Kejahatan Seksual Pelajar Kian Mengkhawatirkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syuting film dewasa. Ilustrasi

    Syuting film dewasa. Ilustrasi

    TEMPO.CO, Jakarta--Kejahatan seksual yang dilakukan pelajar di lingkungan sekolah menunjukan kecenderungan yang meningkat. Komnas Perlindungan Anak menilai kecenderungan ini semakin mengkhawatirkan.

    Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan selama 2013, ada 1.446 kasus kejahatan seksual terhadap anak-anak. "Dari jumlah itu, 28 persen dilakukan peserta didik di lingkungan sekolah," kata Arist pada Tempo melalui sambungan telepon, Kamis, 12, Desember 2013. Dia menambahkan, sisanya sebanyak 72 persen, kejahatan seksual itu dilakukan orang dewasa atau lingkungan terdekat korban.

    Menurut Arist, persentase kejahatan seksual yang dilakukan peserta didik di lingkungan sekolah itu meningkat dibanding tahun 2012. Pada tahun lalu, jumlahnya sekitar 18-20 persen. "Kami galau dengan adanya peningkatan kejahatan seksual peserta didik di lingkungan sekolah," kata Arist.

    Dia menambahkan, data tersebut adalah data kejahatan seksual yang dilaporkan untuk lingkup Jabodetabek. Karena itu dia meyakini, kasus-kasus kejahatan seksual peserta didik di lingkungan sekolah juga marak dilakukan di kota-kota besar lainnya. Belum lagi adanya fenomena gunung es, yakni jumlah kasus sebenarnya yang tidak dilaporkan biasanya jauh lebih banyak dibanding yang dilaporkan.

    Arist menyatakan, pihaknya mengkhawatirkan kejahatan seksual pada anak-anak ini semakin meningkat pada 2014. "Tahun 2014 adalah tahun politik, perhatian orang tidak lagi berpikir bagaimana untuk melindungi anak-anak dari kejahatan seksual," kata dia.

    Seperti diberitakan, Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur mencokok tiga siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan Multimedia di Jakarta Timur. Ketiga siswa itu ditangkap karena memperkosa siswi kelas X berinisial NFR, 16 tahun, di ruang kelas sekolahnya. "Kemarin ketiganya telah ditangkap dan resmi ditahan," ujar Juru Bicara Polres Jakarta Timur, Komisaris Sri Bhayangkari, Kamis, 12 Desember 2013.

    Beberapa bulan sebelumnya, perilaku asusila pelajar di ruang kelas juga dilakukan pelajar SMP Negeri 4 Jakarta. Kasus ini sempat heboh karena perilaku asusila menyebar karena direkam teman-teman pelaku.

    AMIRULLAH


    Baca juga:

    Aneka Kisah Kepahlawanan Sofyan Hadi

    Misteri Rem di Tabrakan Kereta Bintaro

    Keluarga Sopir Truk Tragedi Bintaro Cemas

    Rusuh di Puncak, Penjaga Vila Siapkan Bom Molotov


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.