Pedagang Hewan di Jatinegara Digusur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pembeli sedang melihat ikan hias yang dibelinya, terlihat puluhan ikan hias berada dalam kolam penampungan. Pasar Ikan Hias Jatinegara, Jakarta, Minggu 4 Januari 2014. TEMPO/Subekti.

    Seorang pembeli sedang melihat ikan hias yang dibelinya, terlihat puluhan ikan hias berada dalam kolam penampungan. Pasar Ikan Hias Jatinegara, Jakarta, Minggu 4 Januari 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Satuan Polisi Pamong Praja menggusur ratusan pedagang hewan yang saban hari berjualan di bahu Jalan Jatinegara Timur, Jakarta Timur. "Kami menertibkan karena aktivitas pedagang ini membuat lalu lintas macet," kata Ahmad Supriyadi, petugas Satpol PP, kepada Tempo, Senin, 2 Februari 2015.

    Satpol PP mengerahkan sekitar 80 personel untuk membantu pedagang membongkar dan memindahkan lapaknya. Mereka juga menyediakan dua unit truk untuk mengangkut perkakas seperti kayu dan besi yang sudah tak terpakai. 

    Beberapa anggota Satpol PP juga membantu pedagang ikan hias menguras air akuarium. Air ditumpahkan begitu saja dengan memiringkan kotak akuarium. Sebagian lagi membantu mengangkat kandang burung yang berjajar di trotoar. (Baca: Pemilik Toko Korban Gusuran di Bantaran Kali Ciliwung Jatinegara Melawan)

    Pedagang hewan di Pasar Jatinegara selama ini dianggap sebagai penyebab kemacetan di sana. Sebelum digusur, ratusan pedagang hewan, seperti burung hantu, kelinci, kenari, dan reptilia, tersebut tak hanya merebut jalur trotoar, mereka juga menggelar lapak hingga separuh badan jalan. Situasi itu diperparah dengan banyaknya angkutan umum yang berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

    Joko Purwanto, 55 tahun, pasrah lapaknya dibongkar Satpol PP. Sebab, penjual aneka jenis burung berkicau ini tak punya lahan untuk menggelar dagangannya di dalam pasar. Dia juga diminta tak lagi berjualan di pinggir jalan. "Mungkin cari tempat lain saja, daripada dibongkar lagi sewaktu-waktu," ujarnya.

    RAYMUNDUS RIKANG

    Berita Lainnya:
    Praperadilan Budi Gunawan, Hindari Jalan Ampera
    Awas, Jejak Hakim Kasus Budi Gunawan Mencurigakan 
    Sindiran Pedas Tim 9 Jokowi buat Budi Gunawan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.