Kecepatan Xenia 'Maut' Diduga di Atas 70 Km/Jam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengemudi Xenia ditahan polisi setelah menabrak 12 orang dan menewaskan 9 orang di Jalan M Ridwan, dekat Patung Tani, Jakarta Pusat, Minggu 22 Januari 2012. (Dok Tempo)

    Seorang pengemudi Xenia ditahan polisi setelah menabrak 12 orang dan menewaskan 9 orang di Jalan M Ridwan, dekat Patung Tani, Jakarta Pusat, Minggu 22 Januari 2012. (Dok Tempo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menduga Afriani Susanti, pengemudi mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI yang mengalami tabrakan maut di Jalan Ridwan Rais Gambir, Jakarta Pusat, Minggu, 22 Januari 2012 itu menyetir dengan kecepatan di atas 70 kilometer/jam. Akibatnya, mobil hilang konsentrasi dan oleng. "Saat menyetir, pengemudi tidak memiliki SIM dan STNK," kata Kepala Subdirektorat Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Sudarmanto, di Jakarta, Minggu, 22 Januari 2012.

    Menurut Sudarmanto, Afriani melebihi batas maksimum kecepatan di daerah itu. Jadi, sangat masuk akal bila pengemudi hilang konsentrasi dan tak bisa mengendalikan kendaraan saat oleng.

    Akibatnya, Afriani menabrak pejalan kaki yang berada di trotoar dan halte, kemudian baru berhenti setelah memasuki halaman kantor Kementerian Perdagangan. "Menghantam beberapa pejalan kaki, halte busway, pembatas besi, beton, dan masuk ke halaman Kementerian Perdagangan" ujarnya.

    Hasil penyidikan sementara, menurut Sudarmanto, ditemukan indikasi Afriani tidak mengantongi SIM dan STNK. Penyidik akan mendalami keterangan Afriani yang mengaku tidak membawa dokumen kendaraan karena sedang diperpanjang. Polisi juga akan memeriksa kelengkapan  surat kendaraan Afriani melalui Subdirektorat Registrasi dan Identifikasi Ditlantas Polda Metro Jaya.

    Afriani dianggap melanggar sejumlah ketentuan hukum, yaitu UU Nomor 22 Tahun 2009 soal Lalulintas dan Angkutan Darat Pasal 283 UU tentang mengemudikan kendaraan bermotor secara tidak wajar atau terganggu konsentrasinya.

    Lalu Pasal 287 ayat 5 tentang pelanggaran aturan batas kecepatan tertinggi atau terendah dalam berkendara.  Terakhir Pasal 310 ayat 1-4 mengenai orang atau kendaraan yang mengakibatkan kecelakaan atau kerusakan, mulai dari luka ringan hingga meninggal dunia.  Ancamannya, enam tahun penjara.

    WDA | ELLISA HAMZAH | ANT

    Berita Terpopuler Lainnya:
    Video Tabrakan Maut Xenia Beredar di Internet
    Setelah Dites, Rem Xenia 'Maut" Berfungsi Baik 
    Xenia Penabrak 12 Orang Dikemudikan Perempuan
    Kecelakaan Maut, Sopir Xenia Masih Shock
    Saat Kejadian Pengemudi Tak Bunyikan Klakson
    Ini Kronologi Kecelakaan Maut Xenia
    Ini Nama Korban Tewas Kecelakaan Maut Xenia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.