Pintu Air Manggarai Siaga Dua Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Debit air di Bendungan Katulampa. TEMPO/Arihta U Surbakti

    Debit air di Bendungan Katulampa. TEMPO/Arihta U Surbakti

    TEMPO.CO, Jakarta - Awal tahun di Jakarta lagi-lagi diwarnai dengan banjir. Akibat hujan terus-menerus sepanjang akhir pekan kemarin, pagi ini, Senin, 13 Januari 2014, sejumlah wilayah DKI Jakarta tergenang air.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan tinggi muka air di Sungai Ciliwung bagian hulu dan tengah, yaitu di Katulampa dan Depok menurun, kini pada posisi siaga 4. Sedangkan Manggarai masih siaga 2 dan Karet berstatus siaga 1.

    Berikut adalah data ketinggian air di sejumlah pintu air yang dihimpun BNPB:

    Katulampa 60 cm/M (siaga 4);
    Depok 180 cm/M (siaga 4);
    Manggarai 910 cm/G (siaga 2);
    Karet 650 cm/G (siaga 1);
    Pesanggrahan 170 cm/M (siaga 4);
    Angke Hulu 290 cm/M (siaga 2);
    Cipinang Hulu 110 cm/G (siaga 4);
    Sunter Hulu 160 cm/M (siaga 3);
    Pulogadung 450 cm/M (siaga 4);
    Pasar Ikan 193 cm/H (siaga 3);
    Krukut Hulu 170 cm/M (siaga 3)

    Sutopo menambahkan, dari citra Multifunctional Transport Satellite (MTSAT), awan masih banyak terlihat di Jakarta dan Laut Jawa. Dengan demikian, menurutnya, "Hujan deras masih berpotensi di Jakarta."

    Seperti diberitakan sebelumnya, catatan BNPB hingga Senin, 13 Januari 2014 pukul 07.00 WIB, banjir telah menyebabkan 276 rukun tetangga (75 rukun warga) di 31 kelurahan (18 kecamatan)  terendam. Akibatnya, 5.152 warga Ibu Kota mengungsi.

    ATMI PERTIWI

    Baca juga:

    Hujan Bubarkan Beragam Kampanye Jokowi Nyapres
    Dukung Pencapresan Jokowi, Ratusan Waria Pawai

    Jika Jokowi Nyapres, Ini Cawapres Pilihan Waria

    Waria: Jokowi Patut Diperjuangkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.