Polisi Terus Usut Penembakan Halte Transjakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menunggu kedatangan bus Transjakarta di halte Cawang Otista, Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta, (5/8). Halte tersebut merupakan salah satu dari empat halte yang ditembaki orang tak dikenal pada Sabtu (4/8). ANTARA/Dian Dwi Saputra

    Sejumlah warga menunggu kedatangan bus Transjakarta di halte Cawang Otista, Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta, (5/8). Halte tersebut merupakan salah satu dari empat halte yang ditembaki orang tak dikenal pada Sabtu (4/8). ANTARA/Dian Dwi Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pihak kepolisian terus menyelidiki ihwal penembakan halte Trasnjakarta Raden Inten, Jakarta Timur, oleh orang yang tak dikenal.

    "Anatomy crime di beberapa TKP ada kemiripan. Tapi apakah itu pelakunya sama, kami belum menyimpulkan," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto, di kantornya, Senin, 30 Desember 2013.

    Ia mengatakan, pihaknya saat ini tengah mencari fakta baru di lapangan. "Mudah-mudahan bisa segera mengungkap pelakunya," kata dia.

    Di lain pihak, Wakapolres Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Abrar Tuntalanai mengatakan kesulitan mengungkap pelaku penembakan karena Closed Circuit Televison (CCTV) yang ada di halte tak berfungsi. "Jadi, kami tak bisa melihat pelakunya," ucap dia.

    Menurut dia, polisi telah meminta keterangan dari lima orang saksi. Mereka bekerja di halte Transjakarta. Selain itu, dari hasil olah TKP, pihaknya tak menemukan proyektil peluru.

    Halte TransJakarta Raden Inten, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Durensawit, Jakarta Timur, ditembak orang tak dikenal pada Selasa, 24 Desember 2013. Hendri Putra, pegawai TransJakarta, mengatakan pelaku penembakan menggunakan kendaraan roda empat. Sesaat melintas halte, mobil berjalan pelan lalu tembakan pun bunyi. "Saya tidak tahu persis jenis kendaraannya. Tapi warnanya hitam mirip Honda Jazz," ucapnya, Rabu, 25 Desember 2013. 

    Ia menuturkan, kejadian penembakan terjadi sekitar jam 10 malam. "Kondisinya lagi sepi dan petugas pun bersiap pulang karena sudah malam," ucapnya. Akibat penembakan, kaca berukuran 1x1,5 meter dekat pintu masuk bus pecah. 

    ERWAN HERMAWAN

    Berita Terpopuler
    Jokowi: Foto Bareng di Fatahilah Bayar Rp 5 Ribu
    Lukaku Bawa Everton Tekuk Southampton 2-1
    SBY dan Palmer Bahas Tuduhan 2 Jam di Istana Bogor
    Presiden Cina Antre di Kedai Bakpao


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.