Banjir Jakarta, Curah Hujan Mulai Normal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mengabadikan banjir di kawasan jalan Otista, Jakarta dari halte Transjakarta (22/1). Jalan Otista Raya kembali terendam banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Seorang warga mengabadikan banjir di kawasan jalan Otista, Jakarta dari halte Transjakarta (22/1). Jalan Otista Raya kembali terendam banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan kondisi cuaca di Jakarta dan sekitarnya berangsur-angsur normal. “Curah hujannya diprediksi 400 mililiter per bulan selama Januari-Februari 2014 ini,” ujar Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Ahmad Zakir, Senin, 27 Januari 2014. Menurut dia, curah hujan itu termasuk normal pada musim hujan seperti sekarang.

    Ahmad mengatakan penurunan curah hujan mulai terasa sejak dua hari terakhir. Jakarta dan sekitarnya sudah lebih banyak mendapatkan sorotan sinar matahari ketimbang guyuran air hujan. Meski begitu, dia menyatakan hujan lebat masih mungkin terjadi di sejumlah wilayah. “Hujan lebat kira-kira setengah jam, dan setelah itu tidak lebat lagi,” ujarnya.

    Sementara itu, konsentrasi pembentukan awan juga hanya terlihat di kawasan utara Ibu Kota. Hal itu membuat curah hujan di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribut diperkirakan akan lebih tinggi ketimbang wilayah lainnya. “Kalau Jakarta Utara, hujan lebat. Di Selatan dan Timur, hujannya bisa sedang atau ringan,” ujar dia.

    BMKG memprediksi musim hujan terjadi hingga Maret mendatang. Hanya saja, curah hujan yang akan terjadi semakin menurun. “Jadi hujannya mungkin tidak selebat kemarin-kemarin (saat banjir di Jakarta),” katanya.

    DIMAS SIREGAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.