Pesan untuk Penyadap Jokowi: Peci dan Kacamata Hitam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Imam Yunni

    TEMPO/ Imam Yunni

    TEMPO.CO , Jakarta - Pelaksana Tugas Sementara Kepala Biro Daerah dan Kerjasama Luar Negeri, Heru Budi Hartono menyatakan, pemasang alat sadap di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di Jalan Taman Suropati, Jakarta tidak profesional.

    Heru juga gemas dengan aksi penyadapan terhadap Jokowi--sapaan akrab Joko Widodo. Saking gemasnya, Heru yang belajar spionase itu pun berpesan dalam bahasa sandi. "Saya mau ngasih kacamata dan peci hitam sama dia (orang yang menyadap)," kata Heru di Jakarta, Jumat 21 Februari 2014. (Baca: Menjelang Pemilu, Rumah Dinas Jokowi Disadap)

    Wali Kota Jakarta Utara itu juga mengaku sudah tahu pelaku aksi penyadapan. Jokowi pun sudah mengetahuinya. "Pak Jokowi sudah tahu," ujarnya.

    "Saya juga tahu orangnya," ucap Wali Kota Jakarta Utara itu. Namun saat ditanya apakah orang Indonesia atau luar negeri, ia diplomatis menjawabnya: "Saya tahu tapi saya tidak bisa ngasih tahu."

    Meski begitu, ia sempat berseloroh bahwa yang menyadap pihak intelijen. "Kalau orangnya itu lama berkecimpung di bidang itu (intelijen), kami sudah punya feeling. Namanya juga dunia intelijen."

    ERWAN HERMAWAN


    Berita terkait
    Alat Penyadap di Rumah Jokowi Sudah Jadul
    Siapa yang Menyadap Jokowi? 
    Sutiyoso: Penyadapan Jokowi Bisa Orang Dalam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.