Sembilan Unjuk Rasa Kepung Jakarta dan Sekitarnya Hari ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebanyak sembilan unjuk rasa akan mewarnai sejumlah daerah di kawasan DKI Jakarta pada awal pekan ini (29/3).

    Karang Taruna Telaga Asih, Cikarang Barat, akan berunjuk rasa di PT Panacipta Kawasan Industri Gobel Jalan Teuku Umar, Telaga Asih, Cikarang Barat pada pukul 08.00.

    Bergeser ke pusat kota DKI Jakarta, unjuk rasa dari Aliansi pekerja outsourcing akan digelar di Bundaran Hotel Indonesia pada pukul 09.00. Pada jam yang sama akan berlangsung juga aksi massa di depan Markas Besar Polri, Jakarta Selatan. Selain itu, tak jauh dari sana, Gedung Sekretariat ASEAN, akan menjadi sasaran dari aksi yang digelar Migrant Care.

    Gerakan Masyarakat untuk Pendidikan dan HAM akan berunjuk rasa di tiga tempat di wilayah Jakarta Pusat. Mereka membidik Gedung Mahkamah Agung RI di Jalan Merdeka Utara, Kantor Satuan Tugas Mafia Hukum di Jalan Veteran, dan Komisi Yudisial Jalan Kramat Raya. Di Tangerang, LSM Aljabar akan beraksi di depan Kantor KPU Tangerang dan DPRD kabupaten Tangerang.

    Gedung Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jalan Gatot Subroto, akan menjadi sasaran aksi Komite Perjuangan Buruh se-Jabodetabek sekitar pukul 10.00. Di saat yang bersamaan, The Nusantara Monitoring Centre dan Front Mahasiswa Kalimantan Timur akan berunjuk rasa di Gedung Bursa Efek Indonesia dan Wisma Bakri Jalan H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan.

    Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta juga tak luput dari sasaran massa. Pusat Studi Pasar Tradisional akan menyambangi gedung wakil rakyat DKI Jakarta itu pada pukul 11.00. Selain itu, Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kantor BPN Pusat di Jalan Sisingamangaraja juga akan dijadikan sasaran massa pada saat yang bersamaan.

    EZTHER LASTANIA |TMC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.