Dua Pengamen Ini Mengaku Korban Salah Tangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO.COJakarta - Hari ini, dua pengamen di Cipulir, Andro dan Nurdin, yang diduga membunuh Dicky Maulana menyampaikan nota keberatan atas tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum. Kuasa hukum keduanya, Johannes Gea dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, yakin pelaku tak bersalah.

    "Telah terjadi upaya kriminalisasi terhadap terdakwa," ujar Johannes, Kamis, 19 Desember 2013. Ia mengatakan hal tersebut sudah terbukti dan terungkap lewat keterangan saksi dan ahli selama sidang berlangsung. Andro dan Nurdin, menurut dia, hanya korban salah tangkap polisi.

    "Lewat pleidoi ini, kami meyakini terdakwa bukanlah pelaku pembunuhan," ujarnya. Ia berharap hakim memberikan keputusan sebijak mungkin dalam kasus ini. "Terdakwa masih yakin bahwa persidangan akan berpihak pada keadilan," ujarnya.

    Andro dan Nurdin menjalani sidang sejak dua bulan lalu. Keduanya ditangkap polisi pada hari terbunuhnya Dicky Maulana di Cipulir, Jakarta Selatan. Keduanya menyatakan tak bersalah dalam kasus ini. Ketika diciduk polisi, mereka mengaku diintimidasi dan dipaksa mengakui perbuatannya.

    Dalam agenda sidang pekan lalu, jaksa menuntut keduanya dihukum 13 tahun penjara. Johannes memprotes tuntutan yang dianggapnya tak memperhatikan fakta yang disajikan dalam persidangan itu.

    Minggu depan, sidang akan memasuki agenda pembacaan replik, disusul pembacaan duplik. Bila proses tersebut telah dilewati, dalam waktu tiga minggu ke depan, vonis hakim kepada keduanya sudah bisa keluar.

    M. ANDI PERDANA


    Topik Terhangat:
    Atut Tersangka | Mita Diran | Petaka Bintaro | Sea Games | Pelonco ITN


    Berita Terpopuler:
    Catatan Keuangan Yulianis Soal Aliran Duit ke Ibas  
    2014, Era Internet Diprediksi Bakal Runtuh  
    Setelah Atut, KPK Nyanyi 'Kapan-kapan' untuk Airin  
    Kisah Mencari Ratu Atut: Salam Dibalas Hardikan  
    Banding, Jenderal Djoko Susilo Diganjar 18 Tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.