Ini Cara 3 Terduga Anggota Komplotan Begal Diringkus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti sepeda motor yang disita dari tiga tersangka pelaku begal motor di Mapolresta Depok, Jawa Barat, 1 Februari 2015. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Barang bukti sepeda motor yang disita dari tiga tersangka pelaku begal motor di Mapolresta Depok, Jawa Barat, 1 Februari 2015. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.COJakarta - Tim Khusus Penjaga Gangguan dan Anti-Kerusuhan (Tim Jaguar) Kepolisian Resor Kota Depok meringkus tiga terduga anggota komplotan begal dalam kegiatan patroli rutin dinihari tadi. Menurut Komandan Tim Jaguar Inspektur Dua Winam Agus, timnya meringkus tiga begal dan menyita satu senjata tajam berupa celurit dan satu sepeda motor Mio bernomor polisi B-6747-ZET di Jalan Raya Citayam Depok, Kamis, 5 Maret 2015, pukul 01.30 WIB.

    Tim Jaguar telah membawa ketiganya ke Markas Kepolisian Resor Kota Depok untuk dimintai keterangan.

    "Awalnya kami menerima laporan dari Bikers Depok bahwa ada orang mencurigakan yang membawa senjata tajam. Terus kami langsung ke lokasi dan meringkusnya," kata Winam Agus.

    Tiga terduga anggota komplotan begal bernama itu Abdul Karim, 18 tahun; Bahri, 19 tahun; dan Tarsono, 21 tahun. 

    Anggota Tim Jaguar, Brigadir Komang, mengatakan, pada saat Tim Jaguar melakukan patroli rutin, mereka mendapatkan laporan dari Bikers Depok bahwa ada satu orang yang diduga akan melakuka kejahatan. Setelah sampai di lokasi yang dilaporkan itu, Tim Jaguar menemukan satu orang yang membawa celurit. Dia bersama dua orang yang mengaku sebagai korban begal. Tapi, setelah diperiksa, mereka ternyata satu komplotan.

    Winam Agus menambahkan, sepeda motor terduga begal tersebut berpelat nomor ganda. Winam menduga mereka merencanakan pembegalan.

    Tarsono, begal yang kedapatan membawa celurit, mengatakan senjata tajam itu milik teman karibnya yang bernama Ebonk, pelajar sekolah menengah kejuruan swasta di Depok. Menurut dia, celurit itu kerap digunakan untuk tawuran.

    "Celurit itu biasa disimpan di rumah saya. Tujuan saya mengeluarkan celurit untuk berjaga-jaga kalau tongkrongan serong mau nyerang," kata Tarsono.

    Saat diwawancarai, dua terduga begal lain, Abdul Karim dan Bahri, mengaku mereka berdua hanya diajak Tarsono untuk berjalan-jalan. Sedangkan senjata tajam itu akan disimpan di rumah Tarsono untuk berjaga-jaga.

    FAHADZ AHMAD FAUZI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.