Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Usut Kematian Santri, Polres Mataram Periksa Pihak Pondok Pesantren Al-Aziziyah

image-gnews
Foto arsip-Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Foto: ANTARA/Dhimas B.P.
Foto arsip-Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Foto: ANTARA/Dhimas B.P.
Iklan

TEMPO.CO, Mataram - Tim penyidik Polresta Mataram mulai memeriksa perwakilan Pondok Pesantren Al-Aziziyah terkait kematian santriwati NI, 14 tahun. Perwakilan ponpes yang diperiksa terdiri dari dua orang santri, pembina asrama putri, dan wali kelas NI. 

Herman Sorenggana, kuasa hukum Ponpes Al-Aziziyah, mengatakan pengurus pondok sangat berkepentingan agar kasus sakit hingga meninggalnya NI diketahui dengan jelas.

"Seperti juga harapan pihak keluarga, kami juga berkepentingan agar kasus ini menjadi jelas, agar tidak menjadi fitnah." Kata Herman di sela-sela pemeriksaan kliennya, Kamis, 4 Juli 2024.

Menurut Herman, sejauh ini dari informasi yang diperoleh pihak pondok tidak ada tindak kekerasan yang menyebabkan NI sakit hingga meninggal. "Tidak pernah ada yang bercerita, tidak pernah ada yang melihat adanya kekerasan yang menimpa almarhumah," kata Herman.

Herman mengakui di Pondok Pesantren Al-Aziziyah memang berlaku hukuman bagi santri yang melanggar, tapi bukan hukuman fisik, "Hukuman mengaji, membersihkan toilet atau halaman misalnya, mengepel kamar, itu jenis sanksinya,” katanya.

Herman menjelaskan, rekaman salah satu CCTV pondok memperlihatkan NI masih sehat saat dijemput keluarganya pada 14 Juni 2024. Dalam video itu NI terlihat berjalan dengan membawa sendiri tas dan barang bawaannya menuju mobil. "Dia tidak dipapah, tidak dibopong,” ujar dia.

Herman menuturkan pihak pondok belum memeriksa rekaman CCTV lain yang ada di dalam pondok. "Jika dibutuhkan sebaiknya diperiksa bersama dengan penyidik,” katanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mataram Komisaris I Made Yogi Purusa Utama mengakui tim penyidik UPPA Polresta Mataram sudah memeriksa empat orang perwakilan pondok, termasuk di antaranya dua orang santri.

"Untuk para santri karena masih di bawah umur mereka didampingi wali dan Peksos (Pekerja Sosial)," Kata Yogi, "Ada beberapa saksi lagi dari pihak pondok yang akan kami periksa."

Sebelum ini, Kata Yogi pihaknya sudah memeriksa sebanyak 10 saksi lain, terdiri dari tujuh orang tenaga kesehatan (nakes), orang tua almarhumah, rekan santri serta orang tuanya yang menjemput NI dari Pondok.

NI meninggal dunia Sabtu, 29 Juni 2024 setelah sempat kritis di RSUD Dr Soedjono Selong. Berdasarkan cerita orang tuanya, NI yang duduk di kelas VIII MTs diduga mengalami perundungan di dalam pondok. 

Pilihan Editor: Kapolda Sumbar Siap Hadapi Laporan LBH Padang ke Divisi Propam soal Kematian AM

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Santriwati Meninggal, Polisi Panggil Pengurus Pondok Pesantren Al-Aziziyah Lombok Timur

5 hari lalu

Kepala Satreskrim Polresta Mataram Komisarus I Made Yogi Purusa Utama. ANTARA/Dhimas B.P.
Santriwati Meninggal, Polisi Panggil Pengurus Pondok Pesantren Al-Aziziyah Lombok Timur

Kepolisian Resor Kota Mataram memanggil 14 saksi dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap santriwati Pondok Pesantren Al-Aziziya.


