Pemkot Jakarta Barat Siapkan Tiga Unit Pompa Air Berjalan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas sedang melakukan pemeriksaan mesin pompa penyedot air banjir di Monas, Jakarta, (3/11). Mesin-mesin tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi banjir di beberapa kawasan di Jakarta. TEMPO/Subekti.

    Petugas sedang melakukan pemeriksaan mesin pompa penyedot air banjir di Monas, Jakarta, (3/11). Mesin-mesin tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi banjir di beberapa kawasan di Jakarta. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat menyiapkan tiga unit pompa air berjalan (mobile) sebagai langkah untuk mengantisipasi banjir. Menurut Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat Heryanto, pompa air tersebut untuk mencapai wilayah yang sulit dijangkau, seperti daerah-daerah padat. "Banjir yang tidak teratasi oleh rumah pompa bisa diatasi dengan pompa air berjalan," kata Heryanto di Waduk Tomang, Jakarta Barat, Kamis, 5 Januari 2012.

    Heryanto menambahkan, pengadaan tiga unit pompa berjalan tersebut untuk melengkapi 24 rumah pompa yang sudah tersebar di delapan kecamatan di Jakarta Barat. Ia menambahkan, pompa air berjalan baru dimiliki oleh wilayah Jakarta Barat saja. Tiga unit pompa ini, lanjutnya, memakan dana sebesar Rp 750 juta.

    Lebih lanjut, pompa air yang terpasang dengan truk diesel tersebut mampu menyedot air sebanyak 100 liter/detik. "Nantinya akan ada tiga petugas yang mengoperasikan pompa tersebut," ujar Heryanto.

    Pihaknya menyediakan sambungan telepon langsung untuk layanan pompa air berjalan. "Jika warga mengetahui ada wilayah yang banjir, bisa menghubungi nomor 081318044444," kata Heryanto.

    Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin menyatakan sudah siap menghadapi banjir tahunan yang kerap melanda wilayahnya. "Saat ini kami sudah memasuki siaga empat," katanya.

    Menurut dia, semua perangkat pemerintahan dalam posisi siaga. Semua petugas sudah bersiap dan tahu harus bergerak kemana jika banjir tiba. "Dapur umum dan tempat pengungsian pun sudah siap karena kami juga sudah melakukan simulasi sebelumnya," tandas Burhanuddin.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.