Tengah Malam Nanti, Jokowi Menyusuri Casablanca  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengenakan helm dan pakaian proyek saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan lima pasar rakyat di pasar Manggis, Jakarta (6/11). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengenakan helm dan pakaian proyek saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan lima pasar rakyat di pasar Manggis, Jakarta (6/11). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan bakal mengecek penyelesaian proyek jalan layang nontol (JLNT) Tanah Abang-Kampung Melayu, malam ini. Dia bakal ke lokasi proyek di kawasan Casablanca, Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10 atau 11 malam.

    "Nanti malam datang jam 10, jam 11, saya ajak untuk melihat penutupan terakhir lubang sambungan jembatan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang, sehingga bisa dilewati," katanya usai menghadiri resepsi pernikahan di Masjid Baiturrahman, Komplek DPR-MPR, Senayan, Ahad, 24 November 2013. Jokowi menambahkan, dia datang malam hari karena pengerjaan JLNT itu memang pukul 10 malam hingga 5 subuh, agar tak memperparah kemacetan.

    Lalu, kapan uji coba JLNT itu? "Nanti malam dibuktikan rampung enggak rampung, baru mikir uji coba," Jokowi menjawab. Menurut dia, untuk uji coba, perlu melihat dulu kelengkapan listrik, rambu, lampu, dan sarana lainnya. "Itu mesti dikompliti. Iya kan? Semuanya kan belum dikompliti."

    Ditanya soal persentase efektivitas JLNT dalam mengurangi kemacetan, Jokowi pun mengaku belum tahu. "Enggak tau, enggak ngitung."

    Seperti diberitakan sebelumnya, JLNT Tanah Abang-Kampung Melayu mulai dikerjakan pada 2010 dan ditargetkan selesai pada 2012. Namun, hingga batas akhir belum rampung karena proyek mesti diaudit. Pengerjaan proyek jadi terhenti. April 2013, proyek ini dilanjutkan kembali dengan target selesai September. Tapi target lagi-lagi meleset.

    JLNT dikerjakan dalam beberapa paket. Paket Casablanca dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dan Wijaya Konstruksi, sementara paket Dr Satrio dilakukan oleh Adhi Karya. Sedangkan paket Mas Mansyur dikerjakan PT Istaka Karya dan PT Sumber Sari dengan subkontraktor PT Nindya Karya.

    ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.