Komunitas Ini 'Mengabdi' kepada Pemudik Kereta Api  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang menaiki kereta api di Stasiun Senen, Jakarta, (22/12). Lonjakan pemudik yang menggunakan kereta api sudah terlihat dari hari ini hingga menjelang hari raya Natal. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Calon penumpang menaiki kereta api di Stasiun Senen, Jakarta, (22/12). Lonjakan pemudik yang menggunakan kereta api sudah terlihat dari hari ini hingga menjelang hari raya Natal. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komunitas Edan Sepur membantu pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Mereka memberikan jasa porter gratis selama Lebaran. "Kadang kami bantu membawakan barang. Atau jika ada penumpang yang ingin bertukar tiket dengan penumpang lain, kami bantu mediasi," kata seorang anggota Komunitas Edan Sepur, Alfin Dwimandana, 18 tahun, saat ditemui di Stasiun Kereta Api Pasar Senen, Kamis, 24 Juli 2014. (Baca: 12 Juta Orang Mudik Hari Ini)

    Sebelumnya, Tempo sempat mengikuti aktivitas Alfin di stasiun. Pemuda berkacamata ini menawarkan jasa kepada seorang nenek yang kesulitan mengangkat kopor hitamnya ke dalam Kereta Gumarang tujuan Pasar Turi, Surabaya. "Mari Bu, saya bantu bawakan barangnya," ujar Alfin. Nenek berusia sekitar 60 tahun itu tersenyum seraya mengucapkan terima kasih. (Baca: Pendatang Tinggal di Pinggir Rel, Ahok: Diusir)

    Alfin mengatakan komunitas yang artinya "gila kereta" ini adalah kumpulan relawan yang antusias terhadap kereta. Komunitas Edan Sepur didirikan pada 5 Juli 2009 oleh Egiefdel Haris, Desya, Armiya Farhana, Budi Susilo, dan Agus CN. Sekarang anggotanya mencapai seribu orang dan memperoleh 12 ribu "likes" di halaman Facebook mereka. (Baca: Mudik 'Terlarang' dari Terminal Bus Lebak Bulus)

    Dinamakan Edan Sepur karena setiap anggotanya bisa dibilang tergila-gila terhadap keunikan kereta. Alfin mengklaim ada yang masuk komunitas ini karena menyukai bentuk lokomotif, suka bunyi kereta, atau pengguna harian kereta. Selain menjadi relawan setiap Lebaran, kegiatan rutin komunitas ini, misalnya, mengadakan kunjungan ke pabrik kereta untuk mengetahui proses perawatan alat transportasi kesayangan mereka.

    Untuk bisa menjadi anggota resmi, bukan hanya fan di Facebook, orang-orang juga dapat mengunduh formulir pendaftaran di laman Facebook atau situs mereka di edansepur.org. Sesudah mengisi formulir pendaftaran, calon anggota juga harus membayar uang registrasi sebesar Rp 25 ribu. "Nanti uang itu akan dipakai untuk mendapatkan kartu keanggotaan, juga beberapa merchandise Edan Sepur," ujar Alfin.

    Humas PT KAI DAOP I Jakarta Agus Komarudin mengakui keberadaan komunitas Edan Sepur. "Mereka sangat membantu pekerjaan kami mengorganisir penumpang dalam peron," ujarnya. Bahkan, anggota komunitas Edan Sepur yang tengah bertugas di peron punya kartu identitas khusus dari PT KAI dengan nama dan foto mereka tertera. Identitas ini untuk memudahkan aktivitas mereka selama di dalam stasiun.

    URSULA FLORENE SONIA

    Topik terhangat:

    Arus Mudik 2014 | MH17 | Pemilu 2014 | Ramadan 2014 | Tragedi JIS

    Berita terpopuler:
    Petisi Netizen Minta PKS Dikucilkan di Parlemen 
    MH17 Jatuh, Warga Belanda Usir Anak Perempuan Putin
    Iker Casillas Kian Dekat Menuju Arsenal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.