Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polda Aceh Bongkar Peredaran 31 Kilogram Sabu Jaringan Narkoba Internasional asal Thailand

image-gnews
Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko dalam konferensi pers pengungkapan peredaran gelap narkotika jenis sabu jaringan internasional, Thailand-Indonesia (Aceh), seberat 31 kg, di Aula Machdum Sakti Polda Aceh, Rabu, 5 Juni 2024. Humas Polda Aceh
Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko dalam konferensi pers pengungkapan peredaran gelap narkotika jenis sabu jaringan internasional, Thailand-Indonesia (Aceh), seberat 31 kg, di Aula Machdum Sakti Polda Aceh, Rabu, 5 Juni 2024. Humas Polda Aceh
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Reserse Narkoba atau Ditresnarkoba Polda Aceh telah mengungkap peredaran gelap narkotika dengan jenis sabu yang diedarkan di jaringan internasional. Sabu tersebut diketahui telah melalui perjalanan dari Thailand ke Indonesia atau lebih tepatnya Aceh.

Penemuan tersebut diungkapkan pada Rabu, 5 Juni 2024 dengan total berat 31 kilogram. Pengungkapan tersebut dilakukan dalam konferensi pers di Aula MAchdum Sakti Polda Aceh oleh Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko.

Ia mengatakan peredaran narkoba dengan jaringan narkoba internasional memang cukup rentan di Aceh. Hal ini dikarenakan Provinsi Aceh memiliki garis pantai yang panjang dan kondisi pegunungan yang luas sehingga akan sulit terdeteksi jika ada transaksi gelap seperti obat-obatan terlarang dan sejenisnya.

Penemuan Sabu seberat 31 kilogram tersebut terjadi pada Selasa, 28 Mei 2024 di Peureulak Timur, Kabupaten Aceh timur. Kemudian, penemuan tersebut juga terjadi karena Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Aceh dibantu oleh informasi masyarakat sekitar yang juga sering mendengar adanya perdagangan gelap tersebut.

Dengan informasi tersebut, Tim Opsnal melakukan penyelidikan selama 25 hari untuk memutuskan bergerak dan menyergap sang bandar narkoba. Tim Opsnal akhirnya berhasil memberhentikan satu mobil yang menurut informasi mencurigakan.

"Mobil yang dicurigai itu dikejar dan dihentikan. Setelah digeledah, ditemukan satu tas ransel berisikan 11 bungkus sabu dalam kemasan teh China merk Guanyinwang. Sehingga, MD alias Utoh (44) dan MM alias panjang (28) yang berada dalam mobil itu langsung diamankan," ujar Achmad Kartiko.

Setelah itu, terbukti bahwa kedua orang yang tertangkap tersebut merupakan seorang kurir dari sabu tersebut. Mereka mengakui bahwa sabu tersebut berasal dari Thailand dan mendapatkan sabu tersebut dari seorang pengedar dengan inisial FS. Tim Opsnal pun langsung bergerak menuju kediaman FS. Namun, FS diketahui sudah tidak ada di kediamannya.

Meskipun begitu, Tim Opsnal tetap melakukan penyelidikan di kediaman FS dan menemukan dua karung goni berisikan sabu yang dikemas dalam bungkus teh  China merk Guanyinwang.  Peristiwa ini merupakan lokasi pertama ditemukannya sabu.

Tidak sampai di sana, sebelumnya Tim Opsnal sudah menemukan jejak peredaran sabu di tempat lainnya. Penemuan selanjutnya terdapat di Beutong Ateuh, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya dengan sabu seberat 263 kilogram pada Rabu, 24 April 2024.

Di lokasi tersebut, Tim Opsnal mengamankan seorang kurir dengan insial AM (35) yang sedang bersama barang bukti berupa 13 karung goni sabu kering beserta sepeda motor milik AM.

Berhasil Amankan 370 Kg Ganja Kering di Dua Lokasi

Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko, didampingi Wakapolda Brigjen Armia Fahmi dan Wadir Resnarkoba AKBP Riki Kurniawan juga menyampaikan, selain mengungkap kasus sabu, pihaknya juga berhasil mengamankan ganja kering seberat 370 kilogram di dua lokasi.

