Eyang Subur Minta Perlindungan Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengakuan Adi terhadap Eyang Subur pada sejumlah media itu dibantah keras oleh sejumlah artis seperti Tessy, Nurbuat, Rohana, Unang dan Memed. Tessy menyatakan bahwa Eyang bukanlah penyebar aliran sesat. Dok.TEMPO/Donny Metri

    Pengakuan Adi terhadap Eyang Subur pada sejumlah media itu dibantah keras oleh sejumlah artis seperti Tessy, Nurbuat, Rohana, Unang dan Memed. Tessy menyatakan bahwa Eyang bukanlah penyebar aliran sesat. Dok.TEMPO/Donny Metri

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara guru spiritual Eyang Subur, Ramdan Alamsyah, siang ini akan mendatangi Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. Ia akan mengadu terkait kasus yang menjerat kliennya dari tudingan artis Adi Bing Slamet. "Kami minta perlindungan hukum," ujarnya kala dihubungi, Rabu, 27 Maret 2013. Ia mengatakan tudingan Adi berpotensi mengadu domba antara ormas dengan kliennya.

    Adi, misalnya, telah mengadukan Subur ke Front Pembela Islam beberapa waktu lalu. Juru bicara FPI Salim Assegaf sampai dua kali mendatangi rumah Subur di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tak hanya membawa rombongan massa, Salim pun menggenapi pasukannya dengan membawa Ketua RT, Ketua RW, Komandan Rayon Militer, dan Kapolsek setempat.

    Namun, ketika dikonfirmasi, Salim membantah adanya intimidasi dalam pertemuan itu. "Kami hanya pastikan, benar tidak ia sesat seperti yang dituduhkan," ujarnya.

    Dari hasil investigasinya, Salim sementara menyimpulkan tak ada yang salah dalam gerak-gerik Subur. Namun, pengamatannya belumlah usai. "Kami masih taruh orang di sana," kata dia.

    Hingga saat ini, Ramdan belum terlihat di Gedung Bareskrim Mabes Polri.

    M. ANDI PERDANA

    Berita terkait:
    Adi Bing Slamet Terus `Serang` Eyang Subur
    Profil Eyang Subur: Penjahit Jadi Kolektor Kristal
    Eyang Subur, Adi Bing Slamet, dan Warga Banten


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.