Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Rugi hingga Rp 50 Miliar, Komite dan Anggota Koperasi Melania Credit Union Ajukan Somasi Terbuka

image-gnews
Ilustrasi utang. Pexels/Monstera
Ilustrasi utang. Pexels/Monstera
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Komite Krisis dan anggota Koperasi Simpan Pinjam Melania Credit Union (KSP-MCU) didampingi oleh kuasa hukum, mengajukan somasi terbuka kepada pengurus, pengawas, dan seluruh jajaran manajemen KSP-MCU. Somasi ini dilayangkan pada Sabtu, 8 Juni 2024.

Dalam sebuah video yang diunggah di instagram, anggota Komite Krisis, Susi Silalahi, menuntut pertanggungjawaban KSP-MCU atas tabungan anggota yang tidak dapat diambil. “Kami melayangkan somasi terbuka atas uang tabungan anggota yang hingga saat ini tidak dapat diambil, dengan total kerugian Rp 50 miliar, dengan alasan uang ada di debitur atau peminjam,” ujar Susi di Bandung.

Anggota Komite Krisis sekaligus mantan Sekretaris Pengawas KSP-MCU, Thomas Budiarto, menyebut kerugian kurang lebih Rp 50 miliar itu merupakan jumlah akumulatif anggota yang ingin menempuh jalur hukum.

Menurut dia, Komite Krisis telah menggalang anggota yang berkeinginan mengajukan gugatan terkait hal tersebut. “Kami fasilitasi, kami kumpulkan surat kuasa dari para anggota, lalu berapa besar yang mau dituntut, kembalikan ke anggota. Sudah kita kumpulkan datanya kira-kira ada 130 anggota itu totalnya sekitar Rp 50 miliar itu,” kata dia ketika dihubungi, Senin, 10 Juni 2024. 

Namun, Thomas mengatakan total kerugian bisa lebih dari itu jika semua anggota ikut berpartisipasi. Pasalnya, KSP-MCU ini memiliki 2.700 anggota dengan total aset Rp 273 miliar. “Aslinya total kredit macet lebih dari Rp 200 miliar,” tuturnya.

Thomas juga mengatakan, para anggota sudah mulai mengalami kesulitan untuk menarik tabungan pada awal 2023. Selain itu, pada Rapat Anggota Tahunan 2023, yang diselenggarakan dua kali, yaitu 23 Maret dan 27 April 2024, terungkap bahwa terjadi kenaikan rasio pinjaman bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).

NPL pada akhir 2022 sebesar 4,85 persen ini melonjak menjadi sekitar 86,33 persen di akhir 2023. “Sedangkan manajemen tidak dapat menjelaskan secara rasional penyebabnya dan tidak mau membuka data NPL,” kata dia.

Tim Verifikasi bersama Pengawas-Pengurus Sementara KSP-MCU kemudian melakukan verifikasi data terkait hal ini. Berdasarkan dokumen-dokumen yang diperoleh per 31 Desember 2023, NPL senilai Rp 226 miliar hanya berasal dari 5 orang peminjam besar dengan nilai agunan yang tidak setara.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Oleh karena itu, Komite Krisis dan anggota koperasi berharap agar pihak manajemen segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan ini dan mengembalikan hak-hak anggota. Selain itu, Komite Krisis juga memandang perlu segera dilakukan audit investigasi secara lebih mendalam dengan melibatkan aparat penegak hukum.

Tempo menghubungi pihak Melania Credit Union pada Kamis, 13 Juni 2024, tapi belum mendapatkan jawaban. Sehari sebelumnya pihak Melania mengirim surat keberatan atas berita tersebut karena dianggap tidak memberi ruang kepada mereka untuk memberikan penjelasan. “Tempo menulis berita yang menurut kami tidak ditulis secara cover both side sesuai prinsip jurnalistik,” kata Cartaker Meliana Credit Union William Setiadi.