“Pengungkapan kasus narkotika jenis ganja dilakukan pada dua lokasi. Lokasi yang pertama di Beutong Ateuh, Nagan Raya. Di sana petugas mengamankan satu kurir berinisial AM dan barang bukti 263 kg ganja. Kepada petugas AM mengaku diupah oleh MH alias Pawang—sudah DPO—untuk melangsir ganja tersebut dengan bayaran 50 ribu per kilo,” kata Achmad Kartiko.

Lokasi selanjutnya adalah Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar pada Senin, 20 Mei 2024. Informasi tersebut juga didapatkan oleh Tim Opsnal dari masyarakat sekitar. Namun, sayangnya tidak ditemukan satu tersangka pun di tempat tersebut dan mereka hanya meninggalkan ganja seberat 107 kilogram.

"Para pelaku mengetahui akan kedatangan petugas, sehingga langsung melarikan diri. Di lokasi hanya ditemukan barang bukti ganja kering seberat 107 kg. Saat ini sudah dibawa ke Polda Aceh untuk dimusnahkan," ujarnya.

Dengan adanya informasi dari masyarakat, Achmad Kartiko berterima kasih melalui konferensi pers tersebut. "Terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu memberikan informasi kepada kami untuk dilakukan penindakan. Dari pengungkapan di dua lokasi tersebut, kepolisian telah berhasil menyelamatkan 1,850 jiwa generasi bangsa," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa para tersangka akan dikenai hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku. "Mereka akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) sub Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun atau penjara seumur hidup, atau hukuman mati," ujar Achmad Kartiko.



Pilihan Editor: Polda Aceh Gagalkan Peredaran Sabu dan Ganja Beratnya 20 dan 150 Kilogram

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kompolnas Sesalkan Sikap Polda Jateng yang Bungkam soal Dugaan 5 Anggotanya Sunat Barang Bukti Sabu

6 jam lalu

Ketua Harian Kompolnas Inspektur Jenderal (purnawirawan) Benny Mamoto saat ditemui usai acara HUR Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Polri (PP Polri) XXIV Tahun 2023, Jakarta Selatan, 5 Juli 2023. [Tempo/Eka Yudha Saputra]
Kompolnas Sesalkan Sikap Polda Jateng yang Bungkam soal Dugaan 5 Anggotanya Sunat Barang Bukti Sabu

Hingga saat ini Polda Jateng tidak memberikan pernyataan soal dugaan 5 anggotanya menyunat jumlah barang bukti sabu.


Dugaan 5 Polisi di Polda Jateng Sunat Barang Bukti Sabu, Kompolnas: Layak Diberi Sanksi PTDH

7 jam lalu

Ketua Harian Kompolnas Inspektur Jenderal (purnawirawan) Benny Mamoto saat ditemui usai acara HUR Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Polri (PP Polri) XXIV Tahun 2023, Jakarta Selatan, 5 Juli 2023. [Tempo/Eka Yudha Saputra]
Dugaan 5 Polisi di Polda Jateng Sunat Barang Bukti Sabu, Kompolnas: Layak Diberi Sanksi PTDH

Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto mendesak 5 polisi di Ditresnarkoba Polda Jateng dikenai sanksi PTDH. Dugaan memotong jumlah barang bukti sabu.


Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Bekasi, Sita Sabu 2 Kg dan Ekstasi. Modus Sistem Tempel

1 hari lalu

Ilustrasi penjahat narkoba. ANTARA/Galih Pradipta
Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Bekasi, Sita Sabu 2 Kg dan Ekstasi. Modus Sistem Tempel

Polisi amankan barang bukti narkoba yang disembunyikan di atas plafon rumah orang tua pelaku di wilayah Jatiasih, Kota Bekasi.


Dua Kurir Narkoba Ditangkap di Jakarta Utara, Polisi Amankan Sabu 5 Kilogram dan 20 Ribu Butir Ekstasi

1 hari lalu

Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis
Dua Kurir Narkoba Ditangkap di Jakarta Utara, Polisi Amankan Sabu 5 Kilogram dan 20 Ribu Butir Ekstasi

Kedua tersangka kurir narkoba terancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun.


