Kejaksaan Sita Toko Milik Tersangka Udar Pristono  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Udar Pristono di gedung Dinas Perhubungan Jakarta, Jumat 7 Juli 2012.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Udar Pristono di gedung Dinas Perhubungan Jakarta, Jumat 7 Juli 2012.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung kembali menyita aset milik mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono. Kali ini Kejaksaan menyegel dua toko milik tersangka kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta tahun anggaran 2013 itu yang berlokasi di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur. "Kejaksaan tak memberitahu saya, tapi memang benar ada dua toko di PGC yang disita," kata pengacara Udar, Tonin Tachta Singarimbun, saat dihubungi Tempo, Jumat, 9 Januari 2015. (Baca:Kejaksaan Sita Kondotel Milik Udar Pristono)

    Sebelumnya, Kejaksaan telah menyita beberapa aset Udar yang diduga berasal dari tindak pidana pencucian uang dalam proyek pengadaan bus Transjakarta. Kejaksaan telah menyita dua unit kamar di Apartemen Casablanca, empat unit kamar di Aston Hotel and Resort Bogor, serta sebuah rumah di Cluster Olive, Blok Emeral Bogor, perumahan Bogor Nirwana Residence, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. (Baca:Bella Shofie Bicara Soal Apartemen Udar Pristono )

    Ihwal pencucian uang, Tonin berdalih dua petak toko di PGC yang dimiliki Udar dibeli pada 2006, sebelum Udar menjabat Kepala Dinas Perhubungan DKI. Kemudian, dia melanjutkan, pemilikan toko seluas 1,5 meter x 2 meter itu dibalik nama pada 2012. "Pak Udar membeli toko itu masih sekitar Rp 50 juta," kata Tonin. Dia menaksir harga jual toko itu kini Rp 250 juta. (Baca:Begini Aliran Uang Kasus Bus Transjakarta )

    Menurut Tonin, penyitaan aset hari ini merupakan tindakan serampangan yang dilakukan Kejaksaan untuk kesekian kalinya. Sebab, dia menyebutkan, Kejaksaan tak pernah menginformasikan kepada dia ataupun Udar ihwal eksekusi aset. Selain itu, kata dia, Kejaksaan juga secara sembarangan menyita aset yang dibeli Udar jauh sebelum dia terlibat dalam proyek pembelian bus Transjakarta. "Contohnya toko di PGC itu, dibeli enam tahun sebelum kasus Transjakarta mencuat, kok ikut disita?" kata Tonin.

    RAYMUNDUS RIKANG

    Baca juga:
    Penyisiran Mencari Puing Air Asia Terus Digelar
    Disebut Langgar Izin Rute, Transnusa: Mengada-ada

    Ini Firasat dari Pasangan Pimred Charlie Hebdo
    Cuaca Baik, Ekor Air Asia Diangkat Pagi Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.