Darman, Masinis Disiplin dan Juara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alm. Darman, masinis yang tewas dalam kecelakaan kereta Bintaro. Twitter.com/Humas Daops KAI

    Alm. Darman, masinis yang tewas dalam kecelakaan kereta Bintaro. Twitter.com/Humas Daops KAI

    TEMPO.CO, Jakarta - Darman Prasetyo, 25 tahun, masinis Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Tanah Abang-Serpong yang menabrak truk tangki berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium di perlintasan KRL Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dikenal sangat disiplin. Darman bertugas sebagai masinis sejak 2011 silam.

    "Dia dalam bertugas selalu sesuai dengan jadwal," kata Asisten Urusan Masinis atau Instruktur Masinis PT KAI Daop I, Nurjaman, di RS Polri Kramatjati, Senin, 9 Desember 2013.

    Menurut dia, Darman juga selalu memberikan informasi terakhir di perjalanan saat mengemudikan KRL. "Tapi tadi dia tidak memberikan informasi apa pun, mungkin kejadian tabrakannya cepat sekali," ujarnya.

    Sementara itu, Sandhi, yang juga sebagai masinis, mengaku bertemu Darman pada dua pekan lalu. "Saya ketemunya waktu lagi ngurus kuliah saja di STIE Tri Buana, Bekasi. Ketemu ngobrol biasa saja, tidak ada yang aneh," kata Sandhi yang merupakan sahabat dekat Darman.

    Menurut dia, Darman tidak pernah ambisius, tapi selalu mendapatkan peringkat terbaik menjadi masinis. "Dia pernah juara I pendidikan masinis untuk wilayah KRL. Dan kemarin baru saja dapat juara III dalam Diklat Sertifikasi," ujarnya. Klik untuk baca selengkapnya tentang kecelakaan kereta api Bintaro.

    AFRILIA SURYANIS


    Foto-foto Kecelakaan Kereta di Bintaro:

    Mengenang Kecelakaan KRL Bintaro, 26 Tahun Lalu
    KRL Terbakar dalam Kecelakaan di Perlintasan Bintaro
    Proses Pemadaman KRL Terbakar di Bintaro
    Beberapa Kecelakaan KRL dalam Sejarah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.