Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polisi Tangkap 4 Tersangka Peracik di Laboratorium Ekstasi Milik Fredy Pratama di Sunter

image-gnews
Penampakan rumah yang dijadikan pabrik ekstasi di Perumahan Taman Sunter Agung B6, Tanjung Priok, Jakarta Utara, 8 April 2024. Polisi menggerebek pabrik ekstasi yang masuk jaringan narkoba internasional Fredy Pratama. TEMPO/Han Revanda Putra.
Penampakan rumah yang dijadikan pabrik ekstasi di Perumahan Taman Sunter Agung B6, Tanjung Priok, Jakarta Utara, 8 April 2024. Polisi menggerebek pabrik ekstasi yang masuk jaringan narkoba internasional Fredy Pratama. TEMPO/Han Revanda Putra.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri (Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri) menangkap empat orang tersangka dalam penggerebekan pabrik ekstasi di Perumahan Taman Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 4 April 2024. Clandestine lab itu diduga merupakan jaringan gembong narkoba internasional, Fredy Pratama.

Dirtipidnarkoba, Brigadir Jenderal Mukti Juharsa, mengatakan para tersangka telah menggunakan rumah itu sebagai markas sejak Januari 2024. Melalui aplikasi BBM Messenger, mereka berkomunikasi dengan Fredy Pratama. "Lab ekstasi dikendalikan langsung oleh Fredy Pratama melalui orang-orangnya," ujar Mukti dalam konferensi pers di lokasi penggerebekan, Senin, 8 April 2024.

Keempat tersangka merupakan laki-laki berinisial A alias D, R, C, dan G. Menurut Mukti, ini bukan aksi pertama mereka terlibat dalam peredaran narkoba. Sebelum menjadi peracik, Mukti menyebut mereka telah berpengalaman menjadi kurir penerima arahan dari Fredy Pratama. "Jadi makin pinter dia," kata Mukti.

Adapun Fredy Pratama alias Amang alias Aming alias Escobar sampai saat ini masih dalam pencarian. Polisi tengah melacak keberadaannya yang diduga tengah bersembunyi di Thailand. Selain Fredy, polisi juga tengah memburu D alias G yang berperan mengajari para tersangka cara meracik ekstasi.

Dalam pabrik ekstasi tersembunyi ini, D alias G berperan dalam mengajari para peracik. Dia memberikan tutorial kepada mereka melalui aplikasi pertemuan daring cara membuat ekstasi. Polisi masih melacak keberadaan D alias G.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dari rumah mewah nomor B6 itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain 7.800 butir ekstasi, uang senilai Rp34.970.000, dua buah kompor, dua buah gentong, mesin pengaduk, dan microwave. Mukti mengaku juga menyita sejumlah bahan kimia. Namun dia enggan menyebutkannya secara terperinci.

Atas perbuatan mereka, para tersangka dikenakan Pasal 13 dan 14 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

Pilihan Editor: Polisi Gerebek Pabrik Ekstasi di Sunter Jakarta Utara, Masuk Jaringan Narkoba Fredy Pratama

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Polisi Gerebek Kampung Boncos, 42 Orang Positif Gunakan Narkoba

7 menit lalu

Sejumlah tersangka dan barang bukti ditampilkan saat konferensi pers terkait pengungkapan peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 15 Juli 2024. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan diancam dengan pidana kurungan maksimal 20 tahun penjara. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Polisi Gerebek Kampung Boncos, 42 Orang Positif Gunakan Narkoba

Sebanyak 42 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba dalam penggerebekan Kampung Boncos, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat.


Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Laporkan Ayah Eky ke Bareskrim Atas Dugaan Penganiayaan

1 jam lalu

Tim Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) melaporkan Rudiana, ayah dari Muhamad Rizky Rudiana (Eky), soal dugaan kesaksiaan palsu dan penganiayaan 7 terpidana kasus Vina Cirebon ke Bareskrim Mabes Polri pada Rabu, 17 Juli 2024.TEMPO/Advist Khoirunikmah.
Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Laporkan Ayah Eky ke Bareskrim Atas Dugaan Penganiayaan

Terpidana kasus pembunuhan Vina melaporkan Rudiana yang adalah ayah Eky ke Bareskrim atas dugaan penganiayaan dan intimidasi.