Wiz Khalifa Buka Suara Usai Ditangkap Atas Kepemilikan Ganja saat Tampil di Rumania

1 hari lalu

Penyanyi rap Wiz Khalifa berpose dengan dua penghargaan yang diraihnya, Top Hot 100 Song dan Top Rap Song untuk lagu
Wiz Khalifa Buka Suara Usai Ditangkap Atas Kepemilikan Ganja saat Tampil di Rumania

Rapper Wiz Khalifa ditangkap setelah ketahuan membawa 18 gram ganja dan mengkonsumsinya di atas panggung festival musik di Rumania.


Lokasi Asrama Polri di Semarang Tempat 5 Polisi Ditangkap Karena Sunat Barang Bukti Sabu

2 hari lalu

Suasana Asrama Polisi Sendangmulyo Blok C Nomor 19 Kecamatan Tembalang Kota Semarang lokasi lima anggota polisi diduga salah gunakan barang bukti sabu pada Ahad, 14 Juli 2024. Tempo/Jamal Abdul Nashr
Lokasi Asrama Polri di Semarang Tempat 5 Polisi Ditangkap Karena Sunat Barang Bukti Sabu

Lima polisi di Semarang diduga menyunat jumlah barang bukti sabu, dari sejumlah tangkapan, yang diserahkan ke pimpinan atau penyidik.


Razia Narkoba di Kampung Bahari: 31 Orang Ditangkap, Sabu hingga Senapan Angin Disita

3 hari lalu

Polisi menggelar razia narkoba Kampung Muara Bahari pada Sabtu, 13 Juli 2024. Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Razia Narkoba di Kampung Bahari: 31 Orang Ditangkap, Sabu hingga Senapan Angin Disita

Polres Jakarta Utara menangkap 31 orang saat razia narkoba di tiga lokasi yang berada di Kampung Bahari


Kakek 77 Tahun di Tangerang Jadi Kurir Narkoba, Mengaku Sudah 3 Kali Keluar-Masuk Penjara

4 hari lalu

Ilustrasi Sabu-sabu. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Kakek 77 Tahun di Tangerang Jadi Kurir Narkoba, Mengaku Sudah 3 Kali Keluar-Masuk Penjara

Kakek 77 tahun itu ditangkap anggota dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya saat melakukan penggerebekan di sebuah kos-kosan.


Belum Setahun Beroperasi, Satgas Narkoba Bareskrim Polri Sebut Telah Tangkap 38.194 Tersangka

6 hari lalu

Konferensi pers Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P3GN) di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Juli 2024. Satgas P3GN, mulai 21 September 2023 hingga 9 Juli 2024, telah berhasil menangkap 38.194 tersangka kasus narkoba serta menyita barang bukti sabu sebanyak 4,4 ton, 2,6 juta butir ekstasi, 2,1 ton ganja, 11,4 kg kokain, 1,28 ton tembakau gorila, 32,2 kg ketamine, 86 gram heroin dan 16,7 juta butir obat keras.  TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Belum Setahun Beroperasi, Satgas Narkoba Bareskrim Polri Sebut Telah Tangkap 38.194 Tersangka

Satgas di bawah naungan Bareskrim Polri itu menyatakan telah menyita berbagai jenis narkoba yang dibungkus dengan kemasan teh Cina hingga kopi.


Kilas Balik Vonis Ferdy Sambo sebagai Otak Pembunuhan Brigadir Yosua, Hukuman Mati Jadi Penjara Seumur Hidup

8 hari lalu

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi melakukan adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas di Jalan Duren Tiga Barat, Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2022. Pasangan suami istri yang kini ditetapkan sebagai tersangka itu akhirnya bertemu dan menjalani adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. TEMPO/Febri Angga Palguna
Kilas Balik Vonis Ferdy Sambo sebagai Otak Pembunuhan Brigadir Yosua, Hukuman Mati Jadi Penjara Seumur Hidup

Ferdy Sambo yang menjadi otak pembunuhan Brigadir J pada 2022 sempat dijatuhkan hukuman mati. Lalu, menjadi hukuman penjara seumur hidup.