Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pemerintah Kota Bekasi Tolak Proyek Penggusuran Rumah Liar

image-gnews
Iklan
TEMPO Interaktif, Bekasi:Pemerintah Kota Bekasi menolak proyek penggusuran rumah-rumah liar (slum) yang dicanangkan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Depkimpraswil). Pasalnya, selain programnya tidak jelas, juga dianggap membebani daerah. “karena tidak jelas dan membebani, lebih baik ditolak,” kata Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Bekasi Toto Soebekty kepada Tempo News Room di Bekasi, Jumat (15/2). Proyek percontohan dengan tajuk Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) tersebut berada di bawah koordinasi Dirjen Perumahan dan Permukiman Depkimpraswil. Rencananya, penggusuran dilakukan di 30 kelurahan di Jakarta, Bogor, Tangerang, Cirebon, dan Serang, dengan jumah penduduk sekitar 200 ribu jiwa. “Di Kota Bekasi sekitar 1000 jiwa,” kata Toto. Bila dilihat dari proposalnya, program tersebut amat ideal, karena akan membantu masyarakat prasejahtera yang tinggal di daerah kumuh tersebut untuk meningkatkan taraf hidupnya. Bantuan-bantuan tersebut dapat berupa bantuan peningkatan sarana dan prasarana fisik. Juga sebagai upaya peningkatan status social mau pun bantuan peningkatan ekonomi. “Terutama bagi masyarakat miskin yang hidup di lingkungan kumuh yang belum pernah tersentuh bantuan program mana pun,” kata Toto. Tujuannya untuk mengurangi kawasan hunian permukiman kumuh di perkotaan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Caranya, lewat identifikasi hunian. Seperti perbaikan taraf hidup dan pendekatan budaya, serta pengembangan pemahaman dan kepedulian berbagai pihak terhadap permasalahan dan persoalan. Teknisnya, setelah digusur, warga akan diberikan fasilitas, seperti rumah permanen di lahan lain. Mereka juga diberikan kredit modal usaha. Untuk mewujudkan proyek tersebut, kata Toto, para konsultan proyek telah melakukan identifikasi dan survei ke beberapa lokasi perkampungan kumuh pada Desember 2001. Di Kota Bekasi, diidentifikasi ada delapan lokasi perkampungan kumuh, yakni Kelurahan Ciketing Udik, Marga Jaya, Harapan Jaya, Bekasi Jaya, Kalibaru, Cikiwul, Duren Jaya, dan Aren Jaya. Namun, belum sempat megetahui kejelasan program, tiba-tiba menjelang lokakarya 17 Januari, konsultan meminta Pemerintah Kota Bekasi agar melakukan sosialisasi program kepada lembaga swadaya masyarakat, padahal pihaknya belum siap. Kalau pun dilakukan, sosialisasi baru pada tahapan intern eksekutif, setelah itu barulah dengan LSM. Rencana tersebut tentu saja ditolak Kota Bekasi, karena terkesan dipaksakan. “Kalau dipaksakan, tidak mungkin,” kata Toto. Yang lebih tidak masuk diakal, konsultan meminta kepada Kota Bekasi untuk menyediakan lahan pengganti bagi warga yang rumahnya digusur. Sedangkan bangunan disediakan Depkimpraswil. “Bagaimana mungkin tanah diberikan untuk mereka, sedangkan warga asli banyak yang tidak punya rumah dan lahan,” kata Toto. Disamping itu, ia juga khawatir, perlakuan istimewa terhadap penghuni perkampungan kumuh yang nota bene para pendatang akan menimbulkan kecemburuan. (Ali Anwar)
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Vladimir Putin Kembali Dilantik sebagai Presiden Rusia untuk Periode Kelima

57 menit lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Patriark Kirill dari Moskow dan seluruh Rusia menghadiri kebaktian setelah upacara peresmian di Katedral Kabar Sukacita Kremlin di Moskow, Rusia 7 Mei 2024. Sputnik/Alexey Maishev/Kremlin via REUTERS
Vladimir Putin Kembali Dilantik sebagai Presiden Rusia untuk Periode Kelima

Vladimir Putin kembali menjabat sebagai presiden Rusia untuk periode kelima selama enam tahun ke depan. Bakal mengalahkan rekor Stalin.


Studi: Marah 8 Menit Saja Bisa Tingkatkan Peluang Serangan Jantung

1 jam lalu

Ilustrasi wanita kecewa atau marah. Unsplash.com/Joshua Rawson Harris
Studi: Marah 8 Menit Saja Bisa Tingkatkan Peluang Serangan Jantung

Efek akut marah-marah pada kerja pembunuh darah, yang mungkin menambah peluang serangan jantung dan stroke.


