Penembakan di Pondok Aren, Pelaku Naik Motor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi penembakan. haihoi.com

    ilustrasi penembakan. haihoi.com

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Penembakan yang terjadi di depan ruko mie Aceh, Podok Betung, Tangerang Selatan, terjadi pada sekitar pukul 20.00. Kejadian bermula dari pengendara mobil Terano, berpenumpang dua orang, yang hendak memesan mie Aceh. "Saya lihat sekilas doang kejadiannya. Satu orang turun dari mobil pesan dua mie Aceh. Habis pesan, dia balik lagi ke dalam mobil," ujar Sri, pemilik warung mie Aceh tersebut.

    Menurut Sri, dirinya tidak melihat begitu jelas pelaku penembakan karena posisi pelaku di tempat yang gelap. "Saya dengar dor, dor, dor gitu kayak suara petasan kedengarannya suara tembakannya banyak," katanya. "Lagian pas dengar begitu, saya langsung masuk kedalam, takut saya," ucap wanita berusia 40 tahun itu ke pada Tempo.

    Keterangan lain juga diungkapkan oleh Yitno, 17 tahun, pelayan di warung mie Aceh tersebut. Menurut dia, setelah pemilik mobil Terano memesan mie Aceh, tidak lama berselang, mobil Avanza dan dua orang berboncengan itu datang. "Yang mobil Avanza parkir di belakang mobil Terano, sedangkan motornya berhenti di sebelah mobil Teranonya persis," katanya.

    Setelah mobil Terano itu ditembaki oleh pengendara sepeda motor, kata Yitno, pengemudi Terano lalu bergegas pergi meninggalkan lokasi. "Nembaknya pas di kaca mobil yang depan sebelah kiri. Banyak pula suara tembakannya, terus nembaknya dari dekat."

    MUHAMMAD KURNIANTO


    Baca juga:
    Wah, Pengemis di Pancoran Dapat 25 Juta Dua Pekan 
    Ini Motif Walang, Si Pengemis Tajir
    Ahok Terima Sumbangan 30 Bus Transjakarta 
    Diperiksa 8 Jam, Bambang D.H. Ditetapkan Tersangka
    Jokowi Ngopi Bareng Tommy Soeharto
    Ada SBY, Tepuk Tangan Guru untuk Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.