Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kronologi Orang Indonesia Tertipu Jadi Budak di Myanmar, Kerja Scammer di bawah Ancaman dan Hukuman

image-gnews
Tentara dari Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA) berpatroli dengan kendaraan, di samping area yang hancur akibat serangan udara Myanmar di Myawaddy, kota perbatasan Thailand-Myanmar di bawah kendali koalisi pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Persatuan Nasional Karen, di Myanmar , 15 April 2024. REUTERS/Athit Perawongmetha
Tentara dari Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA) berpatroli dengan kendaraan, di samping area yang hancur akibat serangan udara Myanmar di Myawaddy, kota perbatasan Thailand-Myanmar di bawah kendali koalisi pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Persatuan Nasional Karen, di Myanmar , 15 April 2024. REUTERS/Athit Perawongmetha
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban sindikat penipuan daring atau online scam di Myanmar mengungkapkan bagaimana kronologis kerabat mereka mengalami penyiksaan dan perbudakan, hingga tak bisa pulang dari negera yang tengah dilanda konflik itu.

Nurmaya, 46 tahun, mengatakan suaminya adalah salah satu WNI yang menjadi korban sindikat penipuan online. Dia menuturkan suaminya Dedi (bukan nama sebenarnya) mendapatkan tawaran pekerjaan dari temannya pada sekitar Juni 2022.

"Pak ini ada kerjaan ke Bangkok, kerjanya IT (teknologi informasi)," kata Nurmaya menirukan teman suaminya. "Gajinya dia bilang Rp 10-20 juta."

Teman Dedi lantas memberikan nomor telepon yang menjadi penyalur tenaga kerja. Gayung pun bersambut karena perusahaan tempat Dedi bekerja tutup gara-gara Covid-19. Nurmaya belakangan mengetahui penyalur tenaga kerja itu adalah Andri Satria Nugraha dan Anita Setia Dewi, terpidana kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). 

Dedi lantas intens berkomunikasi dengan keduanya, bahkan melakukan Zoom mengenai cara bekerja dan keterampilan yang harus dimiliki. Dua minggu kemudian, Dedi berangkat ke Bangkok, Thailand.

Nurmaya ingat betul suaminya berangkat saat lebaran haji dua tahun silam atau 10 Juli 2022. "Waktu itu ada 11 orang dibagi dua grup, suami saya yang berangkat pertama," ujar dia saat dihubungi Tempo.

Kerja Scammer dibawah ancaman dan hukuman

Suaminya sempat mengabari saat sampai di bandar udara di Bangkok dan menginap di sebuah hotel. Keesokan harinya, Dedi dan rombongan dibawa langsung ke Mae Sot, kota di barat Thailand yang berbatasan dengan Myanmar. Mereka kemudian dibawa menyeberang ke Myanmar menaiki kapal kecil.

Sesampainya di tempat kerja, perusahaan meminta paspor Dedi dan kawan-kawan. Komunikasi dengan handphone juga hanya diperbolehkan pada dua pekan pertama. Sehingga, Dedi harus diam-diam menghubungi istrinya.

"Setelah dua minggu itu, suami saya baru tahu kalau mereka ternyata ditipu," kata Nurmaya. "Dari situ suami saya baru mulai mengabari ... ke saya kalau ternyata pekerjaannya ini adalah sebagai scammer."

Nurmaya menceritakan suaminya harus bekerja menipu orang. Scammer-scammer tersebut menargetkan orang-orang dari Asia dan Eropa. Scammer itu bisa menjadi laki-laki atau perempuan di akun mereka, tergantung target.

"Mereka itu bekerja sampai 17 jam dalam satu hari," ucap perempuan asal Bekasi itu. "Kalau mereka enggak target sesuai yang company minta, mereka akan dihukum."

Dia menuturkan hukuman itu beraneka macam, mulai dari setrum, dipukul dengan balok kayu atau rotan, hingga dikurung dalam bilik hitam. Hukuman itu tak hanya diberikan saat target dari perusahaan tidak terpenuhi, tapi juga saat pekerja bangun kesiangan, tidak tepat waktu, bahkan mengantuk saat bekerja.

"Mereka tuh penjaganya ada memakai senjata api," ujar Nurmaya.