DEFARA DHANYA

Pilihan Editor: 4 Lokasi Ini Diduga Pernah jadi Tempat Persembunyian Harun Masiku

Catatan redaksi:

Artikel ini mengalami perubahan di paragraf kelima mengenai jumlah anggota yang sebelumnya tertulis 2.800 menjadi 2.700 serta tambahan dari pihak Melania Credit Union pada Kamis, 13 Juni 2024 pukul 13.50 WIB.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Koperasi Credit Union Melania Bandung Diduga Gagal Bayar Rp 210 Miliar

9 hari lalu

Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images
Koperasi Credit Union Melania Bandung Diduga Gagal Bayar Rp 210 Miliar

Koperasi Credit Union Melania dibentuk untuk kepentingan umat gereja paroki St. Melania.


BMT Arin Banyuwangi Konsisten Bermitra dengan LPDB-KUMKM

23 hari lalu

BMT Arin Banyuwangi Konsisten Bermitra dengan LPDB-KUMKM

Baitul Maal Wat Tamwil Artha Insani (BMT Arin) berupaya memperkokoh usaha koperasi dan meningkatkan kesejahteraan anggota dengan mengajukan permohonan pembiayaan ke LPDB-KUMKM.


Pj Wali Kota Probolinggo Dorong Koperasi Berkembang Lebih Sehat

24 hari lalu

Pj Wali Kota Probolinggo Dorong Koperasi Berkembang Lebih Sehat

Agenda bimtek pemeriksaan kesehatan bagi koperasi rutin digelar


Pembiayaan dari LPDB-KUMKM Bantu Koperasi dari Magelang ini Bertumbuh

30 hari lalu

Pembiayaan dari LPDB-KUMKM Bantu Koperasi dari Magelang ini Bertumbuh

KSPPS telah lima kali mendapat bantuan pembiayaan. Kini memiliki lima kantor cabang, total anggota sebanyak 12.642 orang, dan jumlah karyawan sebanyak 71 orang.


Bidik Ekspor, LPDB-KUMKM Siap Inkubasi Koperasi Ikan Tuna Biak

43 hari lalu

Bidik Ekspor, LPDB-KUMKM Siap Inkubasi Koperasi Ikan Tuna Biak

Pelatihan dan peningkatan SDM diperlukan agar Koperasi Produsen Samber Binyeri Maju bisa melakukan ekspor.


LPDB-KUMKM jadi Mitra Terbaik Koperasi Jasa KORPRI Kota Ternate

57 hari lalu

LPDB-KUMKM jadi Mitra Terbaik Koperasi Jasa KORPRI Kota Ternate

LPDB-KUMKM merupakan mitra terbaik bagi koperasi dan UMKM Kota Ternate


LPDB-KUMKM Dorong Koperasi Sektor Produktif Akses Dana Bergulir

58 hari lalu

LPDB-KUMKM Dorong Koperasi Sektor Produktif Akses Dana Bergulir

LPDB-KUMKM melakukan penjajakan dengan industri gula nasional.


Menteri Teten: RUU Perkoperasian untuk Penguatan Kelembagaan

1 April 2024

Pengunjung mengunjungi salah satu stan pameran kerajinan tangan Inacraft 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu 28 Februari 2024. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, mengklaim Indonesia memiliki pangsa pasar sekitar 1,25 persen dalam industri kerajinan di dunia. TEMPO/Tony Hartawan
Menteri Teten: RUU Perkoperasian untuk Penguatan Kelembagaan

Menteri Teten mengatakan bahwa RUU Perkoperasian untuk penguatan kelembagaan.


MenkopUKM Minta DPR Segera Bahas RUU Perkoperasian

20 Maret 2024

MenkopUKM Minta DPR Segera Bahas RUU Perkoperasian

Menteri Koperasi dan UKM atau MenKopUKM, Teten Masduki, kembali meminta dukungan Komisi VI DPR RI agar legislatif segera membahas Rancangan Undang-Undang atau RUU tentang Perubahan Ketiga Atas UU No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.


MenKopUKM Desak DPR Segera Bahas RUU Perkoperasian

20 Maret 2024

MenKopUKM Desak DPR Segera Bahas RUU Perkoperasian

Menteri Koperasi dan UKM atau MenKopUKM, Teten Masduki, kembali meminta dukungan Komisi VI DPR RI agar legislatif segera membahas Rancangan Undang-Undang atau RUU tentang Perubahan Ketiga Atas UU No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.