Sopir Bus Karunia Bakti Dibidik dengan Pasal Pembunuhan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengevakuasi Bus Karunia Bakti yang menyeruduk warung makan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, (11/2). Sedikitnya 14 orang tewas dan 42 lainnya luka dalam peristiwa tabrakan tersebut. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Petugas mengevakuasi Bus Karunia Bakti yang menyeruduk warung makan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, (11/2). Sedikitnya 14 orang tewas dan 42 lainnya luka dalam peristiwa tabrakan tersebut. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO , BOGOR:– Polisi membidik Lukman Iskandar, 43 tahun, sopir bus Karunia Bakti, dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pembunuhan. Alasannya, Lukman telah melakukan kesalahan yang mengakibatkan belasan orang meninggal. "Masih kami dalami karena butuh bukti kuat untuk mengarah ke sana,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Ajun Komisaris Syarif Zainal Abidin, Selasa 14 Februari 2012.

    Bus Karunia Bakti rute Garut-Jakarta mengalami kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, 10 Februari 2012. Bus bernomor polisi Z-1795-DA ini menabrak 1 mobil Avanza, 2 mobil angkutan kota, 1 minibus, 4 sepeda motor, dan kedai bakso, sebelum akhirnya menerobos ke pekarangan vila dan tersangkut di tebing. Jumlah korban tewas 14 orang, dan luka-luka 64 orang.

    Polisi menetapkan Lukman, sopir bus, sebagai tersangka. Dia ditahan dan dijerat
    dengan Pasal 310 dan 311 UU Nomor 22 Tahun 2009. Dengan undang-undang ini Lukman diancam hukuman 12 tahun penjara. Namun, karena banyaknya jumlah korban, polisi berencana juga menjerat Lukman dengan pasal pembunuhan.

    Saat diperiksa, Lukman mengaku tidak bisa mengendalikan bus karena remnya blong. Untuk membuktikan keterangan itu, polisi masih mencari bukti-bukti. Direktur Operasional Perusahaan Otomotif Karunia Bakti, Wahyo Sunaryo, juga sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. "Tersangka saat ini menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dan kejiwaan di RS Polri Kramat Jati," kata Syarif.

    Wahyo mengklaim, bus yang dikemudikan Lukman dalam kondisi baik dan layak jalan. Ini dibuktikan dengan hasil uji kelayakan (KIR) yang dilakukan pada 24 Januari 2012. Petugas menyatakan bus layak jalan. "Saya enggak habis pikir kenapa bisa terjadi kecelakaan gara-gara rem blong," kata Wahyu setelah memberikan keterangan kepada polisi.

    Manajemen, kata Wahyo, menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada polisi. Dia juga berharap hasil penyelidikan bisa memberi kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan.

    ARIHTA U SURBAKTI

    Berita Terkait
    Berkas Pemeriksaan Sopir Xenia Maut Rampung

    Kecelakaan Bus di Ngawi, Empat Orang Tewas

    Kecelakaan Bus di Ngawi, 3 Tewas

    Tabrakan Maut Akibat Sopir Bus Kurang Cakap Nyetir

    Izin Dicabut, Bus Karunia Bakti Tetap Beroperasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.