Pedagang Pasar Mayestik Belum Mau Pindah ke Penampungan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasar Mayestik, Jakarta. TEMPO/Tri Handiyatno

    Pasar Mayestik, Jakarta. TEMPO/Tri Handiyatno

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Pedagang Pasar Mayestik dan pihak pemerintah masih belum menemukan titik temu persoalan peremajaan pasar tersebut. Terutama dalam hal sewa kios. "Harganya terlalu mahal," ujar pengurus Forum Pedagang Pasar Mayestik, Suhaimi Zakir, Senin (29/3).

    Rencananya tahun ini pasar Mayestik akan mulai dibongkar dan diremajakan. Harga sewa kios selama 20 tahun di lantai dasar mencapai Rp 50 juta per meter persegi. "Karena itu kami meminta agar ada potongan harga 30 persen," kata Suhaimin.

    Namun pihak PD Pasar Jaya masih belum memberikan tanggapan atas permintaan tersebut. Karena itu para pedagang memilih tetap berjualan di kios lama mereka meskipun tempat penampungan sementara bagi para pedagang tersebut telah tersedia.

    Selain itu para pedagang juga mengeluhkan tempat penampungan yang menurut mereka terlalu sempit. "Hanya disediakan kios penampungan 1x1,5 meter, mana cukup untuk menampung barang dagangan kami," ujar Herman, pemilik toko seragam sekolah di Pasar Mayestik. Saat ini bangunan penampungan yang disediakan di bagian belakang pasar Mayestik tersebut tampak kosong, belum ada satu pedagangpun yang menempatinya.

    Pemerintah Jakarta Selatan dan PD Pasar Jaya rencananya akan segera melakukan peremajaan terhadap pasar tradisional Mayestik. Menurut Asisten Perekonomian Pemerintah Kota Jakarta Selatan, Suluh Sudiharto, nantinya bagunan pasar tersebut akan dijadikan 8 lantai, termasuk basement dan parkir dengan infrastruktur yang lebih baik, layaknya pasar modern. Area parkir akan disediakan tersendiri, tidak seperti sekarang, dimana kendaraan pengunjung parkir di depan toko dan pintu gerbang pasar. "Tahun ini akan jalan, target selesai akhir tahun depan," katanya.

    Walikota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi mengatakan bahwa proyek peremajaan pasar tersebut perlu dilakukan secepatnya karena kondisi pasar Mayestik sudah kurang layak. Syahrul berharap para pedagang mendukung program tersebut. "Gangguan dalam berdagang pasti ada, tapi itu sementara selama proses peremajaan saja," katanya.

    Selain pasar Mayestik, rencananya tahun ini pasar Lenteng Agung juga akan diremajakan, bangunan baru pasar Lenteng Agung nantinya akan menjadi 3 lantai. Saat ini di Jakarta Selatan terdapat terdapat sekitar 25 pasar tradisional. Sebagian besar pasar tersebut telah berusia lama, 20 tahun hingga 40 tahun.

    Agung Sedayu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.