Salah Ucap 'Mattion', Lulung Kembali Dirisak di Twitter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuitan dari akun Twitter @halus24, milik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau Lulung. Twitter.com

    Cuitan dari akun Twitter @halus24, milik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau Lulung. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Cuitan di akun Twitter milik Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta, Abraham Lunggana, dirisak oleh netizen.  "Saya baru belajar nge-Tweet. Nanti diperhatikan 'mattion' teman-teman," ujar Lulung, sapaan akrabnya dalam salah satu cuitannya di Twitter, Rabu 11 Maret 2015.

    Menurut salah satu netizen, Sarif Idris mengatakan, "Pak haji, 'mattion' itu apa ya? Mohon pencerahannya," katanya melalui akun ‏@sarifidris. Netizen lainnya, Eko Punto Pambudi berkicau, "istilah 'mention' cuma buat orang biasa, Haji Lulung beda," ucapnya melalui akun @epambudi.

    Namun tak semua penghuni Twitter merisak Lulung. Salah satu netizen, Agung Wasono Achmad dengan akun @agungwasono mencoba mengingatkan politikus Partai Persatuan Pembangunan itu dengan mengatakan, "mention bos. Aduh bos ntar di-bully lagi loh," kicaunya. Nasehat lebih santun juga disampaikan oleh Ridho Abdul Rofiq dengan akun @ridhoabdulrofiq yang mengatakan, "semua pasti pernah belajar," kicaunya.

    Sejak cuitan pertamanya, akun Twitter Lulung dengan nama @halus24 telah memiliki 7.857 followers atau pengikut di Twitter.

    Rabu pekan lalu, Lulung bercerita meminta stafnya berhenti menginformasikan kabar terbaru yang muncul di Twitter tentangnya. Dia memilih tak mengetahui cuitan netizen agar bisa berkonsentrasi bekerja sebagai anggota Dewan.

    Selain itu, Lulung mengatakan perkembangan yang terjadi di Twitter turut berpengaruh pada keluarganya. "Istri saya menangis dan meminta agar saya berhenti berkukuh soal APBD, tapi saya bilang, ini soal penegakan hukum," katanya pada saat itu.

    Konflik mengenai penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI 2015 antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan DPRD mengundang cuitan dari netizen di Twitter. Cuitan tersebut diberi kode #SaveHajiLulung. Tagar tersebut menjadi tren topik dunia maya.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.