Dua Penderita Gizi Buruk Dirawat di RSUD Koja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Jakarta Utara, merawat dua anak penderita gizi buruk warga Kalibaru, RW 08, Cilincing, Jakarta Utara. Penderita gizi buruk bernama Adita, bayi berusia 11 bulan, dan Bella, 12 tahun, dirawat di kamar 407, sejak Kamis (28/1).

    "Keduanya dirawat tanpa biaya, menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)," kata Camat Cilincing Djunaedi, saat menjenguk anak penderita gizi buruk di RSUD Koja, Jakarta, Jumat (29/1).

    Adita menderita gizi buruk akibat orang tuanya tidak mampu memberikan makanan dan susu. Sebab, Sabrina (30 tahun), ibu kandung Adita, hanya sebagai ibu rumah tangga. "Sedangkan bapaknya, Arif (27 tahun), hanya sebagai buruh pelabuhan," ujar Djunaedi.

    Saat ditemui di rumah sakit, Sabrina hanya bisa pasrah terhadap kondisi anaknya. Saat ini berat badan balita itu hanya 5,2 kilogram. "Soalnya saya bingung biayanya," kata Sabrina.

    Sedangkan kondisi korban gizi buruk bernama Bella, seperti tulang berbalut kulit. Menurut Dewi (44 tahun), bibi Bella, anak kedua dari tiga bersaudara ini menderita penyumbatan pembuluh darah otak.

    Penyakit tersebut baru diketahui saat Bella berusia sembilan tahun. "Tapi kelainan ini sudah terjadi saat Bella berusia 1,5 tahun," ujar Dewi.

    Kini, anak yang seharusnya sudah tumbuh besar itu hanya memiliki berat badan sekitar 6,2 kilogram. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur, tanpa bisa melihat dan bicara.

    Kasih sayang dari orang tua pun sudah tidak ada. Sebab, Turbudi, ayahnya, telah meninggalkan anaknya begitu saja. Ibunya yang bernama Supriatin sudah meninggal sejak 2006. "Sebab itu perhatian terhadap kesehatan Bella juga kurang," kata Dewi.

    Camat Cilincing berjanji akan membantu kedua warganya dengan baik. Termasuk akan memindahkan rumah tinggal mereka ke rumah susun Marunda. "Sebab, rumah mereka yang sekarang kumuh," kata Djunaedi, menambahkan.

    WAHYUDIN FAHMI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.