Lurah Susan Akan Didemo Warga Lenteng Agung Besok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lurah Susan Jasmine Zulkifli yang ditemui saat bekerja di ruangannya, Jakarta  (26/8). Lurah yang baru dilantik bulan Juli lalu dinilai rajin bekerja. Ia sering blusukan dan masuk kerja pada hari Sabtu-Minggu. Tempo/Aditia Noviansyah

    Lurah Susan Jasmine Zulkifli yang ditemui saat bekerja di ruangannya, Jakarta (26/8). Lurah yang baru dilantik bulan Juli lalu dinilai rajin bekerja. Ia sering blusukan dan masuk kerja pada hari Sabtu-Minggu. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 300 warga Lenteng Agung berencana melakukan aksi unjuk rasa menolak Lurah Susan Jasmine Zulkifli pada Rabu, 28 Agustus 2013. Warga berdalih adanya pemimpin non-muslim di wilayah yang penduduknya mayoritas muslim adalah sesuatu yang tidak etis.

    "Lurah jadi tidak dapat hadir di acara keagamaan. Padahal di sini sering sekali ada acara keagamaan," ujar Mochamad Rusli, salah satu warga penolak Lurah Susan, kepada Tempo, Selasa, 27 Agustus 2013. Rusli mencontohkan kegiatan tarawih keliling yang biasanya diprakarsai Lurah Lenteng Agung dan diadakan selama Ramadan. "Bulan (puasa) lalu tidak ada," ujarnya.

    Undangan aksi demonstrasi kini sudah disebarkan dari mulut ke mulut. Rusli mengklaim undangan juga disebarkan lewat pengajian yang dilakukan di masjid dan musala. "Kami harap, lebih banyak yang datang, lebih baik," ujarnya.

    Rusli menyebutkan pendukung aksi unjuk rasa besok adalah Haji Sardiman, tokoh agama dari RT 13 RW 02 Kelurahan Lenteng Agung. Namun, saat dikonfirmasi Tempo, Sardiman membantah. Ia malah mengatakan mendukung Lurah Susan selama kinerjanya tidak bermasalah.

    Beberapa pengurus masjid di sekitar wilayah Lenteng Agung sudah mendengar kabar aksi yang akan digelar esok hari itu. Pengurus Masjid Al-Amin, Aqli, 34 tahun, menyatakan diajak untuk berdemonstrasi esok hari. Namun ia belum memutuskan akan ikut atau tidak. "Masih dipikir-pikir dulu, lebih banyak manfaatnya atau mudaratnya," ujar dia.

    Sekretaris Kelurahan, Adhi Suryo, berharap warga tak memperpanjang masalah ini.
    "Bukan maunya Lurah juga ditempatkan di sini, ini tugas," ujarnya.

    Lagi pula ia mengatakan masalah ini sudah selesai. Seminggu setelah dilantik, pihak kelurahan mengundang tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membahas hal ini. "Di situ sudah selesai, mayoritas warga menerima," ujarnya. Orang-orang yang akan beraksi damai esok hari disebut sebagai warga minoritas yang tak terima dengan hasil pembahasan tersebut.

    Lurah Susan masih menolak berkomentar soal rencana aksi damai ini. "Saya no comment kalau masalah ini," ujarnya.

    M. ANDI PERDANA


    Topik Terhangat:

    Rupiah Loyo
    | Konser Metallica | Suap SKK Migas | Konvensi Partai Demokrat | Pilkada Jatim

    Berita Terpopuler:
    Konvoi Jeep Mewah FPI Menuai Kritik di Twitter

    Lurah Susan : Saya Hanya Menjalankan SK Gubernur

    15 Menit Sebelum Menhan AS Tiba, Merah Putih Jatuh

    Pelat Jeep B 1 LPI Rizieq Tercatat di Polisi

    Roy Suryo: Foto Instagram Ani SBY Asli


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.