Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Pelaku Pembunuhan Pegawai Koperasi di Palembang Masih Buron

Reporter

image-gnews
Tersangka ANT pembunuhan dan pengecoran pegawai koperasi di Palembang saat digiring kepolisian di Bandara SMB II Palembang, Sabtu, 29 Juni 2024. Foto: ANTARA/ M Imam Pramana
Tersangka ANT pembunuhan dan pengecoran pegawai koperasi di Palembang saat digiring kepolisian di Bandara SMB II Palembang, Sabtu, 29 Juni 2024. Foto: ANTARA/ M Imam Pramana
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Satu pelaku pembunuhan karyawan Koperasi Simpan Pinjam Karya Rizky Mandiri, Anton Eka Saputra (25 tahun) bernama Kevin, masih menjadi buronan. Kapolrestabes Kota Palembang Kombes Harryo Sugihhartono berjanji akan segera menangkap pelaku dalam waktu dekat.

"Satu masih masuk DPO. Mudah-mudahan pada bulan Juli ini pelaku sudah ditangkap," kata Harryo saat ditemui usai Konferensi Pers di Lobi Polrestabes Palembang pada Senin sore, 1 Juli 2024.

Harryo menjelaskan, Kevin yang merupakan keponakan dari istri pelaku utama yaitu Antoni (33 tahun), berperan sebagai eksekutor yang mengajak pelaku Ponky untuk mengeksekusi Anton Eka Saputra pada 8 Juni 2024 lalu atas suruhan Antoni.

"Saudara Kevin mengajak teman satu kosnya yaitu saudara Pongki yang pada akhirnya mereka berdua tiba di Distro tersebut pada hari Sabtu, 8 Juni 2024. Hari itu, terjadi aksi yang tidak terpuji tersebut," jelas Harryo.

Ia mengatakan, dalam perannya sebagai eksekutor, tersangka Kevin melakukan pemukulan sebanyak lima kali dengan menggunakan kunci pas yang pada awalnya dilakukan pemukulan oleh tersangka Pongky melalui kode Antoni.

"kemudian setelah tersungkur dengan pukulan pertama oleh Pongky, yang bersangkutan (Kevin) juga melakukan hal yang sama terhadap korban. Korban juga dilakukan penjaratan oleh ketiga tersangka tersebut dengan menggunakan kabel di leher korban," kata Harryo.

"Kemudian setelah dipastikan meninggal ternyata saudara Pongki masih belum puas melakukan pemukulan sebanyak 5 kali pada bagian leher dengan menggunakan kunci pas dan pada akhirnya disusul oleh Antoni sebanyak satu kali," tambah Harryo.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Harryo juga mengatakan, hasil visum dan lab menunjukkan korban mengalami luka-luka yang diakibatkan benda tumpul pada bagian kepala dan leher. Dan juga terdapat jeratan pada leher.

"Barang bukti yang digunakan sudah kita lakukan penyitaan. Sudah kita lakukan pendalaman melalui laboratorium yang ada dan terjadi kesesuaian atas temuan barang bukti barang yang ada," kata dia.

Diketahui, kasus pembunuhan berencana tersebut terang benderang, usai kepolisian meringkus dua orang tersangka yaitu Ponky (23) yang merupakan eksekutor. Ia ditangkap saat melarikan diri ke Batam, Kepulauan Riau pada 24 Juni 2024 lalu dibawa ke Palembang, hingga terungkap bahwa mayat Anton Eka Saputra ternyata dicor di Tempat Kejadian Perkara atau TKP.

Pasca empat hari ditangkapnya Ponky, Polrestabes Palembang menangkap pelaku utama, sutradara bahkan otak dari pembunuhan berencana tersebut yaitu Antoni (33). Ia diringkus pada 28 Juni 2024 saat melarikan diri ke Padang, Sumatera Barat, lalu dibawa ke Palembang pada 29 Juni 2024.

Pilihan Editor: Pembunuhan Berencana Pegawai Koperasi yang Dicor di Palembang, Tersangka Punya Utang Rp 5 Juta dengan Bunga Rp 24 Juta

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Hari Puncak Koperasi Nasional, Menko Airlangga Minta Dekopindo Libatkan Anak Muda

17 jam lalu

Menko Airlangga saat memberikan sambutan dalam acara puncak perayaan hari koperasi nasional di Batam, Jumat, 12 Juli 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Hari Puncak Koperasi Nasional, Menko Airlangga Minta Dekopindo Libatkan Anak Muda

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta agar koperasi mengutamakan anak muda dan digitalisasi.


Kisah Raden Aria Wirjaatmadja, Pelopor Koperasi di Hindia Belanda

1 hari lalu

Raden Aria Wiraatmadja. facebook.com
Kisah Raden Aria Wirjaatmadja, Pelopor Koperasi di Hindia Belanda

Gerakan koperasi sudah ada sejak 129 tahun, sebelum Indonesia merdeka.


12 Juli Hari Koperasi Indonesia, Peran Penting R. Aria Wiraatmadja dan Bung Hatta

1 hari lalu

Bung Hatta atau Mohammad Hatta. Wikipedia
12 Juli Hari Koperasi Indonesia, Peran Penting R. Aria Wiraatmadja dan Bung Hatta

Hari Koperasi Indonesia tak bisa dipisahkan dari jasa R. Wiraatmadja dan Bung Hatta. Ini peran besar keduanya membangun koperasi di Indonesia.


