Ini Solusi untuk Bus Hibah Mercedes Bagi Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat  bus tingkat yang akan di diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta dari Tahir fondation di silang Monas, Jakarta, 10 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Warga melihat bus tingkat yang akan di diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta dari Tahir fondation di silang Monas, Jakarta, 10 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta - Pertemuan antara Kementerian Perhubungan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan juga beberapa unsur terkait pengadaan bus hibah dari Tahir Foundation menghasilkan satu solusi yaitu, perlunya penambahan satu axle di belakang (ban tunggal atau ban ganda) pada bus.

    Menurut juru bicara Kementerian Perhubungan, Julius Adravida Barata, jika ditambah satu lazy axle dengan ban tunggal maka jumlah berat yang dibolehkan (JBB) untuk mobil bus tingkat menjadi 22 ton. "Dan jika ditambah 1 lazy axle dengan ban ganda maka JBB bus tingkat menjadi 24 ton," kata Barata dalam keterangan media, Jumat 6 Febrari 2015.

    Pertemuan ini dihadiri oleh Pemprov DKI Jakarta, Mercedes Benz, karoseri (PT Nusantara Gemilang), Taher Foundation, Asosiasi Karoseri Indonesia dengan Kementerian Perhubungan sebagai tuan rumah. Keputusan tersebut menurut Barata, ditetapkan sesuai dengan kepastian hukum dan melihat azas manfaat keadilan. Meski kelima bus sudah terlanjur diproduksi, menurut Barata pemeriksaan teknis keselamatan dan kelaikan jalan masih harus diperhatikan.

    Alasan Kemenhub belum mengeluarkan izin operasi karena masih ragu terhadap keamanan dan keselamatan bus dan juga alasan belum memenuhi kriteria sesuai PP Nomor 55 tahun 2012 tentang Kendaraan. Aturan tersebu menyebutkan bus tingkat harus dirancang dengan jumlah berat beroperasi (JBB) paling sedikit 21.000 kilogram (21 ton) hingga 24.000 kilogram (24 ton). Sedangkan bus tingkat itu hanya memiliki JBB sebesar 18.000 kilogram atau setara dengan 18 ton.

    Penyempurnaan terhadap kelima bus tersebut harus dipertimbangkan dan disesuaikan dengan peraturan pemerintah No. 55 tahun 2012 tentang kendaraan kurang atau tridak sesuai dengan kebutuhan saat ini. Selain itu Pemprov DKI Jakarta diminta untuk mengajukan surat permohonan kepada Menteri Perhubungan dengan melampirkan surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari Mercedes benz atas jaminan keselamatan, surat pengakuan kelalaian dari pihak karoseri Nusantara Gemilang Kudus, dan juga kelengkapan dokumen pendukung lainnya.

    Pihak Taher Foundation menghibahkan kelima bus dalam rangka membantu Pemprov DKI Jakarta melayani masyarakat. Pihak Taher Foundation dalam pertemuan tersebut menyampaikan jika prosedur yang harus dipenuhi hingga bus dapat dioperasikan di jalan menjadi tanggung jawab Mercedes Benz. Pihak Pemprov DKI awalnya berencana mengoperasikan transportasi gratis bagi para penumpang yang memarkirkan sepeda motornya di kawasan Jalan Thamrin dan Jalan Merdeka Barat, sebagai area bebas motor.

    AISHA SHAIDRA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.