Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ketua Adat Sorbatua Siallagan Ditangkap Polda Sumut Atas Laporan Toba Pulp Lestari

image-gnews
Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Tutup TPL melakukan aksi di depan Kementerian Koordiator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu, 24 November 2021. Aksi tersebut menyampaikan tuntutan agar Kemenko Kemaritiman dan Investasi mencabut izin konsesi PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) dari wilayah adat serta menghentikan kriminalisasi kepada masyarakat adat Tano Batak. TEMPO/Muhammad Hidayat
Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Tutup TPL melakukan aksi di depan Kementerian Koordiator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu, 24 November 2021. Aksi tersebut menyampaikan tuntutan agar Kemenko Kemaritiman dan Investasi mencabut izin konsesi PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) dari wilayah adat serta menghentikan kriminalisasi kepada masyarakat adat Tano Batak. TEMPO/Muhammad Hidayat
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi Gerak Tutup Toba Pulp Lestari meminta Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo, membebaskan Sorbatua Siallagan, 65 tahun, Ketua Komunitas Masyarakat Adat Ompu Umbak Siallagan di Sumatera Utara.

"Karena ada kejadian penculikan oleh Polda Sumatera Utara atas Sorbatua. Penangkapan itu diindikasikan sebagai penculikan karena tidak ada penunjukan surat penangkapan," kata anggota Aliansi, Judianto Simanjuntak, di Bareskrim, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Maret 2024.

Judianto mengatakan, penangkapan itu sarat pelanggaran hukum dan pelanggaran hak asasi manusia. Karena dilakukan secara paksa. Dan tanpa surat perintah penangkapan. Adapun pelanggaran HAM, yakni berhubungan dengan masyarakat adat. Masyarakat adat lebih awal menempati tempat itu ketimbang PT Toba Pulp Lestari.

Masyarakat adat yang ditangkap itu berhubungan dengan perjuangan mereka atas tanah yang diduga dicaplok perusahaan. Sehingga penangkapan Sorbatua sangat tidak berdasar dan tak beralasan. Dia ditangkap setelah dilaporkan oleh PT TPL. "Ini menjadi kerisauan kami, mengapa masyarakat adat dikriminalisasi," tutur dia.

Kini, Sorbatua ditahan Polda Sumatera Utara dan dijadikan tersangka oleh polisi atas laporan perusahaan itu. "Jadi kita sampaikan ke Bareskrim, supaya disampaikan ke Kapolri agar status tersangka Sorbatua dicabut dan dibebaskan dari tahanan," ucap dia.

Sorbatua ditangkap atas dugaan tindak pidana menggunakan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah. Dia dituding membakar hutan di area konsesi PT TPL. Karena tuduhan itu, ketua adat ini langsung diculik pada 22 Maret lalu, sekitar pukul 5 sore. Aliansi menilai tuduhan kepada Sorbatua sangat tidak beralasan.

Faktanya, menurut Aliansi, masyarakat Adat Ompu Umbak Siallagan lebih dahulu mendiami dan mengelola wilayah adatnya yang merupakan warisan nenek moyangnya daripada kehadiran TPL. "Kami sampaikan ini bukan hanya untuk Bapak Sorbatua, tapi ke depan tidak ada lagi masyarakat adat di sana, dan seluruh Nusantara dikriminalisasi," tutur Judianto. 

Awalnya Sorbatua dihadang sejumlah pria saat membeli pupuk. Mereka diduga anggota polisi dengan menggunakan mobil Fortuner dan Pajero saat menangkap Sorbatua. Insiden penculikan terjadi di Simpang Simarjarunjung, Tanjung Dolok, Jumat, 22 Maret 2023. Setelah diculik, Sorbatua dibawa pergi meninggalkan istrinya yang saat itu ikut bersamanya.

"Dia keluar dari mobil, lalu diculik oleh puluhan laki-laki yang menggunakan pakaian preman. Ini mengindikasikan sebagai penculikan," kata Lasron Sinurat, anggota Aliansi. Menurut dia, saat diperiksa sebagai saksi di Polda Sumatera Utara, dua jam kemudian Sorbatua ditetapkan menjadi tersangka.

Setahun belakangan, Sorbatua selalu memimpin masyarakat mempertahankan wilayah adat yang secara sepihak diklaim masuk konsesi PT TPL. Dia mengelola tanah dan menjaga dari caplokan korporasi.

