Paket Dikira Bom Gegerkan Warga Bekasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Tim Gegana Brimob Polda Banten mengevakuasi granat yang ditemukan warga Kampung Purut, Sukawana, Curug, Serang, Banten, 14 Januari 2015. Granat tersebut semula disangka sebongkah batu. ANTARA/Asep Fathulrahman

    Anggota Tim Gegana Brimob Polda Banten mengevakuasi granat yang ditemukan warga Kampung Purut, Sukawana, Curug, Serang, Banten, 14 Januari 2015. Granat tersebut semula disangka sebongkah batu. ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Bekasi - Tim Gegana Kepolisian Daerah Metro Jaya, meledakkan sebuah paket diduga bom, Sabtu malam, 21 Februari 2015. Paket itu dikirim oleh wanita misterius ke Kampung Ciketing Asem, RT 02 RW 03, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

    Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Bantargebang Inspektur Satu Ardiyan Yudo mengatakan awalnya paket kotak dibungkus kertas kado tersebut dikirim oleh seorang tukang ojek, Tasrip, ke rumah Cece, seorang pengusaha las di Ciketing Asem.

    "Dia disuruh oleh seorang perempuan tak menyebutkan identitasnya," kata Yudo, Ahad, 22 Februari 2015. Paket tersebut, kata Yudo, diterima oleh anaknya, Anton Suryadi, 20 tahun. Namun, dalam paket kotak itu terdapat lubang kecil dan terlihat sebuah kabel.

    Menurut Yudo, penerima paket tersebut ketakutan karena benda itu mencurigakan. Oleh karena itu, si penerima menyerahkan paket tersebut ke pos polisi di Kecamatan Mustikajaya. "Kami meminta tim Gegana untuk memeriksa," kata Yudo.

    Tim Gegana Polda Metro Jaya dengan peralatan lengkap datang sekitar pukul 23.45 WIB. Setelah diperiksa dan terdapat benda mencurigakan, paket tersebut lalu diledakkan di sekitar pos polisi. "Benda di dalam kotak dibawa Gegana untuk diteliti," kata Yudo.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.