Atas hal ini, Nurmaya dan keluarga dari korban WNI lainnya bersolidaritas lewat Solidaritas Korban Jerat Kerja Paksa dan Perbudakan. Mereka mengadukan permasalahan mereka ke berbagai pihak, seperti Kementerian Luar Negeri (Kemlu), KBRI, Kepolisian, Komnas HAM, Komnas Perempuan, Lembaga Pengiriman Tenaga Kerja, pemerintah daerah masing-masing, bahkan kepada Presiden Joko Widodo lewat surat terbuka.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Sebab, berbagai lembaga tersebut ujung-ujungnya menyebut permasalahan mereka adalah kewenangan Kemlu.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan keheranannya mengapa Kemlu belum bisa memulangkan suaminya beserta korban penipuan online lain. Padahal, kata dia, korban online scam di negara lain bisa dipulangkan.

Nurmaya mengklaim Kemlu selalu memintanya agar sabar menunggu. "Ya kan sudah dua tahun, lelah juga menunggu, sudah dua tahun saya berusaha untuk minta suami saya pulang."

Tanggapan Kementerian Luar Negeri

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia, Judha Nugraha, mengatakan Dedi dan kawan-kawannya berada di Distrik Phalu. "Itu bagian dari Myawaddy tapi yang paling remote, yang paling jauh, dan dikuasai oleh pemberontak yang berbeda," kata Judha saat ditemui Tempo di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat pada Rabu, 3 Juli 2024.

Dia pun menampik bila pihaknya disebut tidak melakukan upaya untuk memulangkan WNI korban online scam maupun tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Justru, upaya sudah dilakukan dalam berbagai macam level.

"Kalau dalam konteks keseluruhan, even Bu Menlu (Menteri Luar Negeri Retno Marsudi) sendiri waktu itu datang ke Kamboja," ujar Judha.

Kemlu juga menjalin pendekatan dengan negara-negara lain, seperti Thailand dan Myanmar. Selain itu, ada pula forum ASEAN's Leaders Declaration on Combating Trafficking in Persons Caused by the Abuse of Technology atau Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang Pemberantasan Perdagangan Orang Akibat Penyalahgunaan Teknologi. Pada saat keketuaan Indonesia, pihaknya justru menyuarakan permasalahan online scaming di tingkat ASEAN. 

"Tapi kendala yang kami hadapi adalah situasi lapangan yang memang tidak dikuasai oleh otoritas tempat," ujar Judha.

Dia menjelaskan, jika ada masalah menyangkut WNI di negara lain, pihaknya akan melaporkan kepada keposian setempat. Nantinya, kepolisian setempat yang akan melakukan penyelamatan dan evakuasi. Hal inilah yang dilakukan misalnya di Kamboja dan Filipina.

Sedangkan di Myanmar, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat, bahkan dengan Menteri Luar negeri Myanmar. Judha menyebut, pihak Myanmar akan berupaya membantu namun mereka tidak memiliki akses ke Myawaddy yang dikuasai pemberontak bersenjata.

"Itu kesulitannya kami, kenapa kok sampai lama, sampai ada yang dua tahun," tutur Judha.

Pilihan Editor: Keluarga Korban Perbudakan di Myanmar Kirim Surat ke Jokowi, Minta Segera Ada Pembebasan dan Evakuasi

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Hasil Piala AFF U-19 Grup B, Myanmar dan Vietnam Bayangi Australia Setelah Imbang 1-1

17 jam lalu

Suasana pertandingan Timnas Laos U-19 melawan Australia saat laga penyisihan Grup B Piala AFF U-19 2024 di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Kamis, 18 Juli 2024. ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin
Hasil Piala AFF U-19 Grup B, Myanmar dan Vietnam Bayangi Australia Setelah Imbang 1-1

Australia memuncaki klasemen sementara Grup B Piala AFF U-19.


Negara Anggota PBB Prihatin Warga Myanmar yang Butuh Bantuan Kemanusiaan Naik

2 hari lalu

Seorang anak pengungsi Rohingya duduk di samping ibunya yang beristirahat setelah melintasi perbatasan Bangladesh-Myanmar, di Teknaf, Bangladesh, 6 September 2017. Konflik di Rakhine membuat ribuan warga Rohingya harus mengungsi. REUTERS/Danish Siddiqui
Negara Anggota PBB Prihatin Warga Myanmar yang Butuh Bantuan Kemanusiaan Naik

Negara anggota PBB prihatin dengan meningkatnya kekerasan, konflik, pelanggaran HAM di seluruh Myanmar


Mantan Model asal Brasil Dihukum 8 Tahun Penjara karena Kasus Perdagangan Orang dan Perbudakan

