Warga dan Polisi Selamatkan PRT Korban Penyiksaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. outlookindia.com

    Ilustrasi. outlookindia.com

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Kekerasan yang menimpa Nuryati, 20 tahun, pembantu rumah tangga asal Pemalang, Jawa Tengah, yang diduga telah disiksa majikannya menyulut perhatian banyak orang. Di tubuh Nurhayati ditemukan banyak luka lebam akibat pukulan serta bekas sundutan rokok.

    Nuryati ditemukan dengan kondisi babak belur di rumah Tinah, 60 tahun, di Perum Reni Jaya Blok Y-7 Nomor 9, RT 02 RW 12, Kelurahan Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, oleh Yuniar, 56 tahun, tetangganya. Pada saat itu Yuniar datang ke rumah Tinah hendak meminjam tangga.

    "Saya dateng kemarin mau pinjem tangga, pas saya masuk ke teras saya liat ada orang di pojokan teras mukanya bonyok, tidak lama setelah itu tangga diambilkan oleh saudara dari Bu Tinah. Setau saya ibu Tinah itu ngga punya pembantu" ujarnya saat ditemui Tempo, Kamis, 6 November 2014.

    Yuniar juga mengatakan saat diirinya melihat ada orang dengan kondisi muka bonyok seperti itu, ia langsung memberi tahu Nini, 52 tahun, tetangga yang rumahnya bersebelahan dengan Tinah. "Saya langsung ke rumah Bu Nini, saya ceritain deh tuh yang saya liat," katanya.

    Nini saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya melihat tiga orang saudara Tinah datang pada hari Ahad tetapi dia tidak tahu kalau ada pembantu rumah tangga. "Saya enggak begitu merhatiin kalo tiga orang saudaranya bawa pembantu," ungkap Nini.

    Nini juga sempat mendengar bahwa dari dalam rumah ada yang marah-marah seperti orang membentak. "Saya juga denger kok ada yang suara perempuan bentak-bentak dari dalam rumah, setelah mendengar saya coba untuk masuk untuk menanyakan arisan yang akan dilangsungkan pada Sabtu esok, ternyata saya lihat ada orang matanya di perban, saya tanyakan ke saudaranya Bu Tinah katanya lagi sakit mata," tuturnya.

    Setelah melihat hal tersebut, Nini pun langsung melapor ke ketua RT setempat namun tidak diperkenankan masuk oleh saudara dari Tinah. "Pak RT-nya enggak boleh masuk sama saudara Bu Tinah, alasannya sih ngga ada apa-apa, lalu Pak RT lapor ke polisi," ungkap Nini.

    Kepala Unit Reskrim Polsek Pamulang Ajun Komisaris Sainan Lobis membenarkan pada hari Rabu, 5 November, pukul 20.00 WIB ada laporan dari warga diduga ada penyekapan pembantu di perumahan Reni Jaya Pamulang Blok Y-7 Nomor 9, RT 2 RW 12, Kelurahan Pondok Benda, Pamulang. Atas informasi tersebut unit patroli langsung meluncur ke lokasi tersebut.

    "Saat ini kasus sudah dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Selatan untuk perkembangan lebih lanjut," tambahnya.

    MUHAMMAD KURNIANTO

    Baca juga:
    Yusril Ihza Kritik Tiga Kartu Jokowi
    Dominique Nadine, Olah Tiga Gaya Dalam Rancangan
    Kasus Solar Ilegal di Mojokerto Makin Tak Jelas
    Festival Budaya Timeless Indonesia di K-Land, Bali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.