Ayah Kena HIV, Anak Ditolak Sekolah di Don Bosco  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang aktivis mengenakan kostum kondom untuk mengkampanyekan pemakaian kondom untuk menghindari penularan HIV/AIDS di Seoul, Korea Selatan, (30/11). AP Photo/ Lee Jin-man

    Seorang aktivis mengenakan kostum kondom untuk mengkampanyekan pemakaian kondom untuk menghindari penularan HIV/AIDS di Seoul, Korea Selatan, (30/11). AP Photo/ Lee Jin-man

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Hari AIDS Sedunia baru diperingati pada 1 Desember kemarin. Namun kenyataannya diskriminasi terhadap orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) masih banyak terjadi. Seorang anak bahkan ditolak masuk sekolah karena ayahnya terinfeksi HIV.

    Peristiwa itu terjadi di Sekolah Dasar Don Bosco 1 Kelapa Gading. Sekolah menolak calon siswanya karena diketahui sang ayah mengidap HIV/AIDS. Dia adalah Flora (bukan nama sebenarnya), putri Fajar Jasmin Sugandhi, seorang penulis yang juga positif ODHA (orang dengan HIV/AIDS).

    Menurut Fajar, anaknya sudah mengikuti seleksi dan sempat diterima di SD Don Bosco 1 Kelapa Gading sejak medio November lalu. "Kemarin penerimaannya dibatalkan melalui pesan pendek," ujar aktivis ODHA itu, Jumat 2 Desember 2011.

    Pesan pendek tersebut dikirim melalui telepon seluler Kepala SD Don Bosco 1 Kelapa Gading Hartanto, Kamis lalu. Merasa mendapat perlakuan diskriminatif, Fajar dan istrinya, Leonnie F. Merinsca, kemarin meminta penjelasan langsung dari Yayasan Panca Dharma yang menaungi sekolah tersebut.

    Don Bosco, yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan Don Bosco Paul Yoso Pandoyo, dan dua anggota stafnya, menyatakan Flora harus menyerahkan hasil tes yang menyatakan dirinya negatif HIV untuk dapat masuk ke sekolah itu. "Ini diskriminatif karena anak-anak lain tidak dimintai keterangan kesehatan seperti itu," kata Leonnie, ibunda Flora.

    Kecewa diperlakukan seperti itu, Leonnie menuntut SD Don Bosco meminta maaf melalui media massa selama dua hari. "Bila tidak, akan kami pertimbangkan untuk menempuh jalur hukum," ujar ibu tiga anak ini. Leonnie juga akan mencarikan sekolah lain untuk Flora dan kakaknya.

    Kepala Bidang Pendidikan Don Bosco Paul Yosopandoyo membantah tudingan telah mendiskriminasi Flora. "Masalahnya, ketika kami meminta surat keterangan kesehatan dari anak ini, orang tuanya menganggap permintaan itu adalah penghinaan," katanya.

    Paul juga menyesalkan penolakan yang dikirim melalui pesan pendek. "Kami mengakui kami salah, sanksi juga akan kami jatuhkan," ujarnya. Paul juga mengaku telah meminta maaf secara langsung kepada keluarga Fajar dan kepada media. "Pak Fajar, saya minta maaf," ucap Paul di hadapan wartawan cetak dan elektronik.

    l PINGIT ARIA | AMANDRA MUSTIKA MEGARANI | ENI SAENI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.