3 hari lalu

Ilustrasi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human trafficking. REUTERS/Maxim Shemetov
Mantan Model asal Brasil Dihukum 8 Tahun Penjara karena Kasus Perdagangan Orang dan Perbudakan

Mantan model Kat Torres dijatuhi hukuman penjara delapan tahun atas tuduhan perdagangan orang dan perbudakan pada perempuan


Suami Jadi Korban Perbudakan di Myanmar, 4 Ibu Laporkan Lembaga Pelatihan di Sukabumi ke Polda Jabar

7 hari lalu

Seorang personel militer berjaga, ketika 200 personel militer Myanmar mundur ke jembatan ke Thailand pada hari Kamis setelah serangan selama berhari-hari oleh perlawanan anti-junta, yang menyatakan mereka telah memenangkan kendali atas kota perbatasan Myawaddy yang penting, yang terbaru dalam sebuah serangkaian kemenangan pemberontak, dekat perbatasan Thailand-Myanmar di Mae Sot, provinsi Tak, Thailand, 11 April 2024. REUTERS/Soe Zeya Tun
Suami Jadi Korban Perbudakan di Myanmar, 4 Ibu Laporkan Lembaga Pelatihan di Sukabumi ke Polda Jabar

Empat ibu melaporkan lemaba pelatihan di Sukabumi yang merekrut suami dan kerabat mereka kerja di Myanmar. Jadi budak untuk melakukan penipuan.


Bank-bank Thailand Akui Kurang Kapasitas untuk Menyelidiki Pembayaran Senjata Myanmar

8 hari lalu

Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di Myanmar Tom Andrews berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan dengan Komite Parlemen Thailand untuk Keamanan Nasional, Urusan Perbatasan, Strategi Nasional, dan Reformasi Nasional, mengenai temuan bahwa bank-bank Thailand telah memfasilitasi transaksi uang di Myanmar. kesepakatan senjata di Myanmar, di Bangkok, Thailand, 11 Juli 2024. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Bank-bank Thailand Akui Kurang Kapasitas untuk Menyelidiki Pembayaran Senjata Myanmar

Bank-bank besar Thailand membela diri pada Kamis 11 Juli 2024 terhadap kritik bahwa mereka memfasilitasi pembelian senjata oleh junta Myanmar.


4 Fakta Kasus Revi Cahya Sulihatun, Warga Kebumen yang Ditangkap di Jepang karena Narkoba

12 hari lalu

Ilustrasi Sabu. TEMPO/Subekti
4 Fakta Kasus Revi Cahya Sulihatun, Warga Kebumen yang Ditangkap di Jepang karena Narkoba

Revi Cahya Sulihatun, warga Kabupaten Kebumen, ditangkap otoritas Jepang. Sebelumnya dilaporkan hilang


Kemlu Catat 3.703 Kasus Online Scam, Paling Banyak di Kamboja

14 hari lalu

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha. ANTARA/Yashinta Difa/aa.
Kemlu Catat 3.703 Kasus Online Scam, Paling Banyak di Kamboja

Kementerian Luar Negeri mencatat tindakan online scam dengan modus lowongan kerja ke luar negeri mencapai ribuan kasus. Bagaimana tren dan modusnya?


Kemlu Ungkap Kendala Pemulangan WNI Korban Penipuan di Myanmar

14 hari lalu

Judha Nugraha, Direktur perlindungan WNI & BHI Kementerian Luar Negeri. antaranews.com
Kemlu Ungkap Kendala Pemulangan WNI Korban Penipuan di Myanmar

Kementerian Luar Negeri mengungkap kendala pemulangan WNI korban penipuan yang kini berada di Myawaddy Myanmar.


Jepang Hadapi Kekurangan Hampir Satu Juta Pekerja Asing pada 2040

14 hari lalu

Siti Maesaroh. REUTERS
Jepang Hadapi Kekurangan Hampir Satu Juta Pekerja Asing pada 2040

Jepang menghadapi kekurangan hampir satu juta pekerja asing pada 2040, jika pemerintah ingin mencapai tujuan pertumbuhan ekonominya


Sulit Selamatkan WNI yang Terancam Hukuman Mati Karena RI juga Terapkan Hukuman yang Sama

18 hari lalu

Ilustrasi hukuman mati. abc.net.au, trbimg.com
Sulit Selamatkan WNI yang Terancam Hukuman Mati Karena RI juga Terapkan Hukuman yang Sama

Imparsial menilai tak mudah bagi pemerintah selamatkan WNI yang terancam hukuman mati karena juga masih menerapkan hukuman yang sama.