Tanggapan Polda Sumatera Utara dan alasan laporan Toba Pulp Lestari

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Komisaris Besar Polisi Hadi Wahyudi dalam keterangan persnya mengatakan, penangkapan Sorbatua berdasarkan Laporan Polisi/B/717/VI/2023/SPKT/Polda Sumatera Utara pada 16 Juni 2023. Pelapornya adalah Litigation Officer PT TPL Reza Adrian.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tudingannya pengerusakan, penebangan pohon eucalyptus dan pembakaran lahan PT TPL oleh Hotman Sibuea. Kemudian, menduduki dan membakar kawasan hutan secara ilegal. Menguasai lahan dengan membangun lima pondok dan menanaminya dengan ubi, jahe, cabai, jagung dan tanaman lainnya. Luas lahan yang dikerjakan Sorbatua dan rekan-rekannya sekitar 162 hektar, sesuai peta klaim areal perusahaan.

"Sorbatua tidak memiliki dasar atau alas hak apapun dalam mengerjakan atau menduduki kawasan hutan yang merupakan konsesi PT TPL," kata Hadi.

Penyidik Polda Sumut sudah melakukan pemanggilan terhadap Sorbatua sebanyak dua kali. Panggilan pertama tertera SPgl/1449/X/2023/Ditreskrimsus, 6 Oktober 2023 dan panggilan 
kedua Nomor: S.Pgl/1449.a/X/2023/Ditreskrimsus 16 Oktober 2023.

"Yang bersangkutan tidak menghadiri panggilan tanpa alasan jelas. Pada 22 Maret 2024, berdasarkan Surat Perintah Membawa Saksi S.Pgl/1449.b/III/2024/Ditreskrimsus tanggal 7 Maret 2024, tim penyidik mendatangi dan menjumpai Sorbatua di Simpang Simarjarunjung, Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, dengan memperlihatkan surat perintah kepadanya," kata Hadi.

Upaya membawa paksa, menurut Hadi, dilakukan penyidik Sorbatua menolak dan istrinya menghalangi. Saat penyidik akan menjelaskan surat perintah penangkapan, istri terduga menghalangi dengan mengatakan: naing sappulu hali hamu maboan surat panggilan, hami dang parduli atau mau kalian sepuluh kali membawa surat panggilan, kami tidak peduli.

Penyidik tetap mengamankan Sorbatua untuk pemeriksaan lebih lanjut. Usai menjalani pemeriksaan, Sorbatua ditahan di RTP Dittahti Polda Sumut.

"Ditahan sampai 20 hari ke depan..." kata Hadi.

MEI LEANDHA

Pilihan Editor: Berjuang Mempertahankan Tanah Adat, Ketua Komunitas Adat Dolok Parmonangan Ditangkap Polda Sumut

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


PT Toba Pulp Lestari Bantah Culik 5 Orang Masyarakat Adat Sihaporas Sumatera Utara

17 jam lalu

Masyarakat Adat Sihaporas bersama kuasa hukum merumuskan langkah-langkah yang akan dilakukan menyikapi penculikan lima orang Masyarakat Adat Sihaporas. Foto: Istimewa
PT Toba Pulp Lestari Bantah Culik 5 Orang Masyarakat Adat Sihaporas Sumatera Utara

PT Toba Pulp Lestari (TPL) membantah yang menyebut perusahaannya menculik lima orang Masyarakat Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita.


Gerakan #AllEyesOnPapua Berlanjut, Suku Awyu dan Moi Serahkan Petisi Dukungan Publik ke MA

20 jam lalu

Suku Awyu dan Moi Serahkan Petisi Dukungan Publik ke MA (Koalisi Selamatkan Hutan Adat Papua)
Gerakan #AllEyesOnPapua Berlanjut, Suku Awyu dan Moi Serahkan Petisi Dukungan Publik ke MA

Bersama masyarakat suku Awyu dan Moi Sigin, hadir juga beberapa figur publik dari beragam latar belakang.


Pembakaran Rumah Wartawan Tribrata TV, Polda Sumut Gelar Rekonstruksi

2 hari lalu

Eva Meliani Pasaribu, anak wartawan Tribrata TV Rico Sempurna Pasaribu tiba di Markas Puspom AD, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2024. Eva melaporkan dugaan keterlibatan anggota TNI berinisial HB dalam kasus kematian ayah dan tiga anggota keluarganya di Karo, Sumatera Utara. TEMPO/Subekti
Pembakaran Rumah Wartawan Tribrata TV, Polda Sumut Gelar Rekonstruksi

Polda Sumut menggelar rekonstruksi pembakaran rumah wartawan Tribrata TV Rico Sempurna Pasaribu.


