PPD: Komunikasi Salah antara Busway dan Sopir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) di Terminal Bekasi, Jawa Barat. Dok. Dinas Perhubungan DKI Jakarta

    Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) di Terminal Bekasi, Jawa Barat. Dok. Dinas Perhubungan DKI Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pihak PPD mengatakan bus feeder Transjakarta terlambat beroperasi hari ini karena faktor komunikasi yang salah dengan sopir. "Mereka kira operasi sama dengan bus AC 17 jurusan Bekasi-Dukuh Atas," kata Pande Putu Yasa, Sekretaris Perusahaan Bus PPD, operator bus feeder, Ahad 1 April 2012.

    Setiap Minggu pagi bus tersebut sepi penumpang. "Minggu pagi sama sekali enggak ada penumpang," ucap dia. Kondisi itu membuat sopir mengira bus tidak jalan. "Agak susah panggil sopir mendadak," ujarnya.

    Namun, ia menjanjikan Senin besok seluruh armada bus feeder Pulo Gadung-Bekasi sebanyak 15 bus akan beroperasi penuh. "Sudah kami siapkan dari hari ini," kata dia.

    Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, menyatakan bus feeder Transjakarta atau Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) baru akan beroperasi penuh sekitar dua pekan lagi. "Kira-kira dua minggu lagi semuanya 15 bus jalan," katanya hari ini.

    Udar menyebut butuh waktu agar 15 armada bus feeder berjalan secara keseluruhan. Ia mengakui sejak peluncuran bus secara resmi tanggal 28 Maret lalu operasi bus feeder memang baru lima armada per hari. "Karena situasi gonjang-ganjing," ucap dia mengacu pada demonstrasi sopir minibus dan unjuk rasa antikenaikan harga bahan bakar minyak.

    ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.