Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sidang Pencucian Uang Bisnis Narkoba Fredy Pratama, Jaksa Cecar Lian Silas Soal Aset dan Aliran Dana dari Anaknya

image-gnews
Ayah Fredy Pratama, Lian Silas menjalani sidang di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Selasa, 19 Maret 2024. (ANTARA/Firman)
Ayah Fredy Pratama, Lian Silas menjalani sidang di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Selasa, 19 Maret 2024. (ANTARA/Firman)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Tim jaksa penuntut umum (JPU) mencecar terdakwa Lian Silas, ayah gembong narkoba internasional Fredy Pratama dalam sidang di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Selasa. Kasi Pidum Kejari Banjarmasin Habibi mengatakan, Lian ditanya soal kepemilikan sejumlah aset dan aliran dana dari Fredy untuk membeli sejumlah aset dan menjalankan bisnis.

"Termasuk asal mula kepemilikan Hotel Armani di Muara Teweh, Kalimantan Tengah yang diakui terdakwa dibangun oleh Fredy Pratama," kata Habibi di Banjarmasin, Selasa, 19 Maret 2024, seperti dilansir dari Antara.

Dalam sidang itu, Lian Silas mengakui tanah dari bangunan Hotel Armani dibeli pada 2014 atas nama anaknya Dody Wongso. Dia juga mengawasi pembangunan hotel tersebut hingga selesai dan masuk dalam manajemen pengelola hotel berbintang itu pada 2019.

Lian mengaku menguasai sejumlah rekening untuk keperluan bisnis, dan menerima aliran dana dari Fredy Pratama. Terdakwa juga tidak menampik bahwa aliran dana miliaran rupiah berasal dari sejumlah nama seperti Fahrul Razi, Yusa, dan Frans Wijaya, yang diduga kaki tangan Fredy dalam bisnis narkoba.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim yang diketuai Jamser Simanjuntak mengagendakan sidang lanjutan pada Selasa, 26 Maret 2024.

Ayah Fredy, Lian Silas dijerat perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil bisnis narkoba anaknya. Keberadaan Fredy Pratama saat ini masih misterius. Untuk menangkap gembong narkoba itu, Bareskrim Polri bekerja sama dengan Interpol dan DEA karena Fredy diduga berpindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya. 

Pilihan Editor: Empat Pelaku Pengeroyokan Polisi di Makassar Ditangkap, 5 Masuk DPO

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Viral Video Sejumlah Warga di Banjarmasin Mabuk Kecubung, Apa Itu Bunga Setan dan Seberapa Bahaya?

2 hari lalu

Buah Kecubung Bisa Membuat Halusinasi? Begini Penjelasannya
Viral Video Sejumlah Warga di Banjarmasin Mabuk Kecubung, Apa Itu Bunga Setan dan Seberapa Bahaya?

Viral perilaku 'aneh' sejumlah warga di Banjarmasin yang diduga mabuk kecubung. Apakah itu kecubung, seberapa berbahayanya bunga setan ini?


Viral Warga Banjarmasin Mabuk Kecubung Massal, Polisi Minta Tak Berasumsi Dulu

3 hari lalu

Ilustrasi Keracunan
Viral Warga Banjarmasin Mabuk Kecubung Massal, Polisi Minta Tak Berasumsi Dulu

Polisi mengimbau masyarakat tidak berasumsi sebelum diketahui penyebab pasti banyak korban dalam kondisi teler berjatuhan akibat mengonsumsi kecubung


Beberapa WNI Tertangkap di Luar Negeri karena Jadi Kurir Narkoba

12 hari lalu

Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis
Beberapa WNI Tertangkap di Luar Negeri karena Jadi Kurir Narkoba

BNN tengah memantau penangkapan WNI di luar negeri karena diduga menjadi kurir narkoba, termasuk kasus di Osaka, Jepang.


Anggota DPR Singgung Operasi Escobar Fredy Pratama: PPATK Nyumbang Apa?

19 hari lalu

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, menyerahkan daftar rekomendasi tentang permasalahan aliran dana kepada Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana di Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta, Rabu, 26 Juni 2024. TEMPO/Savero Aristia Wienanto
Anggota DPR Singgung Operasi Escobar Fredy Pratama: PPATK Nyumbang Apa?

Anggota Komisi III DPR Hinca Pandjaitan menyinggung operasi pencarian Pablo Escobar Indonesia alias Fredy Pratama.


Kasus Fredy Pratama Jadi Temuan Paling Banyak dalam Sejarah PPATK

19 hari lalu

Bareskrim Polri menunjukkan barang bukti jaringan narkoba Fredy Pratama berupa sabu, dan obatan-obatan terlarang di gedung Mabes Polri, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2024. TEMPO/Ihsan Reliubun
Kasus Fredy Pratama Jadi Temuan Paling Banyak dalam Sejarah PPATK

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menanggapi pertanyaan anggota DPR soal kinerja lembaganya dalam membantu menangkap buron narkoba Fredy Pratama.


Penangkapan Fredy Pratama Dibawah Kendali Polisi Thailand, Polri: Sudah Terdeteksi, Tinggal Menangkap

23 hari lalu

Foto Fredy Pratama dari red notice laman Web Interpol. Foto: interpol.int
Penangkapan Fredy Pratama Dibawah Kendali Polisi Thailand, Polri: Sudah Terdeteksi, Tinggal Menangkap

Mabes Polri menyatakan posisi gembong narkoba Fredy Pratama telah terdeteksi. Polisi Thailand tinggal menangkap saja.


Polda Aceh Siap Telusuri Harta Kekayaan Pelaku Narkoba: Kejar Sampai TPPU

37 hari lalu

Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko saat konferensi pers pengungkapan kasus narkotika di Polda Aceh, Rabu, 5 Juni 2024. Foto: PID Polda Aceh
Polda Aceh Siap Telusuri Harta Kekayaan Pelaku Narkoba: Kejar Sampai TPPU

Selain tindakan preventif, Kapolda Aceh meminta pihaknya menelusuri harta kekayaan pelaku narkoba. Polda Aceh siap kejar dan terapkan TPPU.


Polri dan Kepolisian Thailand Tingkatkan Operasi Penangkapan Gembong Narkoba Fredy Pratama

38 hari lalu

Fredy Pratama. Foto/istimewa
Polri dan Kepolisian Thailand Tingkatkan Operasi Penangkapan Gembong Narkoba Fredy Pratama

10 personel anggota Polri yang mengawal Chaowalit juga tetap berada di Thailand dan ikut dalam operasi pengejaran Fredy Pratama.


Bara di Papua Makin Membara

40 hari lalu

Bara di Papua Makin Membara

Pada semester pertama tahun ini, angka kekerasan di Papua sudah setara dengan jumlah total kasus serupa pada tahun lalu.


Polda Aceh Bongkar Peredaran 31 Kilogram Sabu Jaringan Narkoba Internasional asal Thailand

40 hari lalu

Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko dalam konferensi pers pengungkapan peredaran gelap narkotika jenis sabu jaringan internasional, Thailand-Indonesia (Aceh), seberat 31 kg, di Aula Machdum Sakti Polda Aceh, Rabu, 5 Juni 2024. Humas Polda Aceh
Polda Aceh Bongkar Peredaran 31 Kilogram Sabu Jaringan Narkoba Internasional asal Thailand

Polda Aceh ungkap peredaran 31 Kilogram sabu jaringan narkoba internasional dari Thailand. Juga, amankan 370 kg ganja kering di dua lokasi.