Jokowi: Warga Kampung Pulo Mau Direlokasi, tapi ..  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas saat mengatur warga korban banjir yang menaiki perahu evakuasi Tim SAR Kostrad di Kampung Pulo, Jakarta (30/1). TEMPO/Subekti.

    Petugas saat mengatur warga korban banjir yang menaiki perahu evakuasi Tim SAR Kostrad di Kampung Pulo, Jakarta (30/1). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan persoalan rusun masih menjadi hambatan bagi proses relokasi warga Kampung Pulo. Rusun yang tersedia, kata dia, belum mampu menampung jumlah warga yang akan direlokasi.

    "Problemnya rusun kami tak siap," kata Jokowi di Balai Kota, Senin, 17 Februari 2014. Menurut dia, atas alasan itu lah pihaknya mengebut untuk membangun rusun-rusun baru di sekitar kawasan Kampung Pulo. "Karena mereka tak mau kalau dipindahkan ke Marunda atau Cengkareng," (baca: Alasan Warga Kampung Pulo Tolak Relokasi)

    Saat ini, kata Jokowi, pembangunan rusun di Jatinegara sudah mulai. "Akhir tahun kira-kira selesai," kata dia. Ditambah lagi, penambahan blok di Rusun Cipinang Besar Selatan terus dilakukan. "Pokoknya bangun terus bangun terus," ujarnya.

    Jokowi memastikan warga sudah bersedia direlokasi. "Kami sudah bolak-balik sosialisasi, mereka mau," kata dia. Lagi-lagi, hal tersebut belum dilakukan karena unit rusun yang masih kurang. "Ini yang sedang disiapkan. Kami tahu berkejar-kejaran dengan waktu," kata dia.

    Pemprov DKI Jakarta berencana merelokasi warga bantaran Kali Ciliwung, termasuk warga Kampung Pulo. Di lokasi tersebut akan dilakukan normalisasi kali. Menurut kelurahan setempat, ada 3.000 kepala keluarga dengan 10 ribu jiwa yang terdampak banjir dengan sekitar sepertiganya terkena normalisasi.

    NINIS CHAIRUNNISA
    Terpopuler :

    Demi Cucu, Bos Sritex Lukminto Ziarah Walisongo

    Rupiah Kembali Paling Perkasa Se-Asia 

    Kata BRI dan BNI Soal Utang Korban Kelud 

    Dampak Kelud, Bandara Juanda Rugi Rp 2,5 Milia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.