Penggerebekan Kampung Boncos Berawal dari Informasi Suplai 2 Kg Sabu

1 jam lalu

Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Boncos dan menangkap 42 orang yang positif mengonsumsi sabu, Rabu, 17 Juli 2024. Sumber: Polres Metro Jakarta Barat
Penggerebekan Kampung Boncos Berawal dari Informasi Suplai 2 Kg Sabu

Dalam penggerebekan narkoba di Kampung Boncos, sebanyak 42 orang positif mengonsumsi sabu.


Penyeludupan 106 Kilogram Sabu Digagalkan di Kepri, 3 WNA India Jadi Tersangka

5 jam lalu

Konferensi pers pengungkapan kasus penyeludupan 106 kilogram sabu jaringan narkotika internasional di Batam, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Penyeludupan 106 Kilogram Sabu Digagalkan di Kepri, 3 WNA India Jadi Tersangka

Badan Narkotika Nasional Republik mengagalkan penyeludupan 106 kilogram narkotika jenis sabu dari Malaysia.


823 Warga Indonesia jadi Korban Online Scam Jaringan Dubai

10 jam lalu

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji memberikan keterangan saat konferensi pers kasus manipulasi data email, Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2024. Dalam kasus tersebut polisi menangkap 5 tersangka 2 diantaranya warga Nigeria yang terlibat membuat email dan rekening palsu sejumlah perusahaan ternama dengan mengganti posisi huruf alfabet sehingga menyerupai aslinya dan merugikan korban sebesar 32 miliar. TEMPO/ Febri Angga Palguna
823 Warga Indonesia jadi Korban Online Scam Jaringan Dubai

Dalam periode 2022-2024, jaringan online scam internasional yang berpusat di Dubai telah menipu 823 WNI dengan modus tawaran pekerjaan paruh waktu.


5 Personel Polda Jawa Tengah Diduga Tilap Barang Bukti Sabu, IPW: Kasus yang Berulang

11 jam lalu

Sugeng Teguh Santoso. antaranews.com
5 Personel Polda Jawa Tengah Diduga Tilap Barang Bukti Sabu, IPW: Kasus yang Berulang

IPW menyarankan polisi penilap barang bukti narkoba agar ditindak tegas supaya tidak berulang.


Deretan Modus Penyelundupan Narkoba dalam Kandang Ayam, Kaleng Rokok, hingga di Kemaluan

11 jam lalu

Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis
Deretan Modus Penyelundupan Narkoba dalam Kandang Ayam, Kaleng Rokok, hingga di Kemaluan

Berbagai modus penyelundupan narkoba, ada yang dalam kandang ayam, kaleng rokok, hingga kemaluan.


Kompolnas Sesalkan Sikap Polda Jateng yang Bungkam soal Dugaan 5 Anggotanya Sunat Barang Bukti Sabu

1 hari lalu

Ketua Harian Kompolnas Inspektur Jenderal (purnawirawan) Benny Mamoto saat ditemui usai acara HUR Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Polri (PP Polri) XXIV Tahun 2023, Jakarta Selatan, 5 Juli 2023. [Tempo/Eka Yudha Saputra]
Kompolnas Sesalkan Sikap Polda Jateng yang Bungkam soal Dugaan 5 Anggotanya Sunat Barang Bukti Sabu

Hingga saat ini Polda Jateng tidak memberikan pernyataan soal dugaan 5 anggotanya menyunat jumlah barang bukti sabu.


Kecelakaan Lalu Lintas di Sunter, Truk Terguling Tabrak Mobil dan Motor

1 hari lalu

Ilustrasi kecelakaan mobil. Istimewa
Kecelakaan Lalu Lintas di Sunter, Truk Terguling Tabrak Mobil dan Motor

Kecelakaan yang terjadi pada Senin, 15 Juli 2024 ini melibatkan 3 kendaraan, yaitu truk, mobil, dan sepeda motor.


Dugaan 5 Polisi di Polda Jateng Sunat Barang Bukti Sabu, Kompolnas: Layak Diberi Sanksi PTDH

1 hari lalu

Ketua Harian Kompolnas Inspektur Jenderal (purnawirawan) Benny Mamoto saat ditemui usai acara HUR Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Polri (PP Polri) XXIV Tahun 2023, Jakarta Selatan, 5 Juli 2023. [Tempo/Eka Yudha Saputra]
Dugaan 5 Polisi di Polda Jateng Sunat Barang Bukti Sabu, Kompolnas: Layak Diberi Sanksi PTDH

Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto mendesak 5 polisi di Ditresnarkoba Polda Jateng dikenai sanksi PTDH. Dugaan memotong jumlah barang bukti sabu.