OJK Cabut Izin Koperasi LKMA PUAP Mugi Rahayu, Minta Pengurus Bentuk Tim Likuidasi

1 hari lalu

Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.)
OJK Cabut Izin Koperasi LKMA PUAP Mugi Rahayu, Minta Pengurus Bentuk Tim Likuidasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan Mugi Rahayu (Koperasi LKMA PUAP Mugi Rahayu).


Penetapan Pegi Setiawan sebagai DPO Tidak Sah, Namanya Pernah Disebut dalam BAP Rudiana pada 2016

2 hari lalu

Pegi Setiawan (tengah baju kuning) didampingi oleh tim kuasa hukum dan kedua orang tua, berfoto usai resmi keluar dari tahanan Polda Jawa Barat, pada Senin malam, 8 Juli 2024. Doc. Kuasa Hukum Pegi Setiawan, Toni RM.
Penetapan Pegi Setiawan sebagai DPO Tidak Sah, Namanya Pernah Disebut dalam BAP Rudiana pada 2016

Hakim Eman Sulaeman menyatakan penetapan Pegi Setiawan masuk dalam DPO oleh Polda Jabar tidak sah. Namanya disebut dalam BAP Rudiana.


Dugaan Kesaksian Palsu Aep dan Dede Jadi Dasar 7 Terpidana Kasus Vina Cirebon Ajukan PK

2 hari lalu

Tim kuasa hukum 7 terpidana pembunuhan Vina dan Eky dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Dedi Mulyadi melaporkan saksi Aep dan Dede ke Bareskrim Mabes Polri soal dugaan kesaksian palsu pada Rabu, 10 Juli 2024. TEMPO/Advist Khoirunikmah.
Dugaan Kesaksian Palsu Aep dan Dede Jadi Dasar 7 Terpidana Kasus Vina Cirebon Ajukan PK

Kuasa hukum 7 terpidana kasus Vina Cirebon melaporkan dugaan kesaksian palsu Aep dan Dede ke Bareskrim. Jadi dasar ajukan PK ke Mahkamah Agung.


Pegi Setiawan Bebas dari Status Tersangka Pembunuhan Vina, Ini Kata Kejaksaan Agung

4 hari lalu

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI Harli Siregar memberikan keterangan saat konferensi pers pengembangan kasus korupsi Timah yang merugikan negara keuangan negara sebesar 300 triliun di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 13 Juni 2024. Kejakssaan Negeri Jakarta Selatan menerima pelimpahan tahap 2 perkara dugan korupsi pengelolahan tata niaga timah yang melibatkan 10 tersangka dan sejumlah barnag bukti. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Pegi Setiawan Bebas dari Status Tersangka Pembunuhan Vina, Ini Kata Kejaksaan Agung

Kejaksaan Agung menghormati putusan hakim PN Bandung yang membebaskan Pegi Setiawan.


Aliansi Korban Minta Mahkamah Agung Tolak PK Terdakwa Indosurya

4 hari lalu

Konferensi pers korban KSP Indosurya terhadap penolakan berkas permohonan kasasi, Jakarta, Senin, 6 Maret 2023. Tempo/Amelia Rahima Sari.
Aliansi Korban Minta Mahkamah Agung Tolak PK Terdakwa Indosurya

Aliansi korban koperasi Indosurya meminta peninjauan kembali atau PK terdakwa ditolak penegak hukum. Mereka juga mendesak aset sitaan dari para terdakwa dilelang untuk mengganti kerugian yang mencapai Rp 16 tiliun.


Mabes Polri Tanggapi Bebasnya Pegi Setiawan dalam Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

5 hari lalu

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko memberikan keterangan pers di lingkungan Markas Besar Polri pada Rabu, 6 Maret 2024. Tempo/ Adil Al Hasan
Mabes Polri Tanggapi Bebasnya Pegi Setiawan dalam Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

"Untuk menindaklanjuti hasil putusan praperadilan tersebut dengan secepat-cepatnya," kata Truno di Mabes Polri merespons bebasnya Pegi Setiawan.


Profil Pegi Setiawan, Tersangka Kasus Vina yang Menangkan Gugatan Praperadilan

5 hari lalu

Pegi Setiawan alias Perong tersangka kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon saat konferensi pers di Polda Jawa Barat di Bandung, 26 Mei 2024. Polda Jawa Barat mengubah pernyataan soal jumlah tersangka kasus ini jadi sembilan orang tersangka bukan 11 orang. Polisi juga menghadirkan tersangka PS alias Perong, DPO yang ditangkap belakangan. Saat digelandang kembali ke ruang tahanan tersangka Pegi Setiawan alias Perong membantah tuduhan polisi dan merasa dirinya difitnah dan dijadikan kambing hitam kasus tersebut. TEMPO/Prima mulia
Profil Pegi Setiawan, Tersangka Kasus Vina yang Menangkan Gugatan Praperadilan

Profil Pegi Setiawan yang menangkan gugatan praperadilan