Ada Motif Asmara di Balik Pembunuhan Sopir Taksi Express  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi taksi Exspress. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Ilustrasi taksi Exspress. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.COJakarta - Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan Siti Murniati merupakan teman Tony Zahar, 53 tahun. Tony merupakan sopir taksi Express yang ditemukan meninggal di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 18 Februari 2015 dengan luka sayatan di leher.

    Menurut Martinus, hal itu didapat setelah dia memeriksa Siti. "Siti sering berhubungan dengan Tony, baik di tempat makan maupun lewat telepon," katanya, Jumat 20 Februari 2015.

    Di dalam taksi Express bernomor polisi B-1595-ETB dengan nomor badan DC7177, yang merupakan tempat ditemukannya Tony tewas, ditemukan barang milik korban, yaitu tas yang berisi dompet berwarna cokelat, kartu tanda penduduk, kartu Siaga Bukopin, buku tabungan Mandiri atas nama Siti Murniati, satu telepon seluler merek Cross, dan dua telepon seluler Nokia.

    Anak Tony, Muhammad Ridwan, 20, tahun, menduga ayahnya berselingkuh dengan pegawai rumah makan langganannya bernama Siti Murniati. Bahkan, ujar dia, Tony membelikan Murniati sepeda motor.

    Ridwan menuturkan Tony sempat bercerita tentang teror yang dialaminya kepada sang istri, Siti Marsitoh, 38 tahun, yang merupakan ibu tiri Ridwan. "Ayah sempat diteror dan bercerita kepada ibu tiri saya," ucapnya, Kamis, 19 Februari 2015.

    Walaupun sudah mendapatkan keterangan dari Siti, Martinus enggan mengatakan ada motif perselingkuhan dalam pembunuhan Tony. "Belum sampai ke sana," tuturnya. Martinus juga menampik bahwa Tony membelikan sepeda motor untuk Siti. "Sepeda motor atas nama adiknya yang dibelikan secara kredit oleh Siti."

    Selain Siti, sudah enam saksi yang diperiksa. Di antaranya adalah istri Tony, Siti Masitoh; mantan istrinya, Dewi Marina, 38 tahun; serta saksi yang berada di lokasi kejadian.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.