Ada 57 Adegan dalam Rekonstruksi Kasus Pembakaran Rumah Wartawan di Karo

3 hari lalu

Personel Polda Sumut memeriksa rumah wartawan Sempurna Pasaribu di Jalan Nabung Surbakti, Kabupaten Karo, yang terbakar pada 27 Juni 2024. (ANTARA/HO-Polda Sumatera Utara)
Ada 57 Adegan dalam Rekonstruksi Kasus Pembakaran Rumah Wartawan di Karo

Polda Sumut menggelar rekonstruksi kasus pembakaran rumah wartawan Rico Sempurna Pasaribu


Petakan Permasalahan Lalu Lintas di 10 Kabupaten/Kota, FLLAJ Sumut Yakin PON 2024 Berjalan Lancar

5 hari lalu

Kadishub Sumut yang juga Ketua Bidang Transportasi PB PON Sumut, Agustinus Panjaitan, memetakan permasalahan lalu lintas di 10 Kabupaten/Kota Sumut menjelang PON 2024. Foto: Istimewa
Petakan Permasalahan Lalu Lintas di 10 Kabupaten/Kota, FLLAJ Sumut Yakin PON 2024 Berjalan Lancar

FLLAJ Sumatera Utara bersama Dishub Sumut dan Polda Sumut melakukan rapat koordinasi terkait pemetaan permasalahan lalu lintas saat PON 2024.


Kronologi Pria di Bali Diduga Diciduk dan Disiksa 10 Polisi Selama 3 hari Hingga Cacat Permanen

5 hari lalu

Perwakilan kuasa hukum I Wayan Suparta, Muhammad Yahya Ihyaroza, melaporkan dugaan tindak penyiksaan yang dilakukan oleh 10 anggota dari Polres Klungkung Bali ke Propam Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Defara
Kronologi Pria di Bali Diduga Diciduk dan Disiksa 10 Polisi Selama 3 hari Hingga Cacat Permanen

Kronologi penangkapan dan penyiksaan oleh 10 anggota Polres Klungkung Bali terhadap I Wayan Suparta. Kasus ini dilaporkan ke Propam Mabes Polri.


Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Tribrata TV, LBH Medan Nilai Ada Kejanggalan dalam Penetapan 3 Tersangka

7 hari lalu

Eva Meliani Pasaribu, anak wartawan Tribrata TV Rico Sempurna Pasaribu tiba di Markas Puspom AD, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2024.  Eva didamping kuasa hukum, suaminya, LBH, dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) saat mendatangi Markas Puspom AD. TEMPO/Subekti
Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Tribrata TV, LBH Medan Nilai Ada Kejanggalan dalam Penetapan 3 Tersangka

LBH Medan khawatir kasus pembakaran rumah wartawan Tribrata TV berhenti hanya pada penetapan 3 orang tersangka saja.


Dilaporkan Hilang, Seleb TikTok Cina Ditemukan Termutilasi di Thailand

7 hari lalu

TikToker Cina, Yan Ruimin.  Xiaohongshu/Ruimi
Dilaporkan Hilang, Seleb TikTok Cina Ditemukan Termutilasi di Thailand

Polisi Thailand yakin sisa-sisa jasad yang ditemukan adalah milik TikTokers Cina berusia 38 tahun, Yan Ruimin.


Babak Baru Pembakaran Rumah Wartawan Tribrata TV di Karo, Anggota TNI Inisial HB Dilaporkan ke Puspom

10 hari lalu

Eva Meliani Pasaribu, anak wartawan Tribrata TV Rico Sempurna Pasaribu tiba di Markas Puspom AD, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2024.  Eva didamping kuasa hukum, suaminya, LBH, dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) saat mendatangi Markas Puspom AD. TEMPO/Subekti
Babak Baru Pembakaran Rumah Wartawan Tribrata TV di Karo, Anggota TNI Inisial HB Dilaporkan ke Puspom

Putri Wartawan Tribrata TV yang tewas karena rumahnya terbakar mengadu ke Puspom TNI.


Masyarakat Adat di Raja Ampat Menolak Hutan Mereka Dijadikan Perkebunan

10 hari lalu

Barisan pulau di Raja Ampat, Papua Barat.
Masyarakat Adat di Raja Ampat Menolak Hutan Mereka Dijadikan Perkebunan

Masyarakat adat di Kampung Wailen, Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat, menolak hutan adat mereka dijadikan perkebunan.