`Penganiaya Janda Penjual Kopi Bukan Pro Hercules`

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Tim Buru preman membawa satu orang yang diduga kelompok Hercules Rosario Marshal saat melakukan penggeledahan perkampungan Mangga Ubi, Kapuk, Jakarta, (15/9). Penggeladahan ini untuk mencari tersangka penganiayaan seorang wanita penjual kopi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas Tim Buru preman membawa satu orang yang diduga kelompok Hercules Rosario Marshal saat melakukan penggeledahan perkampungan Mangga Ubi, Kapuk, Jakarta, (15/9). Penggeladahan ini untuk mencari tersangka penganiayaan seorang wanita penjual kopi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta:Pengacara Hercules Rozario Marshal, 45 tahun, Boyamin Saiman membantah 20 preman yang ditangkap polisi adalah kelompok kliennya. "Kelompok tersebut sebagian besar berasal dari Flores dan Kupang yang diduga pimpinannya bernama Yorim," ucap Boyamin kepada Tempo lewat BBM pada Senin, 16 September 2013.

    Boyamin menganggap upaya mengaitkan para preman itu dengan Hercules sebagai bentuk pembunuhan karakter. "Padahal Hercules sudah berniat dan bertindak untuk tidak lagi melanggar hukum."

    Sejumlah preman yang terlibat dalam kasus penganiayaan janda penjual kopi mengaku kenal dengan Hercules. Setiap kali Hercules membuat acara, mereka kerap ikut karena satu rumpun. Dan, salah satu dari mereka berkata,"sejak tak ada Hercules, kami mencari makan sendiri-sendiri."

    Boyamin mengatakan satu dari para tersangka ditembak kakinya. Sebanyak 19 orang lainnya ditangkap dan diidentifikasi polisi sebagai kelompok Hercules. Padahal mereka tidak terkait dan tidak mengetahui penyekapan dan penganiayaan tersebut. Sebanyak 19 orang tersebut sekedar ditangkap lantaran dianggap preman. "Sehingga polisi terkesan berlebihan dan arogan."

    Hercules, lanjut Boyamin, tidak pernah melakukan praktek premanisme. Indikasinya, Hercules mendirikan perusahaan jasa pengamanan berbentuk Perseroan Terbatas dan mendirikan ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu. "Maka segala tindakan Hercules dan kelompoknya pasti berdasarkan hukum."

    Selain itu, sejak peristiwa penahanan Hercules oleh Kepolisian, lelaki kelahiran Timor Leste itu telah memerintahkan kepada seluruh anak buah untuk tidak bertindak melawan hukum. "Cooling down selalu ditekankan kepada anak buah yang membesuk di tahanan Polda DKI," katanya. Peredaman emosi ini sangat dibutuhkan agar tidak menambah beban proses hukum yang sedang dijalani Hercules.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Berita Terpopuler:
    Munzir Almusawa Ramal Dirinya Meninggal di Usia 40
    Gara-gara Ngobrol, Perwira Ini Diusir Kapolri
    Halo, Saya Bunda Putri
    Tiga Penyebab Organ Intim Penjual Kopi Dirusak
    Selenggarakan Miss World, Hary Tanoe Merugi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H