Kasus Penganiayaan Pembantu, Istri Jenderal Tersangka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suami terduga kasus penyekapan dan penganiayaan Pembantu Rumah Tangga (PRT) Brigjen (Purn) Mangisi Situmorang (kiri) memberi penjelasan pada wartawan tentang berita penyekapan 17 PRT  di Bogor, Jabar, Sabtu (22/2). Brigjen (Purn) Mangisi Situmorang  membantah, isterinya  telah melakukan penyekapan dan penganiayaan PRT  dan siap dilakukan proses pemeriksaan oleh kepolisian Bogor untuk menuntaskan kasus  tersebut. ANTARA/Jafkhairi

    Suami terduga kasus penyekapan dan penganiayaan Pembantu Rumah Tangga (PRT) Brigjen (Purn) Mangisi Situmorang (kiri) memberi penjelasan pada wartawan tentang berita penyekapan 17 PRT di Bogor, Jabar, Sabtu (22/2). Brigjen (Purn) Mangisi Situmorang membantah, isterinya telah melakukan penyekapan dan penganiayaan PRT dan siap dilakukan proses pemeriksaan oleh kepolisian Bogor untuk menuntaskan kasus tersebut. ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Bogor - Kepolisian Resor Bogor Kota akhirnya menetapkan Mutiara, istri Brigadir Jendral Polisi (Purnawirawan) Mangisi Situmorang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan kekerasan terhadap anak dan tindak pidana perdagangan orang atas keberadaan belasan pembantu di rumahnya. "Nyonya M statusnya kami tingkatkan dari terlapor menjadi tersangka," kata Kepala Polres Bogor Kota Ajun Komisaris Besar Bahtiar Ujang Purnama, Selasa siang, 25 Februari 2014.

    Ia mengatakan penyidik menjerat tersangka dengan pasal berlapis, yakni Pasal 2 Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau Pasal 44 Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan atau Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak. "Masa hukuman masing-masing pasal itu bervariasi," kata dia. (Baca juga: 7 dari 16 Pembantu Istri Jenderal Masih di Bawah Umur)

    Menurut Bahtiar, setelah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik akan secepatnya melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap Mutiara. "Hingga saat ini yang ditetapkan sebagai tersangka hanya Nyonya M," Bahtiar melanjutkan.

    Peningkatan status dan penetapan sebagai tersangka tersebut dilakukan setelah Kepolisian Resor Bogor Kota melakukan gelar perkara bersama Mabes Polri. Juga hadir petugas dari Kepolisian Darah Jawa Barat. (Baca: Diduga Sekap 16 Pembantu, Istri Jenderal Masih Saksi)

    "Setelah ini penyidik akan terus melengkapi bukti-buki untuk pemberkasan, dan yang paling penting secepatnya kami akan melakukan panggilan kepada tersangka untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Kota Ajun Komisaris Condro Sasongko. (Lihat juga: Alasan Brigjen Mangisi Punya 16 Pembantu)

    M SIDIK PERMANA

    Terpopuler:
    Pengakuan Sutan Bhatoegana Soal Ibas di Kasus SKK Migas
    Catherine Wilson Akui Terima Mobil dari Wawan
    Begini Risma Berseloroh Soal Pertemuan dengan Mega


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.