kecubung pada puluhan orang yang dirawat di rumah sakit


Polda Kalsel Simpulkan Video Puluhan Orang Mabuk Kecubung Hoaks, Korban Konsumsi Pil tanpa Merek

1 hari lalu

Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Adam Erwindi. Foto: ANTARA/Firman.
Polda Kalsel Simpulkan Video Puluhan Orang Mabuk Kecubung Hoaks, Korban Konsumsi Pil tanpa Merek

Puluhan orang di Kalimantan Selatan dirawat di rumah sakit. Awalnya para korban disebut mengonsumsi kecubung


Polisi Masih Telusuri Jaringan Narkoba yang Bawa 45 Bungkus Sabu ke RS Fatmawati

2 hari lalu

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap penyelundupan 45 paket sabu di parkiran Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Polisi juga mengincar kurir di Bintaro Sektor 9 saat hendak transaksi, Tangerang Selatan, Kamis, 4 Juli 2024. Tempo/M. Faiz Zaki
Polisi Masih Telusuri Jaringan Narkoba yang Bawa 45 Bungkus Sabu ke RS Fatmawati

Polisi belum tangkap pelaku lain dalam kasus penyelundupan 45 bungkus narkoba jenis sabu di RS Fatmawati.


Temuan Polisi di Kampung Boncos Palmerah: Dari Sabu Hingga Tembok Rahasia

2 hari lalu

Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Boncos dan menangkap 42 orang yang positif mengonsumsi sabu, Rabu, 17 Juli 2024. Sumber: Polres Metro Jakarta Barat
Temuan Polisi di Kampung Boncos Palmerah: Dari Sabu Hingga Tembok Rahasia

Polres Jakarta Barat menggerebek Kampung Boncos, apa saja temuannya?


42 Orang di Kampung Boncos Palmerah Positif Narkoba

3 hari lalu

Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Boncos dan menangkap 42 orang yang positif mengonsumsi sabu, Rabu, 17 Juli 2024. Sumber: Polres Metro Jakarta Barat
42 Orang di Kampung Boncos Palmerah Positif Narkoba

Personel Polres Metro Jakarta Barat melakukan operasi penggerebekan di Kampung Boncos Palmerah. 42 orang positif narkoba.


Polda Banten Gagalkan Penyelundupan Sabu 30 Kg dari Riau, Dicegat di Pelabuhan Merak

3 hari lalu

Polda Banten menangkap 2 tersangka, yang membawa 30 kg sabu yang dikirim dari Lampung ke Banten, Selasa, 18 Juli 2024.  Foto : Humas Polda
Polda Banten Gagalkan Penyelundupan Sabu 30 Kg dari Riau, Dicegat di Pelabuhan Merak

Polisi telah menetapkan satu tersangka penyelundupan sabu berinisial R dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).


Polisi Gerebek Kampung Boncos, 42 Orang Positif Gunakan Narkoba

3 hari lalu

Sejumlah tersangka dan barang bukti ditampilkan saat konferensi pers terkait pengungkapan peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 15 Juli 2024. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan diancam dengan pidana kurungan maksimal 20 tahun penjara. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Polisi Gerebek Kampung Boncos, 42 Orang Positif Gunakan Narkoba

Sebanyak 42 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba dalam penggerebekan Kampung Boncos, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat.


Penggerebekan Kampung Boncos Berawal dari Informasi Suplai 2 Kg Sabu

3 hari lalu

Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Boncos dan menangkap 42 orang yang positif mengonsumsi sabu, Rabu, 17 Juli 2024. Sumber: Polres Metro Jakarta Barat
Penggerebekan Kampung Boncos Berawal dari Informasi Suplai 2 Kg Sabu

Dalam penggerebekan narkoba di Kampung Boncos, sebanyak 42 orang positif mengonsumsi sabu.