Bakal Dituntut Panti Samuel, Ini Kata Komnas PA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa pengacara dari LBH Mawar Sharon memberikan keterangan kepada media saat mendampingi 10 anak korban penganiayaan dari Panti Asuhan The Samuel's Home untuk diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/2). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Beberapa pengacara dari LBH Mawar Sharon memberikan keterangan kepada media saat mendampingi 10 anak korban penganiayaan dari Panti Asuhan The Samuel's Home untuk diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/2). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan tak akan mundur mengawal kasus dugaan kekerasan terhadap anak-anak yang terjadi di Panti Asuhan Samuel, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten. "Kami tak gentar, akan terus mendukung pengusutan kasus ini," kata dia di kantornya, Jumat, 28 Februari 2014.

    Pengelola Panti Asuhan Samuel mengancam akan menggugat Komnas Perlindungan Anak karena tidak terima Arist yang mengevakuasi anak-anak. Pengelola panti Samuel menganggap tindakan Arist itu melangkahi wewenang polisi, sebab kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. "Silakan saja mereka melaporkan saya, yang penting anak-anak di panti itu sekarang selamat," ujarnya.

    Arist membawa 12 anak dari sebuah Panti Asuhan di Sektor 6, Blok GC, Gading Serpong, Banten pada Senin, 24 Februari 2014 lalu. Lalu pada Kamis malam, 27 Februari 2014, Arist kembali mengevakuasi dua bayi perempuan yang sedang sakit. Komnas menerima laporan dari warga sekitar panti yang melihat anak-anak panti Samuel mengamen.  (Baca: Panti Samuel Ditutup Sementara dan Anak-anak Panti Asuhan Samuel Dipindah ke Jakarta)

    PRAGA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.