Tahan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Setelah 2 Kali Mangkir, Penyidik KPK Sempat Cek ke Rumah Sakit

1 jam lalu

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2024. KPK resmi menahan Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemotongan insentif ASN di lingkungan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo. TEMPO/Imam Sukamto
Tahan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Setelah 2 Kali Mangkir, Penyidik KPK Sempat Cek ke Rumah Sakit

KPK akhirnya menahan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor setelah dua kali mangkir dari pemeriksaan. Tidak dilakukan jemput paksa.


Lee Do Hyun Sebut Nama Lim Ji Yeon di Pidato Baeksang, Netizen Heboh

1 jam lalu

Pengumuman Lee Do Hyun sebagai aktor terbaik di Baeksang Arts Awards.  Foto: Instagram.
Lee Do Hyun Sebut Nama Lim Ji Yeon di Pidato Baeksang, Netizen Heboh

Pidato pendek yang dibacakan Lee Do Hyun langsung mendapat respons dari banyak pihak yang dinilai menunjukkan bucin ugal-ugalan ke Lim Ji Yeon.


Pemkot Surabaya Rayakan HJKS ke-731

2 jam lalu

Pemkot Surabaya Rayakan HJKS ke-731

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 pada 31 Mei 2024, dengan tema 'Satukan Tekad Surabaya Hebat'.


61 Kepala Daerah Jadi Tersangka Korupsi pada 2021-2023, ICW: Lingkaran Setan Sejak Awal

2 jam lalu

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menaiki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2024. KPK resmi menahan Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemotongan insentif ASN di lingkungan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo. TEMPO/Imam Sukamto
61 Kepala Daerah Jadi Tersangka Korupsi pada 2021-2023, ICW: Lingkaran Setan Sejak Awal

Peneliti ICW mengatakan mayoritas modus korupsi itu berkaitan dengan suap-menyuap dan penyalahgunaan anggaran belanja daerah.


Film KHD tentang Ki Hadjar Dewantara Baru Tayang 2026 Mendatang, Ini Alasan Gina S. Noer

2 jam lalu

Maudy Ayunda dan Gina S. Noer saat media gathering pengumuman akan menggarap film KHD Ki Hadjar Dewantara. Foto: TEMPO| Yuni Rohmawati.
Film KHD tentang Ki Hadjar Dewantara Baru Tayang 2026 Mendatang, Ini Alasan Gina S. Noer

Gina juga mengatakan, film biopik yang ia garap memang cenderung lama, termasuk film KHD ini.


Pembunuhan Pengusaha Kerajinan Tembaga di Boyolali, Korban dan Pelaku Terlibat Hubungan Sesama Jenis

2 jam lalu

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi (lima dari kiri) sedang menginterogasi Irwan (mengenakan baju tahanan), pelaku pembunuhan terhadap BH, seorang pengusaha kerajinan tambang di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 7 Mei 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Pembunuhan Pengusaha Kerajinan Tembaga di Boyolali, Korban dan Pelaku Terlibat Hubungan Sesama Jenis

Irwan, tersangka pembunuhan pengusaha kerajinan tembaga di Boyolali terlibat hubungan sesama jenis. Irwan murka karena tak dituruti minta Rp 500 ribu.


Saldi Isra Minta KPU Tandai Kantor Hukum yang Sering Ajukan Renvoi Alat Bukti

2 jam lalu

Hakim Suhartoyo (kanan) dan Saldi Isra (kiri) berbincang saat menjalani Sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin, 22 April 2024. Tiga hakim konstitusi: Saldi Isra, Enny Nurbaningsih, dan Arief Hidayat menjadi hakim yang memiliki pendapat berbeda atau dissenting opinion. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Saldi Isra Minta KPU Tandai Kantor Hukum yang Sering Ajukan Renvoi Alat Bukti

Saldi meminta kepada komisioner KPU, Mochammad Afifuddin, untuk menandai kantor masing-masing kuasa hukum karena seringnya mengajukan renvoi.


Ciri Pasangan Suka Mengontrol, Bikin Anda Tak Berdaya dan Kehilangan Harga Diri

2 jam lalu

Ilustrasi salah satu pasangan meminta maaf. shutterstock.com
Ciri Pasangan Suka Mengontrol, Bikin Anda Tak Berdaya dan Kehilangan Harga Diri

Pasangan gemar mengontrol. Anda dibuat tak berdaya dan hanya bisa menuruti kemauannya karena takut berpisah, ditinggalkan atau diusir dari rumah.