BNN: Novi Amilia Positif Gunakan Sabu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novi Amalia. Tempo/Aditia Noviansyah

    Novi Amalia. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Samarinda - Kepala Badan Narkotika Nasional, BNN Komjen Anang Iskandar mengatakan model syur Novi Amilia positif konsumsi narkoba jenis sabu. Hasil itu diketahui hasil tes urine yang dilakukan, Selasa kemarin. "Positif..positif ..ya positif," kata Anang Iskandar kepada wartawan di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu, 3 Juli 2013.

    Anang Iskandar ke Samarinda dalam kerja kumjungan kerja ke Badan Narkotika Provinsi Kalimantan Timur di Karang Paci Samarinda. Anang tiba sekitar pukul 13.30 WITA setelah dari Kota Balikpapan.

    BNN terpaksa membawa model majalah dewasa itu ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur. Novi Amilia diketahui kembali berulah dengan reaksi mengamuk dan memberontak. Menurut Anang, mengkonsumsi sabu bisa merusak kejiwaan seseorang yang mengakibatkan stimulan susunan saraf otak terganggu. "Tak hanya Novi semua pengguna narkoba sabu begitu, mereka bisa depresi," kata Anang.

    BNN, kata dia, merupakan badan negara yang bertugas memulihkan semua pengguna narkoba tak terkecuali Novi Amilia. Pemulihan, menurut dia, perlu dilakukan agar mereka bisa kembali ke masyarakat secara normal. "Intinya pengguna narkoba harus mendapatkan rehabilitasi," kata dia.

    Novi Amilia (25) saat ini masih berstatus terdakwa dalam kasus kecelakaan lalu lintas. Pekaranya disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Selasa 2 Juli 2013 kemarin sidang Novi ditunda dengan alasan model cantik asal Medan itu masih dirawat di RSKO, Cibubur.

    FIRMAN HIDAYAT


    Topik Terhangat:

    Tarif Progresif KRL
    | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak? | Puncak HUT Jakarta

    Berita Terpopuler:
    Wartawati Korban Pemerkosaan Mulai Terbuka ke Polisi

    PAN Tolak RUU Ormas, 'Pecat Besan!' 

    Rumah Banyak, Satu yang Jadi Favorit Djoko Susilo

    Agnes Monica Bantah Ubah Nama Jadi 'Montana' 

    Suswono: Bodohnya Pengusaha Bisa Dibohongi AF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.