Carrefour Lebak Bulus didemo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) berunjuk rasa di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (16/3). Mereka meminta pemprov DKI menindak PT Carrefour Indonesia karena membangun pusat perbelanjaan di kawasan Mega Pluit Mall. Tempo/Dwianto Wibowo

    Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) berunjuk rasa di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (16/3). Mereka meminta pemprov DKI menindak PT Carrefour Indonesia karena membangun pusat perbelanjaan di kawasan Mega Pluit Mall. Tempo/Dwianto Wibowo

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Puluhan massa yang mengatasnamakan Forum Pedang Tradisional (Forpeta) dan didampingi oleh Front Mahasiswa melakukan aksi di depan pintu masuk Carrefour Lebak Bulus. Mereka melakukan aksi menolak putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menyatakan bahwa Carrefour tidak melakukan monopoli perdagangan.

    "Menjamurnya Carrefour di DKI Jakarta tidak sesuai dengan aturan zonasi, menyebabkan omzet harian pedangang tradisional di Jakarta menurun hingga 40 persen," ujar juru bicara aksi Gatot Ahmad, Jumat (26/3).

    Dalam aksi itu mereka membawa sejumlah spanduk yang berisi kecaman terhadap Carrefour. Antara lain bertuliskan "Carrefour vampire bagi pedagang tradisional."

    Dalam aksi itu, mereka juga menggelar spanduk bergambar lambang Carrefour di tengah jalan. "Biar semua kendaraan yang lewat menggilas lambang Caarefour," ujar Gatot.

    Meskipun dalam aksi tersebut tidak memblokir jalan masuk, namun sejumlah calon pembeli tampak batal masuk. "Takut," ujar Rina, salah satu pengunjung yang batal masuk.

    Puluhan petugas keamanan gedung mengawal aksi tersebut. Tampak sejumlah aparat kepolisian datang ikut mengamankan jalannya aksi.

    Agung Sedayu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.