Cari Ahok, Pendukung Lulung Geruduk Balai Kota  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Massa dari 12 elemen organisasi masyarakat pembela Haji Lulung sekitar pukul 14.30 WIB mendatangi Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, untuk meminta bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

    "Kami tersinggung, keberatan sikap Ahok mencaci maki seorang pejabat," ucap Muhidin Muchtar, koordinator lapangan Aksi Gabungan Pembela Haji Lulung, di Balai Kota Jakarta, Senin, 29 Juli 2013.

    Muhidin menuding Ahok merupakan wakil gubernur paling bodoh. Sebab, menurut dia, Ahok pernah melontarkan ucapan meminta Menteri Dalam Negeri memecat Haji Lulung Lunggana sebagai anggota DPRD Jakarta. "Ahok itu wagub bodoh, di koran ngomong berani banget, di sini dia ngumpet," kata Muhidin.

    Sebelumnya diberitakan, Ahok menyebut Lulung Lunggana sebagai anggota DPRD DKI Jakarta tak mengerti peraturan daerah. Ahok kemudian mengatakan, dengan begitu, keanggotaannya sudah gugur sebagai anggota Dewan.

    Muhidin menuturkan kedatangan rombongannya ke Balai Kota untuk mengkritik gaya kepemimpinan Ahok yang terkesan arogan. Untuk itu, pihaknya mengancam akan terus bertahan di Balai Kota bahkan hingga waktu sahur jika Joko Widodo ataupun Ahok tidak menemui mereka. "Kita keberatan cara Ahok memimpin Betawi," ujarnya.

    Setelah meyakinkan petugas, akhirnya 12 perwakilan diizinkan masuk untuk kemudian diterima Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadisantoso di ruangan lantai 1 Balai Kota. Namun perwakilan massa tersebut tidak terima dan keukeuh untuk bertemu Ahok ataupun Jokowi. "Kita paham hukum, kita enggak akan anarkistis. Tunjukkan Ahok, kalau dia gentle," ucap mereka bersahutan.

    Sekitar pukul 15.30 WIB, perwakilan tersebut naik ke lantai 2 ruangan Ahok, dan akhirnya Ahok hanya berkenan bertemu lima orang dari perwakilan tersebut.

    Mereka menuntuk Ahok untuk meminta maaf kepada Haji Lulung. "Ahok harus meminta maaf secara terbuka kepada Haji Lulung dan warga Jakarta secara terbuka," ucap Muhidin. Hingga saat ini, mereka masih di ruangan Ahok. Sedangkan sisa massa masih berorasi di depan Balai Kota.

    LINDA TRIANITA

    Baca Juga:
    Asal Mula Munculnya Metromini

    Peluru Nyasar Kenai Korban Lagi

    Rute MRT versi Warga Fatmawati

    50 Bus Metromini AC Siap Integrasi Transjakarta

    Begini Kisruh Pengurus Metromini

    KRL Menumpuk, Penumpang Marah-marah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.