Ahok: Blusukan ke Masyarakat Tiru Metode Yesus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, biasa disapa Ahok, menganalogikan perjuangan Yesus Kristus dengan kampanye politikus. Dia melihat pola kampanye para politikus saat ini mirip dengan apa yang dulu dilakukan Yesus ketika menyiarkan ajaran kebaikan.

    "Dulu Tuhan Yesus membagi-bagikan sembako dan menggelar pelayanan masyarakat untuk menggaet pengikut," kata Ahok di hadapan peserta seminar "Kepemimpinan Nasional dan Moralitas" di Katedral Mesias, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 April 2014. (Baca:Ahok Sudah Tidak Bisa Golput)

    Cara ini, menurut Ahok, banyak ditiru oleh para politikus untuk menggaet masa. Hanya, cara ini, Ahok meneruskan, tidak efektif. "Ingat cerita akhirnya Tuhan Yesus kalah dengan Barabas kan?Padahal sudah mendekati masyarakat dengan bagi-bagi sembako," ujarnya.

    Menurut Ahok, kunci keberhasilan Yesus adalah bukan kegiatan bagi-bagi sembako. "Bahkan Yesus membangkitkan orang meninggal. Tidak ada kan baksos seperti itu," ujarnya.(Baca:Ahok Dirikan Klinik Kesehatan di Pasar Juni Nanti)

    "Kunci kesuksesannya adalah pada Yesus sendiri yang turun ke masyarakat, masuk ke kampung-kampung untuk mengajarkan kebaikan," ujarnya. Dari sanalah Yesus, Ahok melanjutkan, memiliki banyak pengikut.

    Metode blusukan inilah, kata Ahok, yang ditiru aparatur pemerintah DKI Jakarta. "Kami masuk ke kampung-kampung untuk menawarkan sebuah kebaikan dan perubahan," ujar mantan Bupati Belitung Timur ini. (Baca:Juni, Ahok Ubah Puskesmas Menjadi Rumah Sakit Tipe D)

    SYAILENDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.