Saran Kak Seto agar Anak Terhindar dari Perundungan

7 hari lalu

Ilustrasi: Sejumlah siswa SD mengikuti sosialisasi tentang bahaya perundungan di Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Polres Garut
Saran Kak Seto agar Anak Terhindar dari Perundungan

Kak Seto menyebut pentingnya semua pihak memberi pengawasan dan perlindungan pada anak demi mencegah perundungan di satuan pendidikan.


Pengusutan Kasus Kematian Santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah Ditingkatkan ke Tahap Peyidikan

13 hari lalu

Kedatangan jenazah Nurul Izatih, santriwati korban perundungan untuk diotopsi di RS Bhayangkara Polda NTB foto : istimewa Kuasa Hukum korban
Pengusutan Kasus Kematian Santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah Ditingkatkan ke Tahap Peyidikan

Polres Kota Mataram telah meningkatkan status penyelidikan kasus kematian santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah ke tahap penyidikan.


Tahanan Kejari Mataram Kabur Usai Melompat dari Mobil, Mengaku Kangen Anak

16 hari lalu

Ilustrasi tahanan atau narapidana kabur. shutterstock.com
Tahanan Kejari Mataram Kabur Usai Melompat dari Mobil, Mengaku Kangen Anak

Tahanan Kejari Mataram berinisial Z sempat kabur dengan cara melompat dari mobil yang membawanya ke Lapas


Santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah Meninggal, Diduga Korban Perundungan

17 hari lalu

Kedatangan jenazah Nurul Izatih, santriwati korban perundungan untuk diotopsi di RS Bhayangkara Polda NTB foto : istimewa Kuasa Hukum korban
Santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah Meninggal, Diduga Korban Perundungan

Dugaan perundungan itu muncul karena sebelum meninggal, Nurul Izatih, sempat bercerita ia dipukuli oleh tiga temannya sesama santri di ponpes itu.


Momen Pembalap Motocross Naik Sepeda Ontel di Mataram

17 hari lalu

Momen pembalap MXGP mengikuti parade jelang balapan MXGP Sabtu 29 Juni 2024. (Dok. Istimewa)
Momen Pembalap Motocross Naik Sepeda Ontel di Mataram

Menyambut event MXGP 2024, para pembalap mengikuti pagelaran parade menggunakan sepeda ontel dan kendaraan tradisional cidomo di Mataram


Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Tersangka Pencabulan Santriwati Ditangkap Polisi, Sempat Kabur Sebulan

38 hari lalu

Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Tersangka Pencabulan Santriwati Ditangkap Polisi, Sempat Kabur Sebulan

Hasil penyelidikan sementara, terdapat empat santriwati yang menjadi korban pencabulan santriwati ini, satu di antaranya diduga disetubuhi.


Anak-Anak Gandrungi Panahan Tradisional Yogyakarta, Ramaikan Peringatan 212 Tahun Pakualaman

41 hari lalu

Lomba nasional Jemparingan Mataraman atau panahan tradisional khas Yogyakarta dalam peringatan Hadeging (berdirinya) Kadipaten Pakualaman ke-212 tahun 2024. (Dok. Istimewa)
Anak-Anak Gandrungi Panahan Tradisional Yogyakarta, Ramaikan Peringatan 212 Tahun Pakualaman

Anak-anak dan remaja antusias mengikuti lomba nasional Jemparingan Mataraman atau panahan tradisional khas Yogyakarta


Pelajar SD di Depok Jadi Korban Bullying, Dipukuli Bergantian

41 hari lalu

Ilustrasi kekerasan pada anak. Pexels/Luana
Pelajar SD di Depok Jadi Korban Bullying, Dipukuli Bergantian

Video bullying terhadap siswi SD di Depok tersebar di sejumlah kalangan. Pelaku memukuli korban bergantian.


Prime Plaza Hotel Mataram: Tambahan Baru yang Mewah di Jantung Kota

48 hari lalu

Hotel Prime Plaza Mataram
Prime Plaza Hotel Mataram: Tambahan Baru yang Mewah di Jantung Kota

Prime Plaza Hotel Mataram akan menambah pesona kota.